Makanan dan Diet Sehat

Asam Lemak Rantai Pendek dan Ragam Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

serat juga bisa mengatasi berbagai masalah pencernaan. Hal tersebut dikarenakan serat akan diubah menjadi asam lemak rantai pendek yang baik bagi kesehatan usus dan tubuh secara keseluruhan. Apakah asam lemak rantai pendek? Simak uraian di bawah ini.
Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Sep 6, 2019 Waktu baca: 2 menit
Asam Lemak Rantai Pendek dan Ragam Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Beberapa keluhan kesehatan yang umum terjadi seperti obesitas (kelebihan berat badan), tekananan darah tinggi (hipertensi) dan gula darah tinggi dapat dicegah melalui mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan serat tinggi. Selain itu, serat juga bisa mengatasi berbagai masalah pencernaan.

Hal tersebut dikarenakan serat akan diubah menjadi asam lemak rantai pendek yang baik bagi kesehatan usus dan tubuh secara keseluruhan. Apakah asam lemak rantai pendek? Simak uraian di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Apa itu asam lemak rantai pendek?

Asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acid, SCFA) adalah asam lemak yang terdiri atas dua sampai lima rantai karbon. Lemak tersebut berasal dari karbohidrat yang tidak tercerna di usus halus, biasanya dalam bentuk asetat, propionat, dan butirat. 

Karbohidrat tersebut akan mengalami fermentasi di usus besar oleh bakteri dan salah satu hasil fermentasinya yaitu asam lemak rantai pendek.

Manfaat asam lemak rantai pendek bagi usus dan tubuh

Manfaat asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acid, SCFA) yang paling besar terjadi di usus dikarenakan proses fermentasi serat terjadi di usus. Tetapi bagian tubuh yang lain juga bisa mendapatkan manfaat dari asam lemak ini. 

Berikut penjelasan lengkap mengenai manfaat asam lemak rantai pendek:

Mencegah iritasi pada usus

Iritasi dapat terjadi pada usus, seperti kondisi inflammatory bowel disease (IBD) dan irritable bowel syndrome (IBS). Masalah iritasi tersebut bisa dicegah jika terdapat karbohidrat asetat dan butirat cukup yang nantinya akan diubah jadi asam lemak rantai pendek.

Meningkatkan fungsi sel-sel pada usus besar

Sel-sel usus besar mendapatkan nutrisi utama dari lemak ini. Lemak ini bermanfaat untuk membantu meningkatkan aliran darah, aktivitas otot, dan penyerapan air pada usus besar.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Mencegah kanker usus besar

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa makanan yang mempunyai serat yang tinggi dan asam lemak rantai pendek dapat mencegah terjadinya kanker usus besar, pembentukan polip, dan mencegah pertumbuhan tumor supaya tidak menjadi lebih ganas.

Mencegah diabetes

Asam lemak ini dapat meningkatkan toleransi terhadap gula. Selain itu, asam lemak rantai pendek bermanfaat dalam meningkatkan kadar hormon insulin dan menurunkan kadar gula darah puasa sehingga dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes.

Mengurangi risiko penyakit jantung

Jenis lemak ini mempunyai manfaat dalam mengendalikan kadar kolesterol dalam darah, sehingga Anda dapat terhindar dari penyakit jantung yang disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol.

Meningkatkan sistem imun tubuh

Pada usus besar terdapat bakteri baik yang dapat menjaga sistem imunitas tubuh Anda. Lemak ini akan menjadi sumber utama makanan bakteri baik di usus untuk berkembang biak. Ketika bakteri baik dapat berkembang biak dengan banyak, sistem kekebalan tubuh Anda akan mampu mencegah berbagai jenis penyakit.

Sumber asam lemak rantai pendek yang sehat

Mengkonsumsi makanan yang tinggi serat merupakan cara yang tepat untuk menambah atau memenuhi asupan asam lemak rantai pendek pada tubuh Anda. Berikut merupakan sumber asam lemak rantai pendek yang sehat:

  • Pati (starch) dari beras merah, kacang-kacangan, ubi, kentang, dan pisang hijau.
  • Buah-buahan yang memiliki kandungan pektin seperti pir, apel, jambu, dan jeruk.
  • Makanan yang mempunyai kandungan probiotik tinggi, seperti bawang bombay, bawang putih, dan asparagus.
  • Produk-produk susu dan turunannya, misalnya susu sapi, keju, dan mentega.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Short Chain Fatty Acid - an overview. ScienceDirect. (https://www.sciencedirect.com/topics/food-science/short-chain-fatty-acid)
The role of short-chain fatty acids in health and disease. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24388214)
How Short-Chain Fatty Acids Affect Health and Weight. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/short-chain-fatty-acids-101)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit