Kebiasaan Sehat

11 Pantangan Makanan untuk Penderita Darah Tinggi

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jun 2, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
11 Pantangan Makanan untuk Penderita Darah Tinggi

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Makanan asin merupakan pantangan darah tinggi yang paling utama, karena natrium dapat menarik cairan sehingga volume darah jadi meningkat. Contohnya mie instan dan makanan kalengan.
  • Hindari makan gorengan karena rentan mengandung lemak trans. Contohnya, 1 porsi kentang goreng mengandung 19 gram lemak dan 270 mg natrium.
  • Kulit ayam memang rasanya enak, tapi banyak mengandung lemak trans. Hindari makan kulit ayam terlalu banyak supaya tekanan darah tidak melonjak.
  • Jika Anda memiliki hipertensi atau prehipertensi, maka mulailah menghindari kopi dari sekarang. Secangkir kopi di pagi hari dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara.
  • Minum obat hipertensi bisa membantu mengendalikan tekanan darah. Lakukan medical check up untuk memantau kesehatan Anda secara menyeluruh.

Banyak yang mengatakan bahwa penderita darah tinggi tidak boleh makan daging kambing, baik berupa sate ataupun gulai. Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi konsumsi makanan asin supaya kadar natrium dalam darah tidak melonjak dan memicu hipertensi. Apa saja makanan pantangan darah tinggi yang harus dihindari supaya tekanan darah tetap normal? Berikut daftarnya.

Daftar makanan pantangan darah tinggi

1. Garam

Garam atau natrium merupakan makanan pantangan darah tinggi dan penyakit jantung yang paling utama. Hal ini karena natrium dapat menarik cairan sehingga meningkatkan volume darah yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Lebih dari 75% natrium yang Anda makan berasal dari makanan kemasan, bukan jumlah garam dapur yang biasanya dipakai untuk memasak. Beberapa contoh makanan tinggi natrium antara lain daging deli, pizza beku, mie instan, sup kalengan, produk tomat kalengan, dan sebagainya.

Bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi atau prehipertensi dianjurkan untuk membatasi asupan natrium maksimal 1.500 miligram per hari, setara dengan 1 sendok teh.

2. Acar

Acar tampak menyehatkan karena terdiri dari potongan sayur-sayuran seperti wortel dan timun. Biasanya, acar diberikan tambahan garam supaya awet dan tahan lama. 

Sayangnya, garam dapat mengendap atau bersarang dalam mentimun yang dijadikan acar, seolah-olah menjadi spons natrium. Jad, yang membuat tidak boleh untuk penderita darah tinggi adalah kadar garamnya.

3. Goreng-gorengan

Kita tidak bisa menjamin bahwa makanan cepat saji yang banyak dijual di pasaran digoreng dengan minyak sehat yang bebas dari lemak trans. Ambil contoh kentang goreng, makanan ringan ini mengandung lemak yang tinggi serta natrium. Satu porsi kentang goreng sedang mengandung sekitar 19 gram lemak dan 270 mg natrium, sehingga ini menjadi pantangan darah tinggi.

4. Susu

Susu merupakan sumber kalsium yang baik, tetapi juga sebagai sumber lemak yang tinggi. Sama halnya seperti susu biasa (whole milk), memberikan lebih banyak lemak dari yang Anda butuhkan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Satu cangkir susu mengandung 8 gram lemak dengan 5 gram lemak jenuh. Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pilihlah susu rendah lemak atau susu skim yang lebih sehat untuk tubuh.

5. Kulit ayam

Banyak yang belum mengetahui bahwa kulit ayam juga merupakan salah satu makanan pantangan darah tinggi. Hal ini karena kulit ayam banyak mengandung lemak jenuh seperti halnya susu penuh lemak, daging merah, dan mentega.

Kulit ayam juga sebaiknya dihindari penderita darah tinggi karena mengandung lemak trans. Lemak trans ditemukan secara alami dalam jumlah kecil pada daging berlemak dan produk susu.

Namun, penyumbang terbesar dari lemak trans adalah makanan yang dikemas dan makanan siap saji seperti goreng-gorengan. Jadi, tidak disarankan untuk makan daging ayam berkulit yang digoreng.

6. Mie Instan

Mie instan begitu populer di kalangan mahasiswa, padahal ini makanan yang tidak sehat. Dalam satu bungkus mie instan terdapat lemak dan natrium yang jumlahnya tidak sedikit, umumnya terdapat pada bumbunya. Maka tak heran jika mie instan menjadi makanan pantangan penderita hipertensi.

Baca Juga: Bahaya Makan Mie Instan

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

7. Daging Merah

Daging merupakan makanan lezat yang sungguh sangat sayang apabila terlewatkan begitu saja. Namun tahukah Anda bahwa daging merah seperti sapi, kambing, kerbau, dan babi mengandung banyak lemak jenuh dan trans apabila dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

Padahal makanan berlemak tidak baik bagi jantung dan pembuluh darah. Untuk itu bagi yang memiliki darah tinggi, hindari daging merah dan makanan cepat saji bersama dengan lemak lain yang termasuk minyak terhidrogenasi.

8. Gula

Makanan dengan kalori ekstra dan penuh gula dapat menyebabkan berat badan Anda bertambah dengan cepat. Semakin berat tubuh Anda, maka hal ini dapat meningkarkan risiko obesitas, salah satu penentu signifikan yang mempengaruhi tekanan darah tinggi.

Tumpukan lemak dalam tubuh atau obesitas membuat jantung bekerja ekstra menyempitkan pembuluh darah sehingga terjadilah darah tinggi. Oleh karena itu gula juga menjadi salah satu makanan pantangan darah tinggi yang masih jarang orang yang mengetahuinya.

9. Margarin

Margarin sebetulnya tidak selalu buruk. Anda hanya harus memastikan untuk memilih jenis margarin yang tidak mengandung lemak trans. Baca label dengan teliti, karena sangat penting untuk selalu menghindari lemak trans dari manapun sumbernya.

10. Kopi

Jika Anda memiliki hipertensi atau prehipertensi, maka mulailah menghindari kopi dari sekarang. Secangkir kopi di pagi hari benar-benar dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara.

Jika Anda peminum kopi, maka kebiasaan inilah yang mungkin menyebabkan darah tinggi Anda melonjak. Perhatikan bahwa setiap minuman berkafein, selain kopi, juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah termasuk minuman soda atau teh berkafein.

11. Alkohol

Konsumsi alkohol secara aktif menyebabkan tekanan darah meningkat. Hal ini juga merusak dinding pembuluh darah, sekaligus meningkatkan risiko komplikasi lebih lanjut.

Baca Juga: 20 Obat Darah Tinggi Alami Paling Manjur

Oleh karena itu, jaga selalu tekanan darah Anda agar selalu normal dengan minum obat darah tinggi. Seimbangkan juga dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan menghindari makanan pantangan darah tinggi seperti di atas.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yogurt may protect women from developing high blood pressure. (2016, March 3) (http://newsroom.heart.org/news/yogurt-may-protect-women-from-developing-high-blood-pressure)
West, S. G., Gebauer, S. K., Kay, C. D., Bagshaw, D. M., Savastano, D. M., Diefenabch, C., Kris-Etherton, P. M. (2012, July). Diets containing pistachios reduce systolic blood pressure and peripheral vascular responses to stress in adults with dyslipidemia. Hypertension, 60(1), 58-63 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22665124)
Tabassum, N., Ahmad, F. (2011, January-June). Role of natural herbs in the treatment of hypertension. Pharmacognosy Review, 5(9), 30-40 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3210006/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app