Kesehatan Fisik

14 Penyebab Kanker Usus Besar dan Tips Mencegahnya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 7 menit
14 Penyebab Kanker Usus Besar dan Tips Mencegahnya

Kanker usus besar adalah salah satu penyakit berbahaya di Indonesia yang gejalanya sering tak disadari. Pada tahun 2012, WHO memperkirakan ada sekitar 694 masyarakat Indonesia meninggal akibat kanker usus besar. Dengan menganstisipasi setiap faktor resiko penyebab kanker usus besar, bahaya penyakit tersebut bisa dicegah dan menyelamatkan nyawa penderitanya.

Apa penyebab kanker usus besar?

Kanker usus besar sering kali terjadi tanpa diawali gejala tertentu. Kalaupun muncul gejala, biasanya mirip seperti gangguan pencernaan, meliputi feses kemerahan atau kehitaman, diare, hingga sering mulas.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Baca Juga: Ciri-Ciri dan Gejala Kanker Usus Besar

Penyebab kanker usus besar terbagi menjadi 2, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan. Secara umum, berikut ini hal-hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, antara lain:

1. Faktor usia

Penyebab kanker usus besar dapat dipengaruhi oleh faktor usia. Lebih dari 81% kasus kanker usus terjadi pada orang yang berusia di atas 45 tahun. Penyakit ini sangat rentan menyerang orang berusia antara 65 sampai 84 tahun.

2. Riwayat keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker usus besar, maka risiko Anda untuk terkena penyakit ini juga akan lebih besar. Risikonya bisa meningkat hingga 3 kali lipat apabila yang terkena penyakit ini adalah keluarga terdekat Anda, seperti orang tua, anak, dan saudara kandung.

3. Faktor genetik

Penelitian telah menunjukkan bahwa faktor genetik adalah 1 dari 4 penyebab kanker usus besar yang paling utama. Hal ini diduga berkaitan dengan mutasi genetik yang berhubungan dengan pengembangan FAP (Familial Adenomatous Polyposis) dan HNPCC (Hereditary Non-Polyposis Colorectal Cancer).

4. Etnis dan ras

Penyebab kanker usus besar ternyata juga dapat dipengaruhi oleh faktor etnis dan ras. Orang Afrika memiliki risiko 40% lebih besar dibandingkan orang kulit putih dan juga risiko kematiannya juga lebih tinggi, yaitu sebesar 20%. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Sementara untuk orang Asia, risiko kanker usus besar cenderung lebih rendah. Namun, tetap jaga kesehatan Anda dan terapkan pola hidup sehat agar tubuh Anda terhindar dari risiko kanker.

5. Konsumsi alkohol

Menurut American Cancer Society, alkohol merupakan faktor penyebab kanker usus besar dan kanker-kanker lainnya, seperti kanker hati, kanker payudara, dan kanker mulut. Semakin banyak jumlah alkohol yang dikonsumsi, maka semakin besar risiko terkena kanker usus besar.

6. Penyakit diabetes

Sebuah penelitian yang dipublikasikan American Journal of Gastroenterology tahun 2013 mengungkapkan bahwa ketergantungan insulin berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus besar. Sebanyak 40% penderita diabetes lebih berisiko terkena kanker usus besar.

7. Makanan tinggi lemak

Makanan tak sehat seperti makanan yang tinggi lemak dan kolesterol diam-diam menjadi penyebab kanker usus besar. Hal ini terutama pada sumber makanan hewani seperti daging.

Konsumsi makanan berlemak terlalu banyak dapat mengubah sel normal menjadi sel stem, kemudian berpotensi menjadi tumor. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan tinggi lemak dan ganti dengan makanan yang lebih sehat untuk mencegah kanker usus besar.

Baca Selengkapnya: Ragam Pilihan Makanan untuk Penderita Kanker Usus Besar

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

8. Daging merah

Sering mengonsumsi daging merah (misalnya daging sapi, domba, hotdog) dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Ditambah lagi jika bahan makanan tersebut diolah dengan cara digoreng, dipanggang, atau metode lainnya yang menggunakan suhu sangat tinggi. Proses memasak tersebut dapat menghasilkan bahan kimia pemicu kanker usus besar.

9. Kurang asupan serat

Penyebab kanker usus juga bisa karena kurangnya asupan serat dalam tubuh. Tanpa serat yang cukup, feses akan bertahan lebih lama di dalam usus. Akibatnya, akan banyak zat berbahaya yang bersentuhan langsung dengan usus dalam waktu yang lama dan diam-diam memicu kanker kolorektal.

Mulai dari sekarang, rajinlah mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Dengan begitu, buang air besar menjadi lancar dan kanker pun menghindar.

10. Kurang bergerak aktif

Kebiasaan lebih banyak duduk mungkin memberikan rasa nyaman. Hal ini sah-sah saja untuk sedikit melepas rasa lelah sambil mengisi tenaga.

Namun jangan sampai keterusan, ya. Kebiasaan mager alias malas gerak dan malas olahraga dapat meningkatkan risiko kanker dalam tubuh, termasuk kanker usus besar. Para ahli menduga hal ini ada kaitannya dengan tidak lancarnya buang air besar, sehingga lambat laun memicu kanker.

11. Penyakit radang usus

Penyakit radang usus ditandai dengan 2 kondisi medis antara lain kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Bila tidak segera diobati, kedua penyakit tersebut bisa menjadi penyebab kanker usus besar secara bertahap. Artinya, semakin lama seseorang terkena penyakit radang usus dan dibiarkan tanpa penanganan, maka semakin besar risiko terkena penyakit kanker usus besar. 

12. Obesitas

Penyebab kanker usus besar selanjutnya adalah obesitas atau kegemukan. Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berisiko 30% lebih besar terkena penyakit kanker usus besar, daripada orang dengan berat badan normal.

13. Polip prakanker

Polip usus besar adalah gumpalan berukuran kecil dari sel yang terbentuk pada lapisan permukaan usus besar. Sebagian besar kanker usus besar berkembang dari polip non-kanker tersebut yang memiliki struktur mirip dengan jaringan normal. Namun, seiring berjalannya waktu, polip dapat terus berkembang menjadi ganas dan berbahaya.

14. Merokok

Sudah bukan rahasia lagi kalau merokok dapat menyebabkan banyak kerusakan pada sistem organ tubuh kita. Tak hanya mengakibatkan kanker paru saja, merokok juga merupakan salah satu penyebab kanker usus besar.

Merokok dengan jangka waktu yang lama dapat mempercepat pertumbuhan polip Zat-zat racun dalam rokok juga bersifat karsinogen yang dapat mengikis lapisan mukosa usus besar.

Cara mencegah kanker usus besar 

Kanker usus besar memang termasuk penyakit yang berbahaya dan harus segera ditangani. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab risikonya bisa diminimalisir dengan skrining deteksi dini dan menjalani gaya hidup sehat setiap hari. 

Untuk membantu melindungi diri Anda dan orang yang Anda cintai dari penyakit ini, ikuti beberapa cara mencegah kanker usus besar seperti berikut:

1. Jadwalkan skrining kanker usus besar

Orang yang berusia 50 tahun ke atas dianjurkan untuk rutin melakukan skrining untuk mendeteksi kanker usus besar sedini mungkin. Pasalnya, faktor usia memainkan peranan penting dalam perkembangan kanker usus besar.

Lebih dari 90% orang yang terdeteksi menderita kanker usus besar berusia 50 atau lebih. Penelitian menunjukkan bahwa pada usia 50 tahun, sekitar 1 dari 4 orang memiliki polip usus yang bila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi kanker.

Secara umum, penyakit ini rentan dialami oleh orang-orang berusia 65-84 tahun. Jika Anda termasuk kelompok berisiko, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani skrining guna mendeteksi dini kanker usus besar.

2. Konsultasi ke dokter

Jika Anda mencurigai ciri-ciri dan gejala kanker usus besar, jangan tunda lagi untuk periksa ke dokter. Konsultasikan lebih lanjut mengenai gangguan pencernaan yang Anda alami, terutama saat buang air besar. 

Namun, pada beberapa kasus kanker usus besar kadang tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda tertentu. Karena itulah, Anda patut lebih waspada jika menemukan perubahan pada tubuh yang tidak seperti biasanya. Misalnya jadi lebih sering buang air besar, feses lembek, kram, penurunan berat badan secara drastis, dan terdapat darah pada feses.

Baca Juga: Pilihan Obat Kanker Usus Besar Alami dan Medis

3. Makan makanan bergizi

Makanan tinggi lemak dan kolesterol, terutama yang bersumber dari hewani, merupakan penyebab kanker usus besar yang utama. Maka itu, sebaiknya mulai batasi konsumsi makanan tersebut dari sekarang.

Agar lebih sehat, perbanyaklah makanan mengandung kaya serat seperti sayur dan buah-buahan. Memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh dapat membantu mencegah kanker usus besar.

4. Menjaga berat badan tetap ideal

Orang gemuk atau memiliki berat berat berlebih (obesitas) berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker usus besar. Selain itu, bentuk tubuh tertentu juga mempengaruhi risiko terkena penyakit tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki lemak berlebih di pinggang (bentuk tubuh apel) lebih berisiko terkena kanker usus besar daripada orang yang memiliki lemak lemak berlebih di paha atau pinggul (bentuk tubuh buah pir).

Oleh karena itu, jaga berat badan Anda agar tetap ideal. Cobalah untuk lebih rutin olahraga atau sekadar bergerak aktif setiap hari. Misalnya lebih sering jalan kaki daripada naik kendaraan, naik tangga menuju ruangan kantor, dan sebagainya.

5. Rajin berolahraga

Penelitian menunjukkan bahwa rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kanker kanker usus besar hingga 40%. Dengan rutin berolahraga, Anda juga dapat terhindar dari beberapa penyebab kanker usus besar, seperti obesitas dan diabetes.

6. Ketahui riwayat kesehatan keluarga Anda

Salah satu cara mencegah kanker usus besar adalah dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda. Saat skrining, ceritakan riwayat kesehatan keluarga Anda, terutama jika ada anggota keluarga yang pernah memiliki polip.

Beri tahukan dokter jika salah satu keluarga Anda pernah menderita kanker tertentu, seperti kanker hati atau kanker tulang. Dokter akan membantu menentukan seberapa besar risiko Anda mengalami penyakit yang sama di kemudian hari.

7. Ceritakan riwayat kesehatan Anda dengan dokter

Selain menceritakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda, pastikan juga dokter mengetahui riwayat kesehatan diri Anda sendiri. Hal tersebut sangat membantu proses pencegahan kanker usus besar.

Terlebih, apabila Anda memiliki beberapa kondisi medis yang memengaruhi penyakit tersebut, seperti polip, kanker lainnya, atau radang usus kronis yang dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker usus besar.

8. Pertimbangkan konseling genetik

Orang yang membawa mutasi genetik terkait dengan kanker usus besar, seperti  FAP atau HNPCC berisiko tinggi terkena penyakit kanker usus besar. Anda harus mempertimbangkan dengan serius untuk melakukan konseling genetik guna membantu mencegah berkembangnya kanker tersebut di tubuh Anda.

9. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu penyebab kanker usus besar yang bisa dihindari. Karena itu, mulailah hidup sehat dengan berhenti merokok dari sekarang.

Selain itu, penting juga untuk menghindari asap rokok karena asap tembakau dapat membawat karsinogen (zat penyebab kanker) ke usus besar serta memperbesar ukuran polip.

Baca Juga: 16 Penyakit Paling Berbahaya Akibat Merokok

10. Kurangi paparan radiasi

Tanpa disadari, paparan radiasi yang terlalu tinggi dapat memicu terjadinya kanker, termasuk kanker usus besar. Semakin sering dan tinggi frekuensi paparan radiasi, maka semakin besar pula risiko Anda terkena kanker tersebut.

Berbagai penyebab kanker usus besar tersebut wajib dihindari jika Anda tidak ingin terkena penyakit ini. Yang tak kalah penting, lakukan upaya pencegahan dini dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. 

Mulailah terapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, makan makanan sehat, tidak minum alkohol, dan berhenti merokok. Apabila Anda terus melakukan pola hidup sehat dan rajin berkonsultasi dengan dokter, maka risiko Anda untuk terkena berbagai penyakit berbahaya semakin rendah.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The American Journal of Gastroenterology. Is Diabetes Mellitus and Independent Risk Factor for Colon Cancer and Rectal Cancer? (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3741453/). 13 Agustus 2013.
WebMD. Colon Cancer Prevention - Do These 3 Things & Reduce Your Risk. (https://www.webmd.com/colorectal-cancer/guide/prevent-colorectal-cancer). 9 Juli 2018.
Healthline. Colon Cancer: Symptoms, Causes, and Diagnosis. (https://www.healthline.com/health/colon-cancer). 7 Februari 2019.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app