ROMANTISME CIUMAN BIBIR BERISIKO MEMBAWA 8 PENYAKIT

Dipublish tanggal: Sep 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Hubungan seksual dan ciuman bibir nampaknya merupakan dua hal yang melekat. Di balik sensasi yang diberikan ketika ciuman bibir, ternyata hal ini justru beresiko karena ini akan menjadi media penularan berbagai penyakit. 

Penelitian membuktikan, pada satu ciuman bibir yang hanya berlangsung selama 10 detik saja sudah mentransferkan sekitar 80 juta bakteri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Faktanya itu berciuman bibir dengan orang yang disayangin bermanfaat banyak untuk psikologis hingga kesehatan tubuh. Akan tetapi, melakukan hal ini akan beresiko tertular penyakit yang sama apabila pasangan Anda sedang mengalami infeksi penyakit.

Pada sebuah penelitian menemukan fakta ketika pasangan sering berciuman maka dalam air liur mereka akan memiliki tipe bakteri yang sama. Ini merupakan suatu pembuktian jika disaat ciuman terjadi perpindahan bakteri. 

Hal lain menyatakan, jika perpindahan bakteri ini berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Akan tetapi hal itu masih belum bisa dibuktikan secara klinis.

Beragam penyakit akibat berciuman bibir

Terdapat beberapa penyakit yang akan timbul lewat ciuman bibit, seperti:

Pilek 

Penyakit ini dapat menular lewat kontak langsung dengan virus lewat udara atau lewat cairan tubuh di saluran napas, seperti pada dahak atau ingus orang yang terinfeksi. Lewat berciuman, lebih meningkatkan resiko tertular virus.

Demam Kelenjar

Demam kelenjar merupakan penyakit akibat infeksi virus Epstein-Barr yang juga dikenal sebagai penyakit ciuman atau mononukleosis. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Beberapa gejala dari penyakit ini adalah tenggorokan terasa panas, sakit kepala, demam, nyeri di seluruh tubuh, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan ketiak. 

Tidak perlu khawatir karena kelenjar tersebut umumnya tidak berbahaya. 

Akan tetapi hal ini bisa jadi membawa resiko komplikasi serius, seperti pembesaran limpa, gangguan hati, trombositopenia, anemia, pembengkakan amandel, peradangan otot jantung, dan komplikasi sistem saraf. 

Komplikasi ini lebih beresiko pada mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh. 

Infeksi Herpes

Herpes genital merupakan penyakit akibat infeksi herpes simplex virus (HSV). Penyakit ini memiliki dua jenis virus, yaitu dengan tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). 

HSV 1 umumnya menular melalui mulut ke mulut yang menyebabkan herpes oral, yang dikenal dengan infeksi mulut atau bibir. Virus pada penyakit ini dapat menular ketika seseorang berciuman dengan penderita herpes dan akan menimbulkan infeksi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

Ini akan lebih mungkin terjadi apabila terdapat luka melepuh pada penderita, sekalipun lukanya telah sembuh.

Cacar Air

Cacar air disebabkan adanya infeksi oleh virus varicella-zoter. Kondisi ini umunya terkena pada anak-anak, namun akan lebih buruk apabila terjadi pada orang dewasa, apalagi yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. 

Gejala awal dari cacar air akan mirip dengan demam, seperti hilangnya nafsu makan, kelelahan, sakit kepala, dan muncul ruam pada tubuh. 

Penularan virus dari penyakit ini melalui kontak langsung, bisa saja saat berciuman dan lewat aliran udara yang dihirup.

Kutil 

Penyakit yang disebabkan oleh virus Human pipillomavirus (HPV) ini kurang lebih memiliki 100 jenis virus yang menyebabkan munculnya kutil. Umumnya kutil akan berbentuk kecil dengan warna yang serupa dengan kulit. 

Kutil yang terdapat pada mulut bisa menular lewat ciuman bibir, dan akan lebih mungkin jiak terdapat luka pada sekitaran mulut.

Penyakit yang disebabkan bakteri meningokokus

Meningitis dan septikemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri meningokokus. Meningitis meerupakan peradangan selaput otak dan saraf tulang belakang

Sedangkan septikemia merupakan kondisi ketika terjadi infeksi bakteri yang sudah menyebar ke dalam darah. 

Hal ini membutuhkan penanganan yang cepat, karena jika terlambat septikemia akan berkembang menjadi komplikasi berbahaya yang dikenal dengan sepsis. 

Sepsis merupakan kondisi peradangan pada seluruh tubuh yang menyebabkan pembekuan darah dan terhalanngnya suplai oksigen menuju orang-organ vital.

Radang Tenggorokan

Umumnya penyebab dari rada teggorokan adalah infeksi viru atau bakteri Streptococcus yang menyebar melalui air liur. 

Apabila seseorang berciuman dengan orang yang sedang sakit tenggorokan akibat infeksi, hal ini akan beresiko menularkan virus dan bakteri tersebut.

Hepatitis B

Virus hepatitis B akan tertular melaui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita seperti dari darah dan air mani

Hal ini dapat terjadi ketika sedang berhubungan seksual yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik yang sama dengan penderita hepatitis B. selain lewat darah dan air mani, penyakit ini juga akan menular lewat air liur.

Namun, belum dapat dipastikan resiko penularan virus hepatitis B melalui ciuman. Kemungkinan akan lebih beresiko jika berciuman dengan penderita yang terdapat luka terbuka pada mulut.

Anda tidak perlu terlalu cemas, karena faktantya berbagai penyakit serius akibat ciuman akan sangat jarang terjadi. 

Untuk melakukan ciuman bibir dengan pasangan bukan merupakan suatu hal yang dilarang, karena resiko penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaaan hidup sehat. 

Hal tersebut seperti rutin menjaga kesehatan gigi dan mulut, menghindari ciman bibir dengan pasangan yang sedang sakit, dan menjalani imunisasi untuk mencegah tertularnya penyakit akibat ciuman bibir.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Syphilis. (2018). (https://www.cdc.gov/std/syphilis/)
Sexually transmitted diseases. (2019). (https://www.cdc.gov/std/default.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app