Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN

Hepatitis B: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: SEP 17, 2019 Tinjau pada SEP 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.279.049 orang

Apakah Hepatitis B?

Hepatitis B adalah radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat menyebabkan gejala akut atau kronis pada si penderitanya. Bentuk gejala akut pada penyakit ini biasanya sembuh dalam beberapa minggu namun bisa berlangsung sampai 6 bulan, sementara hepatitis B kronis dapat bertahan seumur hidup.

Banyak orang dengan hepatitis B akut atau kronis tidak mengalami gejala, namun komplikasi serius dan mengancam jiwa masih dapat berkembang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 90 % bayi yang terinfeksi HBV dalam tahun pertama kehidupan mereka, akan menderita hepatitis B kronis, dan pada anak-anak yang terinfeksi sebelum usia 6 tahun, 30 sampai 50 %  diantaranya akan menderita hepatitis B kronis.

Sedangkan pada orang dewasa, hanya 5% diantara mereka yang terinfeksi HBV akan menderita Hepatitis B kronis.

Penyebab Hepatitis B

Penyebab hepatitis B adalah virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B ini dapat menyebabkan gejala akut dan kronis pada penderita dan penularannya sangat mudah terjadi. Penularan hepatitis B dapat melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain penderita. 

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang meningkatkan penyebaran hepatitis B:

  • Memakai jarum suntik dan obat terlarang
  • Memiliki luka terbuka dan terinfeksi
  • Tattoo pada tubuh atau tindikan yang dilakukan dengan perawatan alat tidak steril
  • Melakukan hubungan intim dengan pemakai obat-obat terlarang
  • Transfusi darah 

Tanda dan Gejala Hepatitis B

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tidak semua orang yang terinfeksi HBV akan menunjukan suatu gejala, namun orang dewasa dan anak di atas 5 tahun cenderung menunjukkan tanda-tanda hepatitis B akut. 

Sekitar 70 persen orang dewasa dengan hepatitis B akut mengalami gejala, yang dapat meliputi:

  • Demam
  • Letih dan lesu
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nyeri otot, sendi, atau perut
  • Urin berwarna gelap
  • Kotoran berwarna abu-abu
  • Jaundice (Sakit kuning)

Gejala ini muncul rata-rata  satu sampai tiga bulan setelah terpapar virus. 

Beberapa orang dengan hepatitis B kronis mungkin memiliki gejala yang sama seperti hepatitis B akut, namun kebanyakan orang tidak mengalami gejala selama 20 tahun atau lebih.

Hepatitis B akut dapat menyebabkan gagal hati, yang menyebabkan kematian, namun hal ini sangat jarang terjadi. Menurut CDC meskipun hepatitis B kronis sering tidak menimbulkan gejala, sekitar 15 sampai 25 persen orang dengan penyakit ini mengalami komplikasi serius. 

Komplikasi dari hepatitis B termasuk sirosis (parut hati) dan kanker hati. Menurut WHO lebih dari 780.000 orang meninggal di seluruh dunia karena komplikasi ini setiap tahunnya.

Diagnosis Hepatitis B

Untuk mengetahui apakah Anda menderita hepatitis B, dokter Anda pertama-tama akan memeriksa riwayat medis dan gejala yang Anda alami serta melakukan pemeriksaan fisik pada Anda. 

Jika dokter Anda menduga bahwa Anda mungkin menderita hepatitis B, dokter akan meminta untuk melakukan tes darah untuk mendiagnosis kondisi Anda. Perlu diingat bahwa hepatitis B tidak dapat dibedakan dari bentuk peradangan hati lain tanpa tes laboratorium.

Serangkaian tes ini disebut panel, yang mana dalam prosesnya mencari antigen dan antibody yang terkait dengan hepatitis B. Antigen adalah zat pada permukaan virus yang menyebabkan respons imun seperti produksi antibodi. Antibodi adalah zat yang dihasilkan tubuh untuk menyerang dan menghancurkan virus.

Tes Darah untuk Hepatitis B

Jika hasil tes Anda positif untuk antigen permukaan hepatitis B (HBsAg), Anda memiliki HBV dalam darah. Selain itu, Anda memiliki infeksi kronis jika memiliki tes positif untuk HBsAg secara konsisten setidaknya selama 6 bulan. 

Jika hasil tes Anda negatif untuk HBsAg namun positif untuk antibodi permukaan hepatitis B (anti-HBs), maka Anda pernah menderita Hepatitis B di masa lalu atau mungkin pernah menerima vaksin HBV.

Tes lain untuk mendeteksi hepatitis B akut mencari antibodi IgG terhadap antigen inti hepatitis B (IgG anti-HBc). Hasil positif antibodi terhadap antigen ini - antibodi inti hepatitis B (anti-HBc)(+) memiliki arti bahwa Anda saat ini sedang terinfeksi HBV atau bahwa Anda pernah terinfeksi HBV, tergantung pada hasil pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs.

Antigen hepatitis B "e" (HBeAg) hanya dapat ditemukan di darah selama infeksi aktif dan menandakan tingkat replikasi virus yang tinggi (dan akibatnya dapat menular dengan mudah pada orang lain). Di sisi lain, memiliki antibodi hepatitis B "e" (HBeAb atau anti-HBe) berarti Anda memiliki hepatitis B kronis namun memiliki tingkat virus yang rendah, dan dengan demikian berisiko rendah mengalami komplikasi.

Tidak seperti tes antigen dan antibodi ini, tes DNA virus hepatitis B dapat secara langsung mendeteksi adanya DNA virus dalam darah Anda. 

Penanganan Hepatitis B

Mengenai pengobatan, tidak ada metode khusus untuk mengobati hepatitis B. Tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit (seperti parasetamol), obat anti mual (metoclopramide) , serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya.

Sementara itu, pengobatan untuk hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati. Penanganan penyakit ini adalah menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk menghambat produksi virus dan mencegah kerusakan pada hati. 

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya kerusakan pada hati, termasuk:

  • Tes darah
  • USG
  • FibroScan (alat untuk mengukur tingkat pembentukan jaringan luka dan pengerasan jaringan hati)
  • Biopsi hati (proses ini jarang digunakan) 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit