Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Kadar Gula Darah Normal dan Cara Mencegah Diabetes

Update terakhir: DEC 10, 2019 Tinjau pada DEC 10, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.264.763 orang

Kadar Gula Darah Normal dan Cara Mencegah Diabetes

Memiliki kadar gula darah normal merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit diabetes. Kadar gula atau glukosa darah yang terlalu tinggi dapat memicu risiko terjadinya penyakit diabetes mellitus. Lalu, berapa kadar gula darah normal dalam tubuh?

Kadar gula atau glukosa darah adalah jumlah glukosa yang terdapat dalam aliran darah manusia yang umumnya memiliki satuan mg/dL. Tubuh secara alami mengatur kadar gula darah ini dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas sebagai bagian dari homeostasis tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Kadar gula darah dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada sebelum dan sesudah makan serta saat tubuh akan beristirahat atau tidur. Hal ini terjadi karena setelah makan, sistem pencernaan akan mulai memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa agar bisa diserap oleh tubuh dan diolah menjadi energi.

Namun kadar glukosa tersebut akan diproses terlebih dahulu melalui bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Setelah melewati proses tersebut, zat gula akan berubah menjadi energi yang digunakan tubuh untuk beraktivitas atau disimpan di hati untuk dipakai ketika tubuh membutuhkan energi tambahan.

Kadar Gula Darah Normal

Kadar gula darah akan berubah tergantung kapan waktu pengukuran dan akan berkaitan dengan waktu makan serta berapa banyak jumlah kalori serta jenis makanannya. Oleh karena itu, terdapat nilai gula darah normal saat puasa, dua jam setelah makan, dan gula darah sesaat. Berikut ini nilai gula darah normal pada masing-masing waktu:

  • Gula Darah Puasa (GDP). Maksudnya adalah gula darah yang diukur pada saat seseorang tidak makan atau minum sesuatu yang mengandung gula selama delapan jam terakhir. Nilai normal gula darah puasa adalah antara 80 dan 110 mg/dL (kadar terbaik)
  • Gula darah 2 jam setelah makan (GDPP). Kadar gula darah yang diambil (diukur) pada saat 2 jam setelah makan, dengan kadar gula darah kurang dari 140 mg/dL (Kadar terbaik)
  • Gula Darah Sesaat (GDS). Pengukuran kadar gula darah yang dilakukan kapan saja selain waktu di atas, nilai normalnya adalah 70-200 mg/dL

Kadar Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Kadar gula darah yang melebihi batas normal disebut hiperglikemia. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka seseorang dapat menderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis. Berikut ini ukuran kadar gula darah yang tinggi:

  • Gula darah sewaktu > 200 mg/dL
  • Gula darah puasa > 126 mg/dL
  • Tes A1C yang sama atau lebih besar dari 6,5 persen. A1C atau HbA1C adalah tes darah yang memberikan gambaran kadar gula darah rata-rata tiga bulan terakhir
  • Tes toleransi glukosa oral 2 jam dengan nilai lebih dari 200 mg/dL

Beberapa gejala tingginya kadar gula darah antara lain nafsu makan meningkat tetapi berat badan tidak naik, mudah haus dan lelah, sering buang air kecil, penglihatan menurunan, kulit kering, dan sering mengalami infeksi pada gigi. Selain dengan melihat kadar gula darah dan ciri-ciri hiperglikemia di atas, diagnosis diabetes melitus ditegakkan atas dasar pertimbangan gejala klinis juga sehingga perlu pemeriksaan mendalam oleh dokter.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Hiperglikemia

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Prediabetes

Prediabetes merupakan suatu kondisi di mana seseorang berisiko tinggi terkena diabetes. Hal ini dapat dicegah atau ditunda agar tak jatuh ke diabetes dengan cara meningkatkan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan sehat, dan mempertahankan berat badan sehat agar tetap ideal.

Pra-diabetes dapat didiagnosis dengan penilaian berikut:

  • Glukosa darah puasa berada di antara 100-125 mg/dL
  • A1c antara 5,7-6,4 persen
  • Tes toleransi glukosa oral 2 jam dengan nilai antara 140-199 mg/dL

Kadar Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)

Hipoglikemia dapat terjadi ketika gula darah berada di bawah normal, yakni kurang dari 70 mg/dL. Gejala yang mungkin dialami ketika gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) meliputi:

  • Penglihatan ganda atau pandangan kabur
  • Detak jantung cepat atau berdebar
  • Merasa gugup
  • Sakit kepala
  • Rasa lapar
  • Gemetar dan pucat
  • Berkeringat
  • Kesemutan atau mati rasa pada kulit
  • Lemas atau lemah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mual

Jika tidak segera mendapat pertolongan maka bisa menyebabkan penurunan kesadaran (pingsan), kejang, dan koma. Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan pertolongan segera dengan mengembalikan kadar gula darah normal.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Hipoglikemia

Cara Mencegah Diabetes

Kondisi hiperglikemia atau kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit diabetes. Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan asupan dan pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan dan menjaga agar kadar gula darah normal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Olahraga

Menjalani aktivitas olahraga secara rutin dapat menjadi salah satu cara mencegah diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Olahraga juga dapat membantu meningkatkan penggunaan cadangan energi dalam melatih otot dan tulang, sehingga zat gula yang berlebih pun akan keluar dari tubuh.

Makanan bergizi

Memperhatikan asupan dan jenis makanan menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya diabetes. Salah satunya dengan membatasi asupan karbohidrat yang dapat diubah menjadi zat gula dan energi tubuh. Sebagai gantinya, konsumsi nasi merah, gandum utuh, biji-bijian, kentang, ubi, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta ikan salmon yang merupakan sumber karbohidrat dan asupan yang baik bagi tubuh.

Hindari stress

Selain menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga dan makan makanan yang sehat, Anda pun harus menjaga kondisi pikiran agar tidak mudah merasa stress karena stress dapat membuat kadar gula darah semakin meningkat. Hal ini terjadi karena hormon stres ikut meningkat dan membuat tubuh melepaskan hormon adrenalin dan hormon kortisol yang menyebabkan terjadinya peningkatan laju pernapasan dan aliran darah ke seluruh tubuh.

Baca juga: Pengaruh Stress terhadap Diabetes dan Gula Darah

Referensi

WebMD. (2016). 9 Dos and Don'ts for Dieters.

WebMD. (2017). High Blood Sugar, Diabetes, and Your Body.

Everyday Health. (2014). 8 Tips to Avoid Blood Sugar Dips and Spikes.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Berapa Kali Anjuran Cek Gula Darah dalam Sehari?
Berapa Kali Anjuran Cek Gula Darah dalam Sehari?

Secara umum, berapa kali harus melakukan cek kadar gula darah bergantung pada jenis diabetes yang diderita oleh pasien dan rencana perawatan yang sedang dilakukan.