Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN

Vaksin HPV: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Feb 20, 2020 Tinjau pada Jul 19, 2019 Waktu baca: 2 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • HPV atau Human Papillomavirus adalah salah satu penyebab kanker serviks yang terjadi akibat penyakit infeksi menular seksual
  • Pemberian vaksin HPV dapat membantu mencegah risiko penyakit kanker serviks hingga 80 persen
  • Vaksin HPV dapat dilakukan sejak usia 9 tahun yang terbagi menjadi 2 kali pemberian dosis, sementara jika sudah di atas 15 tahun, vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis terbagi
  • Vaksin HPV harus dilakukan dalam kondisi sehat. Ibu hamil dan mereka yang memiliki alergi terhadap vaksin HPV tidak diperbolehkan melakukan vaksinasi
  • Meski jarang terjadi, vaksin HPV juga dapat menimbulkan efek samping seperti demam, pusing, mual, dan ruam kemerahan di area suntikan

HPV atau Human Papillomavirus adalah salah satu penyebab kanker serviks yang terjadi akibat penyakit infeksi menular seksual. Kanker serviks sendiri termasuk ke jenis kanker yang cukup banyak menyerang kaum wanita setelah kanker payudara. Kanker serviks terjadi di bagian leher rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. 

Penyakit kanker serviks bisa disebabkan melalui hubungan seksual baik secara anal, oral, maupun vaginal. Penyakit kanker serviks sendiri umumnya tidak menimbulkan gejala apapun sehingga salah satu cara pencegahannya adalah dengan melakukan vaksin HPV. Pemberian vaksin HPV secara berkala terbukti mengurangi persentase timbulnya kanker hingga 80 persen.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Aktivitas seksual yang tidak sehat menjadi faktor utama penularan virus human papilloma. Virus yang telah masuk ke dalam tubuh tidak langsung menimbulkan gejala hingga dalam waktu lebih dari 1 tahun. Infeksi HPV sendiri dapat menyerang pria atau wanita dalam usia muda dan mereka yang suka berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.

Apa itu Vaksin HPV?

Vaksin HPV merupakan benteng utama dalam pencegahan kasus HPV dengan tujuan mencegah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus HPV penyebab penyakit di area kelamin yang dapat menimbulkan risiko kanker. Infeksi HPV biasanya mulai menular sejak pada usia 20 tahun sehingga vaksin HPV sebaiknya diberikan pada laki-laki dan perempuan di usia 9-14 tahun.

Kapan Vaksin HPV dapat diberikan?

Vaksin HPV mulai diberikan pada usia 9-14 tahun yang terbagi menjadi 2 dosis dan diberikan setiap 6 dan 12 bulan. Sementara itu, pembagian dosis vaksin HPV akan sedikit berbeda jika dilakukan di atas usia 15 tahun yang dibagi ke dalam 3 dosis, yaitu pada bulan 1, bulan 3, dan bulan ke-6. Pemberian vaksin HPV dapat diberikan setelah 10 tahun terhitung dari vaksin terakhir karena vaksin HPV hanya ampuh selama 10 tahun.

Siapa yang tidak boleh diberikan Vaksin HPV?

Terdapat pengecualian pada pemberian vaksin HPV di mana vaksin HPV merupakan vaksin inaktif yang mungkin dapat menyebabkan efek reaksi alergi. Untuk mencegah hal tersebut, vaksin HPV tidak dapat diberikan pada orang yang mempunyai alergi terhadap vaksin HPV.

Selain itu, vaksin HPV juga tidak boleh diberikan pada ibu hamil sampai melewati masa persalinan tetapi hingga saat ini, riset masih dilakukan untuk memastikan keamanan vaksin HPV pada janin. Pemberian vaksin HPV juga harus dilakukan dalam kondisi sehat untuk mencegah resiko timbulnya efek samping dan memastikan efektivitas vaksin.

Baca juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Efek samping yang dapat ditimbulkan pada Vaksin HPV

Sama seperti obat-obatan lain, pemberian vaksin HPV juga dapat menimbulkan efek samping terutama sesaat setelah suntikan vaksin dilakukan. Beberapa efek samping yang ditimbulkan antara lain demam, sakit kepala, bengkak, dan kemerahan di area suntikan. Selain itu, otot kaku, muntah, lemas, pusing mungkin juga terjadi walau sangat jarang terjadi.

Hubungan antara Vaksin HPV dengan Kanker Serviks

Kanker serviks yang dapat disebabkan oleh infeksi HPV umumnya dimulai di usia 20-30 tahun, untuk itu dibutuhkan pencegahan melalui pemberian vaksin HPV. Selain itu, karena kanker serviks seringkali tidak menimbulkan gejala, maka pemeriksaan kesehatan dengan cara pap smear sebagai screening awal dapat dilakukan. 

Selain mencegah dengan pemberian vaksin HPV, tetapi menghentikan kebiasaan merokok, melakukan hubungan seks yang sehat dengan menggunakan kondom, serta menghindari penggunaan pil KB jangka panjang juga dapat diterapkan untuk meminimalisir risiko kanker serviks.

Baca juga: Penyebab Kanker Serviks


23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp