Seks dan Hubungan

Mari Kenali Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jul 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mari Kenali Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual

Ketika mendengar Penyakit Menular Seksual atau yang disingkat PMS (Sexually transmitted disease/STD), yang biasa terdengar adalah HIV/AIDS. Padahal, banyak sekali jenis-jenis penyakit menular seksual lainnya yang sering tidak disadari oleh pria maupun wanita. 

Gejala-gejala yang terjadi pada alat kelamin dianggap tidak serius dan tidak disangka bisa menular kepada pasangan. Apa saja penyakit menular seksual lainnya? Bagaimana gejala dan cara mengobatinya? Baca penjelasan berikut!

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik STD via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket std hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h06 std

Bagaimana penularan dan apa saja jenis-jenis penyakit menular seksual?

Sesuai dengan istilahnya, penyakit menular seksual pada umumnya ditularkan melalui hubungan seksual (sprema, cairan kelamin, darah) dan juga penggunaan jarum yang berulang. 

Namun, ada beberapa data yang menyatakan bahwa penyakit menular seksual bisa ditularkan kepada bayi melalui proses persalinan. Penyakit menular seksual ini dapat dicegah dengan mengetahui gejala-gejalanya. 

Jika sudah mendapati pasangan atau Anda memiliki penyakit menular berikut segera periksakan kepada dokter. Jika diketahui lebih dini, beberapa penyakit menular seksual tidak memerlukan pengobatan yang rumit.

Penyakit Menular Seksual pada umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri.

Penyakit Menular Seksual oleh Virus

  1. HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan penyakit menular seksual yang sering terdengar. HIV menyerang sel di dalam tubuh yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh. Sehingga, penderita HIV sangat mudah terserang penyakit apapun yang mengakibatkan tubuh mudah sakit bahkan hingga kematian.

    Sayangnya, banyak sekali penderita HIV yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap virus ini. Mereka tetap terlihat sehat dan tidak ada gejala-gejala yang berbeda dari orang lainnya. Virus HIV hanya dapat dideteksi melalui tes di rumah sakit.

    Hingga saat ini, belum ada yang menemukan obat untuk virus ini, namun pengobatan berjalan dapat terus dilakukan untuk memperpanjang hidup penderita HIV.

    Bagaimana dengan AIDS? AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) berbeda dengan HIV. AIDS adalah tahap terakhir dari HIV. Jika orang yang menderita HIV tidak segera mendapat pengobatan maka akan menderita AIDS yang pada umumnya dapat menyebabkan kematian.

  2. Herpes Genital
    Virus Herpes adalah virus yang pada umumnya terjadi di mulut, leher, bibir, atau juga di sekitar daerah kelamin. Virus herpes sangat mudah menyebar melalui berbagai cara hubungan seksual, berciuman, sentuhan kulit, bahkan berbagi barang yang dapat menyebarkan virus seperti gelas, handuk , kosmetik dan lainnya.

    Berita baiknya adalah virus herpes tidak membahayakan meskipun berada di sekitar daerah kelamin sekalipun. Selain itu, virus herpes tidak memerlukan pengobatan khusus. Dengan beristirahat dan makan makanan bergizi serta menjaga daya tahan tubuh, virus herpes akan hilang dengan sendirinya.

    Jika Anda memiliki ciri-ciri virus herpes seperti kulit terluka, nyeri yang berkepanjangan dan tidak kunjung sembuh dalam waktu 1-2 minggu, segera periksakan ke dokter.

    Penyakit menular seksual lainnya yang disebabkan oleh virus adalah kutil di kelamin yang berupa daging menonjol, dan hepatitis B dan D. tidak seperti kutil kelamin yang mudah diobati, penderita Hepatitis B dan D memerlukan perawatan khusus dari tenaga medis.

Penyakit menular seksual oleh bakteri

  1. Syphilis
    Syphilis atau sifilis biasa dikenal penyakit raja singa yang sering ada di kelamin. Tidak seperti herpes, sifilis disebabkan oleh bakteri dan tidak memiliki gejala-gejala yang terdeteksi kecuali melalui tes.

    Sifilis dapat berakibat serius seperti kebutaan dan kerusakan otak jika tidak segera diberikan pengobatan. Penularan sifilis yang umum adalah hubungan seksual. Penggunaan kondom sangat dianjurkan untuk menghindari penyakit ini sekalipun Anda atau pasangan terlihat sehat.
  2. Gonore
    Gonore (gonorrhoea atau the clap) adalah infeksi yang disebabkan bakteri dan menyerang fungsi saluran pembuangan urin (uretra),serviks, tenggorokan, dan mulut. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual dan dalam beberapa kasus ibu yang mengidap penyakit ini dapat menularkan kepada bayinya yang bisa menyebabkan kerusakan mata.

    Jika Anda terdeteksi mengidap penyakit Gonore, segera beritahukan pasangan seksual Anda terhitung tiga bulan sebelumnya karena ada kemungkinan tertular. Gonore memiliki gejala seperti perih saat buang air kecil, keluar nanah pada ujung penis, rasa sakit bagian perut bawah wanita setelah berhubungan seksual.

    Penyakit Menular Seksual lainnya yang disebabkan oleh bakteri seperti Chlamydia pada umumnya tidak memiliki gejala yang signifikan dan banyak yang cenderung tidak menghiraukan penyakit ini.

    Biasanya setelah memasuki gejala yang cukup berat baru penderita memeriksakan dirinya. Penyakit Menular seksual yang disebabkan bakteri ini biasanya akan terobati menggunakan antibiotic. 

Penyakit Menular Seksual bisa dicegah dan diobati

Pasalnya, penyakit menular seksual tidak menunjukkan gejala-gejala yang terlihat secara kasat mata. Gejala-gejala tidak normal seperti sakit setelah berhubungan seksual, berlebihnya darah menstruasi pada wanita, rasa perih saat buang air kecil, dan lainnya sebaiknya segera periksakan kepada dokter. 

Bukan hanya bisa mengganggu organ reproduksi, namun beberapa penyakit menular seksual di atas juga dapat menyebabkan kerusakan otak. Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan bagi Anda yang memiliki aktifitas rutin seksual, terlebih bagi yang pernah berhubungan seksual lebih dari satu orang. 

Pencegahan pun dapat dilakukan dengan menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan.  

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Johnson, TC. WebMD (2017). Treatment for Sexually Transmitted Diseases (STDs). (https://www.webmd.com/sexual-conditions/std-treatments)
Johnson, TC. WebMD (2019). Understanding Sexually Transmitted Diseases (STDs). (https://www.webmd.com/sex-relationships/understanding-stds-basics)
Lab Tests Online (2019). Sexually Transmitted Diseases. (https://labtestsonline.org/conditions/sexually-transmitted-diseases)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app