Ciprofloxacin: Obat Untuk Mencegah Infeksi Berkembang

Update terakhir: Feb 10, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.095.614 orang

Mengenali Lebih Dalam Mengenai Ciprofloxacin

Ciprofloxacin termasuk dalam golongan antibiotik bernama fluoroquinolone. Dokter meresepkan obat ciprofloxacin untuk mengobati atau mencegah infeksi dari bakteri yang dapat berkembang. Pada tahun 2004, Food and Drugs Administration (FDA) menyertakan ciprofloxacin sebagai obat generik untuk beberapa perusahaan obat.

Apa Kegunaan Obat Ciprofloxacin?

Dokter memberikan obat ciprofloxacin untuk mengobati infeksi dari berbagai spesies bakteri seperti Enterococcus, Staphylococcus, Streptococcus,  Protens, Pseudomonas, Salmonella, Shigella, Klebsiella,  dan Antrax. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan ciprofloxacin yaitu :

  • Infeksi kulit
  • Sinusitis
  • Infeksi saluran kemih
  • Penyakit infeksi prostat (prostatitis),
  • Pneumonia
  • Infeksi tulang dan sendi
  • Diare yang disebabkan oleh  bakteri
  • Infeksi bakteri gonokokus (Gonore)
  • Demam tifus

Ciprofloxacin tidak bekerja untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus seperti influenza, maka dokter akan memberikan resep ciprofloxacin hanya jika penyakit ini memang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ini dikarenakan menggunakan obat ciprofloxacin untuk melawan virus atau penyakit lain yang tidak disebabkan oleh bakteri akan meningkatkan peluang obat untuk menjadi resisten, dimana obat ciprofloxacin ini tidak bekerja efektif dalam memberantas infeksi bakteri.  Bakteri yang multi-drug-resistant ini akan meyebar melalui kontak langsung, atau tidak secara langsung melalui makanan atau air.

Penggunaan Ciprofloxacin

Ciprofloxacin dapat meningkatkan resiko pembengkakan urat yang melekatkan otot-otot dan tulang lengan, bahu, dan kaki. Potensi cedera pada urat lebih tinggi jika Anda mengkonsumsi obat steroid atau jika anda berumur lebih dari 60 tahun. Segera hubungi dokter Jika Anda mengalami nyeri, bengkak, atau kaku saat penggunaan obat ciprofloxacin.

Pada beberapa orang, ciprofloxacin dapat mengakibatkan perubahan aktivitas otak, seperti pada orang yang memiliki riwayat kejang. Gejala yang sering terjadi seperti pusing, halusinasi, gemetaran, kebingungan, depresi, atau keinginan untuk bunuh diri. Segera hubungi dokter jika Anda memiliki gejala diatas  saat mengkonsumsi ciprofloxacin.

Ciprofloxacin dapat menimbulkan reaksi berat yaitu anafilaksis jika memiliki alergi pada obat tersebut. Reaksi alergi ini dapat menimbulkan gatal-gatal, bengkak pada tenggorokan, dan  kesulitas bernafas yang  dapat mengancam nyawa. Sangat penting untuk diketahui bahwa saat Anda mulai mengkonsumsi obat ciprofloxacin, Anda harus menghabiskan obat yang disesuaikan oleh resep dokter.

Jangan berhenti mengkonsumsi ciprofloxacin sesuai dosis meskipun sudah merasa sehat.  Jika Anda tidak mengkonsumsi ciprofloxacin dengan dosis yang telah disesuaikan, maka infeksi pada tubuh Anda akan kembali lebih kuat, dan menghentikan ciprofloxacin terlalu cepat akan menyebabkan bakteri menjadi resisten pada obat itu.  Jika pada suatu hari Anda melewatkan obat ciprofloxacin seharusnya diminum setiap hari, konsumsi langsung obat yang terlewatkan tetapi disesuaikan dengan jarak minum obat sebelum atau selanjutnya. Jangan menggandakan obat dalam sekali minum.

Saat anda mengonsumsi ciprofloxacin, usahakan untuk tidak mengonsumsi susu, kopi, dalam waktu yang berdekatan, berikan jeda 2 hingga 4 jam sebelum/sesudah mengonsumsi ciprofloxacin sehingga farmakologi obat tetap terjaga.

Anda harus mendapat pengawasan oleh dokter jika harus mengkonsumsi ciprofloxacin dengan kondisi berikut :

  • rasa panas di perut (Heartburn) atau refluks
  • depresi
  • kejang
  • asma
  • cedera sendi
  • kondisi jantung
  • penyakit hati
  • penyakit ginjal 

Penggunaan Ciprofloxacin pada Kehamilan

Untuk wanita yang ingin mengkonsumsi ciprofloxacin, dokter harus mengetahui apakah Anda sedang dalam masa kehamilan atau menyusui.

Dosis Ciprofloxacin

Konsumsi  ciprofloxacin dalam sediaan tablet atau sirup dua kali sehari. Tablet ciprofloxacin  dengan dosis 250mg, 500mg, dan 750mg. Beberapa rincian dosis obat ciprofloxacin untuk beberapa penyakit sebagai berikut :

  • Infeksi saluran kemih              : 250mg; 2 kali sehari dalam 3 hari
  • Infeksi bakteri gonokokus       : 250mg; 1 kali minum
  • Diare                                       : 500mg; 2 kali sehari dalam 7 hari
  • Pneumonia                              : 750mg; 2 kali sehari dalam 7-14 hari
  • Prostatitis                                : 500mg; 2 kali sehari dalam 14 hari
  • Infeksi tulang & sendi             : 500mg; 2 kali sehari dalam 4-6 minggu

Efek Samping dan Interaksi Obat Ciprofloxacin

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping akibat penggunaan  ciprofloxacin seperti:

  • Mual, muntah,
  • Diare,
  • Bercak kemerahan dan gatal-gatal.
  • Hilang nafsu makan
  • Gemetaran
  • Mati rasa
  • Bengkak  dan nyeri sendi
  • Nyeri dada
  • Kuning

Beberapa interaksi juga timbul saat pemberian ciprofloxacin yang disertai obat lain.  Beritahu obat-obat yang digunakan kepada dokter sebelum anda mengkonsumsi ciprofloxacin. Beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi  dengan obat ciprofloxacin seperti:

  • Antasid
  • Suplemen vitamin, kalsium, magnesium, zat besi, zinc (dapat dikonsumsi 6 jam sebelum meminum antibiotik)
  • Anti depresi (Clozapine)
  • Kafein (ciprofloxacin dapat meningkatkan efek kafein)
  • Obat asma (teofilin)
  • Obat mual (metoklopramid)
  • Obat diabetes melitus (glyburid)
  • Obat analgesik (ibuprofen, naproxen)
  • Obat gangguan irama jantung (amiodarone, procainamide)

Hindari Ciprofloxacin Apabila

  • Beritahu dokter jika memiliki alergi seperti alergi obat, makanan, hewan, pengawet atau sebagainya.
  • Jika Anda sedang dalam masa kehamilan.
  • Apabila Anda sedang mengkonsumsi pemakaian obat lainnya. Mohon beritahukan ke dokter agar dosis ciprofloxacin dapat dikurangi atau tidak diberikan.
  • Konsumsi makanan tertentu, tembakau atau alkohol. Disarankan untuk mendiskusikan terlebih dahulu sebelum memakai Ciprofloxacin.
  • Apabila Anda memiliki gangguan masalah medis lainnya seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, penyakit hati, penyakit ginjal, kelainan tendon dan lain-lainnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit