Kenali hepatitis dan Cara Menanganinya

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.509.662 orang

Hati merupakan salah satu organ yang paling penting. Organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula, lemak, vitamin dan gizi. Memerangi racun dalam tubuh seperti alkohol, menyaring produk-produk yang tidak berguna lagi dari darah dan bertindak sebagai semacam pengaruh bagian tubuh yang menjamin terjadinya keseimbangan zat-zat kimia dalam sistem itu.

Salah satu penyakit yang sering menyerang organ hati yaitu penyakit hepatitis. Pastinya Anda sering mendengar tentang penyakit tersebut. Penyakit ini merupakan peradangan dari organ hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebabgt;infeksi yang disebabkan oleh berbagai macam virus tergantung pada jenis hepatitisnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Terjadinya hepatitis sudah mulai mengalami peningkatan khususnya di Indonesia. Walalupun mengalami peningkatan kejadian, minimnya informasi tentang penyakit ini menyebabkan kebanyakan masyarakat kurang waspada terhadap penularan penyakit ini. Berikut artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyakit hepatitis. Selamat membaca.

Apa sih penyakit hepatitis itu?

Hepatitis virus merupakan istilah yang digunakan untuk infeksi hati yang disebabkan oleh virus, identifikasi virus penyakit dilakukan terus menerus, tetapi agen virus A, B, C, D, E, F dan G terhitung kira-kira 95% kasus dari hepatitis virus akut. Penyakit   hepatitis   yang   sering   ditemukan   di   Indonesia   yaitu   penyakit Hepatitis  A, Hepatitis  B,  dan  Hepatitis  C.  

Hepatitis A rute penularan yaitu melalui kontaminasi oral-fekal, HVA terdapat dalam makanan dan air yang terkontaminasi. Potensi penularan infeksi hepatitis ini melalui sekret saluran cerna. Umumnya terjadi didaerah kumuh berupa endemik. Hepatitis A pada umumnya dapat di tulari melalui mulut, misalnya melalaui gelas atau sendok bekas yang di pakai penderita hepatitis A. Terkadang dapat juga melalui keringat penderita atau melalui jarum suntik bekas yang di pakai pada penderita hepatitis A.

Hepatitis B, penularan virus ini melalui rute tranfusi darah, jarum suntik, atau hubungan seks. Golongan yang beresiko tinggi adalah mereka yang sering tranfusi darah, pengguna obat injeksi, pekerja parawatan kesehatan dan keamanan masyrakat yang terpajan terhadap darah, pria homoseksual, pria dan wanita dengan pasangan heteroseksual, anak kecil yang terinfeksi ibunya, resipien produk darah tertentu dan pasien hemodialisa. 

Hepatitis C, merupakan penyebab tersering infeksi hepatitis yang ditularkan  melalui suplai darah komersial. HCV ditularkan dengan cara yang sama seperti HBV, tetapi terutama melalui tranfusi darah. Populasi yang paling sering terinfeksi adalah pengguna obat injeksi, individu yang menerima produk darah, potensial risiko terhadap pekerja perawatan kesehatan dan keamanan masyarakat yang terpajan pada darah.

Apa saja tanda dan gejala pada penderita hepatitis?

Semua hepatitis Virus mempunyai gejala yang hampir sama, sehingga secara klinis hampir tidak mungkin dibedakan satu sama lain. Dokter hanya dapat memperkirakan saja jenis hepatitis apa yang di derita pasiennya dan untuk membedakannya secara pasti masih diperlukan bantuan melalui pemeriksaan darah penderita.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Gejala penderita hepatitis virus mula mula badanya terasa panas, mual dan kadang-kadang muntah, setelah beberapa hari air seninya berwarna seperti teh tua, kemudian matanya terlihat kuning, dan akhirnya seluruh kulit tubuh menjadi kuning.

Pasien hepatitis virus biasnya dapat sembuh setelah satu bulan. Hampir semua penderita hepatitis A dapat sembuh dengan sempurna, sedangkan penderita hepatitis C dapat menjadi kronis.

Sebagian besar penderita hepatitis B akan sembuh sempurna, tetapi sebagian kecil akan mengalami kronis atau meninggal. Penderita hepatitis B yang menahun setelah 20-40 tahun kemudian ada kemungkinan hatinya mengeras atau sirosis, dan ada pula yang berubah menjadi kanker hati.


Diagnosis penyakit hepatitis

Diagnosis penyakit hepatitis dapat dilakukan dengan anamnesa riwayat penyakit, pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya pembesaran hati dan melihat apabila adanya perubahan warna menjadi kuning. Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk memastikan suatu diagnosa, termasuk:

  • Tes Antibodi: tes antibodi dilakukan untuk mengetahui keberadaan virus hepatitis baik untuk hepatitis A, B atau C. Tes antibodi yang dapat terdeteksi pada penderita hepatitis adalah anti HAV, anti HBc, anti HBs, anti HBe dan anti HCV. 
  • Tes fungsi hati: tes yang dilakukan untuk memeriksa fungsi hati adalah AST/SGOT dan ALT/SGPT.
  • Ultrasound: pemeriksaan ultrasound dapat mendeteksi apabila ada kelainan seperti kerusakan hati, tumor atau pembesaran hati. 
  • Tes Antigen: tes antigen yang biasa dilakukan adalah HBsAg, HBeAg, HBV DNA dan HCV RNA.
  • Biopsi

Bagaimana cara mengobati penderita hepatitis? 

Tidak terdapat terapi spesifik untuk hepatitis virus akut. Beristirahat selama fase akut penting dilakukan dan diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat umumnya merupakan makanan yang paling dapat dimakan oleh penderita.

Pemberian makanan secara intravena mungkin perlu diberikan selama fase akut bila pasien terus-menerus muntah. Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi dan sehingga gejala mereda dan tes fungsi hati kembali normal.

Pengobatan terpilih untuk hepatitis B atau hepatitis C simtomatik adalah terapi antivirus dengan interferon-α. Terapi antivirus untuk hepatitis D kronis membutuhkan pasien uji eksperimental. Jenis hepatitis kronis ini memiliki resiko tertinggi untuk berkembangnya sirosis. Perlu Anda ingat bahwa obat hepatitis hanya diperoleh dengan resep dokter.

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas, segera konsultasikan ke dokter untuk penegakkan diagnosis pasti dan penanganan yang lebih baik. Seseorang yang telah terdiagnosis hepatitis harus selalu rutin menjalani program kontrol yang dijadwalkan oleh dokter.

Program kontrol yang dianjurkan adalah paling tidak setiap 6 bulan untuk memantau perkembangan infeksi penyakit Anda. Hindari juga semua faktor-faktor resiko yang dapat menularkan virus hepatitis sehingga terhindar dari infeksi virus tersebut. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit