Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Asparagus: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: SEP 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 760.585 orang

Apa Anda pernah mendengar kata asparagus? Atau apakah Anda mengetahui apa itu asparagus? Bagi sebagian orang mungkin asparagus sudah tidak asing lagi karena seringkali mengonsumsinya sebagai sayuran.

Akan tetapi, ternyata asparagus juga dijadikan sebagai herbal pengobatan yang memiliki berbagai kegunaan. Bagi Anda yang tidak tahu, sangatlah penting untuk mengetahui karakteristik herbal asparagus.

Jadi, mari simak detil herbal asparagus di bawah ini.

Mengenai Asparagus

Asparagus adalah tanaman yang berasal dari Eropa, dan Asia. Tanaman ini memiliki daun seperti sisik, dan batang tegak yang tumbuh setinggi 1,5 m.

Orang-orang biasanya mengonsumsi batang asparagus sebagai sayuran. Bila mengonsumsi asparagus, urin Anda akan bau menyengat karena kandungan sulfur di dalamnya.

Lain halnya dengan batang asparagus, akar dari asparagus digunakan untuk membuat obat atau suplemen herbal. Oleh sebab itu, banyak sekali orang-orang yang membudidayakan asparagus.

Golongan

Obat atau suplemen herbal asparagus ini dijual bebas, namun lebih disarankan untuk mendiskusikan penggunaannya dengan dokter.

Kemasan

Asparagus dijadikan obat atau suplemen herbal berupa ekstrak tablet, kapsul, dan bubuk.

Kandungan

Asparagus mengandung inulin, asparagusic acid, frukto oligosakarida, beta sitosterol, steroid glikosida, steroid saponin, sulfur, flavonoid, asparagin, arginin, tirosin, sarsasapogenin, asam suksinat, fitoestrogen, asam ferulat, kaempferol, quercetin, rutin, isorhamnetin, polisakarida, kalori, lemak, serat, kalium, vitamin C, vitamin E, vitamin B6, mineral, dan folat.

Manfaat Asparagus

Asparagus memiliki banyak manfaat, namun belum ada informasi yang cukup untuk menilai efektivitas kegunaan asparagus.

Adapun manfaat asparagus, yaitu untuk infeksi saluran kemih, nyeri sendi, sembelit, nyeri saraf, ketidakseimbangan hormon pada wanita, radang di paru-paru dan tenggorokan, AIDS, kanker, penyakit yang disebabkan oleh parasit, dan lainnya.

Asparagus juga digunakan untuk meningkatkan keluarnya urin, mencegah batu ginjal atau kandung kemih, serta mencegah anemia karena kekurangan asam folat. Selain itu, asparagus digunakan pula untuk mengeringkan luka, dan mengobati jerawat.

Akan tetapi, masih diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas penggunaan asparagus ini.

Efek samping Asparagus

Asparagus aman jika dikonsumsi sebagai makanan dalam jumlah yang wajar.  Akan tetapi, belum ada informasi yang cukup mengenai keamanan asparagus jika digunakan dalam jumlah yang besar sebagai obat.

Akan tetapi, asparagus memiliki efek samping berupa reaksi alergi, seperti rhinitis (iritasi), asma, sindrom alergi oral, peradangan kulit, dan anafilaksis. Asam urat pun dapat terjadi karena mengonsumsi asparagus secara berlebihan.

Dosis Asparagus

Saat ini, belum ada informasi yang cukup dalam menentukan dosis yang tepat untuk asparagus.

Akan tetapi, berdasarkan bukti klinis dosis maksimum akar asparagus kering (dalam dosis terbagi) yang dikombinasikan dengan peterseli, yaitu sebesar 2.400 mg per hari.

Dosis asparagus yang tepat, tergantung pada beberapa faktor individu seperti usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pastikan Anda mengikuti petunjuk pada label produk herbal asparagus, dan berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan asparagus.

Interaksi Asparagus

Berhati-hatilah dalam penggunaan kombinasi obat berikut:

Asparagus dapat berinteraksi dengan obat dan produk lithium, alkaloids, ascorbic acid, flavonoids, phytosterols, polyphenols, serta saponins. Konsultasilah dengan dokter Anda sebelum menggunakan asparagus.

Perhatian

Asparagus tidak aman untuk digunakan sebagai obat selama masa kehamilan karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Selain itu, tidak cukup bukti tentang keamanan menggunakan asparagus sebagai obat selama masa menyusui. Jadi, hindarilah penggunaannya agar tetap aman.

Asparagus pun dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap anggota keluarga Liliaceae, seperti bawang merah, daun bawang, dan bawang putih. Jadi, bila Anda sensitif akan hal tersebut hindarilah penggunaan asparagus.

Demikian berbagai hal mengenai herbal asparagus yang dapat Anda ketahui. Bila Anda tertarik atau memerlukan pengobatan dengan asparagus, konsultasikanlah pada dokter Anda. Hal tersebut dilakukan agar kondisi Anda selalu terpantau, dan Anda bisa mendapatkan manfaat penuh dari herbal ini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp