Vaksin Yang Digunakan Untuk Mencegah Penyakit Kelamin

Dipublish tanggal: Okt 1, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Penyakit kelamin atau sering dikenal dengan sebutan penyakit menular seksual merupakan salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat aktivitas seksual dengan penderita yang telah mengalami infeksi menular seksual atau IMS.

Orang dengan penyakit kelamin tertular melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Beberapa Infeksi memiliki cara penularan lain, non-seksual. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

Risiko tertular Infeksi menular seksual dapat dikurangi dengan menghindari kontak seksual atau dengan penggunaan kondom secara konsisten selama aktivitas seksual atau dengan mempraktikkan bentuk-bentuk keintiman seksual yang lebih aman. 

Dalam beberapa kasus, orang dapat mengurangi risiko tertular penyakit menular seksual dengan divaksinasi. 

Tingkat Penularan Infeksi Menular Seksual Menurut WHO

Setiap tahun, diperkirakan ada 376 juta infeksi baru dengan 1 dari 4 IMS: klamidia, gonore, sifilis, dan trikomoniasis

  • Lebih dari 500 juta orang diperkirakan memiliki infeksi genital dengan virus herpes simplex
  • Lebih dari 290 juta wanita memiliki infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Sebagian besar IMS tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan yang mungkin tidak diakui sebagai IMS.
  • IMS seperti HSV tipe 2 dan sifilis dapat meningkatkan risiko penularan HIV.
  • 988.000 wanita hamil terinfeksi sifilis pada tahun 2016, menghasilkan lebih dari 350.000 hasil kelahiran yang merugikan termasuk 200.000 bayi lahir mati dan kematian bayi baru lahir

Vaksin Pencegahan Infeksi Kelamin

Salah satu alat pencegahan penting terhadap penyakit menular dan infeksi. Saat ini, vaksin tersedia untuk melindungi terhadap infeksi HPV, hepatitis A dan hepatitis B. Vaksin lain sedang dikembangkan seperti untuk HIV dan virus herpes simpleks (HSV).

Vaksin HPV

CDC merekomendasikan semua anak laki-laki dan perempuan mendapatkan vaksin HPV pada usia 11 atau 12 tahun. Vaksin ini menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat ketika usia remaja. 

Untuk alasan ini, hingga usia 14 tahun, hanya dua dosis vaksin yang diperlukan. Perempuan dan laki-laki muda bisa mendapatkan vaksin hingga usia 26 tahun, tetapi bagi mereka yang berusia 15 tahun ke atas, diperlukan tiga tahap dosis penuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang tertular virus. 

Virus Ini dapat menyebar secara seksual, atau melalui berbagi peralatan penggunaan narkoba suntikan, jarum suntik, kelahiran ibu yang terinfeksi, kontak dengan luka terbuka atau luka orang yang terinfeksi, dan berbagi pisau cukur atau sikat gigi dengan orang yang terinfeksi. 

Gejala infeksi hepatitis B antara lain demam, sakit perut, dan penyakit kuning. Hingga 95% orang dewasa yang terinfeksi virus dapat pulih tanpa infeksi permanen, Namun beberapa juga terinfeksi dan berisiko penyakit hati serius. 

Vaksinasi hepatitis B direkomendasikan untuk semua anak, dimulai sejak lahir dalam rangkaian tiga dosis yang tersebar selama berbulan-bulan. Selain itu, semua anak-anak dan remaja di bawah usia 19 tahun yang belum divaksinasi direkomendasikan untuk menerima vaksin, seperti juga orang dewasa yang berisiko terinfeksi HBV.

Vaksin HAV

Hepatitis A adalah penyakit hati yang serius. Ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). 

HAV disebarkan dari orang ke orang melalui kontak dengan kotoran (tinja) dari orang yang terinfeksi, yang dapat dengan mudah terjadi jika seseorang tidak mencuci tangannya dengan benar. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Anda juga bisa mendapatkan hepatitis A dari makanan, air, atau benda yang terkontaminasi HAV. 

Gejala hepatitis A dapat meliputi:

Gejala-gejala ini biasanya muncul 2 hingga 6 minggu setelah paparan dan biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan, 

Anak-anak secara rutin di vaksinasi antara usia 12 hingga 23 bulan. Anak-anak yang lebih tua dan remaja bisa mendapatkan vaksin setelah 23 bulan. Orang dewasa yang belum divaksinasi sebelumnya dan ingin dilindungi terhadap hepatitis A juga bisa mendapatkan vaksin.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hepatitis A Vaccine (Intramuscular Route) Description and Brand Names. Mayo Clinic. (Accessed via: https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/hepatitis-a-vaccine-intramuscular-route/description/drg-20067499)
Hepatitis A and B Vaccinations: Why You Need Them. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/prevention-15/vaccines/need-hepatitis-vaccines)
Hepatitis A - Vaccines. Vaccines. (Accessed via: https://www.vaccines.gov/diseases/hepatitis_a)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app