8 Fakta Menarik Tentang Ciuman dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Jul 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
8 Fakta Menarik Tentang Ciuman dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ciuman bibir yang dilakukan oleh pasangan adalah salah satu tanda cinta yang akan membuat sebuah hubungan semakin romantis. Selain menambah gairah, sebenarnya diam-diam ada banyak manfaat ciuman bagi kesehatan. Berikut ini beberapa fakta menarik sekaligus mengejutkan tentang ciuman yang perlu Anda tahu.

Fakta seputar ciuman dan kaitan dengan kesehatan

1. Orang takut berciuman

Menjadi hal yang wajar jika seseorang merasa cemas ketika akan berciuman untuk pertama kalinya. Bahkan ada orang yang benar-benar takut untuk melakukan ciuman bibir, kondisi ini disebut dengan philemaphobia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Bagi pengidap philemaphobia, selalu ada banyak alasan untuk tidak mencium pasangannya. Bisa saja karena takut ada bakteri yang mungkin berpindah, berpikir itu adalah hal yang jorok, ataupun disebabkan karena pengalaman buruk yang pernah dimilikinya karena ciuman bibir sebelumnya.

2. Sekitar 80 juta bakteri berpindah ketika berciuman

Setidaknya ada 700 jenis bakteri yang secara alami ada di dalam mulut. Sebuah studi melaporkan bahwa ciuman bibir yang dilakukan selama 10 detik saja bisa memindahkan sebanyak 80 juta bakteri dari masing-masing mulut. 

Dalam studi lainnya dinyatakan bahwa pasangan yang berciuman 9 kali dalam sehari akan mempunyai jenis bakteri yang sama dalam mulut mereka. Namun demikian, Anda tidak perlu cemas karena sebagian bakteri yang ada dalam mulut tidak berbahaya dan berpeluang kecil menyebabkan gangguan kesehatan.

3. Berciuman dapat meningkatkan kekebalan tubuh

Meskipun saling memindahkan bakteri, berciuman ternyata juga dapat meningkatkan sistem imun. Berdasarkan studi, pertukaran bakteri yang terjadi dalam mulut ketika berciuman membuat tubuh mengenali bakteri asing yang sebelumnya tidak diketahui.

Sekilas terdengar merugikan, hal tersebut justru digunakan oleh tubuh untuk mengenali bakteri. Setelah itu, hal ini digunakan untuk membentuk strategi penyerangan.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Medical Hypotheses, wanita yang mencium pasangannya cenderung lebih kebal terhadap virus penyebab gangguan saat kehamilan dan menyebabkan bayi lahir cacat, yaitu virus cytomegalovirus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

4. Mencium pasangan sebagai olahraga wajah

Tim peneliti asal Rayne Institute dari University College, London, mengungkapkan bahwa selama berciuman dengan pasangan, maka Anda seperti sedang melakukan senam wajah. Pasalnya, satu kali ciuman bibir melibatkan sebanyak 146 otot di sekitar mulut yaitu orbicularis oris. 

Senam wajah dapat membuat wajah tampak lebih muda. Bila aktivitas ciuman sama seperti senam wajah, ini artinya mencium pasangan sedikit banyak bisa membantu membuat Anda awet muda. 

5. Berciuman dapat membakar kalori

Tak hanya otot-otot wajah, berciuman juga membuat otot-otot tubuh lainnya ikut bekerja keras. Semakin banyak otot tubuh yang bekerja, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar. 

Para ahli mengungkapkan bahwa ketika berciuman, tubuh akan membakar kalori sebanyak 2-6 kalori per menit. Semakin lama Anda berciuman, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar.

6. Ciuman bibir akan meningkatkan rasa bahagia

Ketika berciuman dengan pasangan, Anda akan merasakan ada kenyamanan dan kebahagiaan tersendiri yang muncul karena adanya hormon kortisol, endorfin, dan dopamin. Hormon kortisol akan menurunkan stres dan menjadikan tubuh lebih rileks. 

Sedangkan hormon endorfin dan dopamin adalah hormon bahagia yang dapat menjaga mood Anda seharian.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

7. Ternyata ini alasannya memiringkan kepala ke kanan saat berciuman

Bila Anda lihat di film-film, sepasang kekasih yang sedang berciuman akan memiringkan kepalanya ke sebelah kanan. Ternyata, hal tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah, lho!

Sebuah penelitian yang diadakan di Bangladesh menemukan bahwa hal tersebut berkaitan dengan pembagian kerja otak. Sama halnya dengan tangan ketika bekerja, otak lah yang mengatur tangan mana yang digunakan. 

Jika Anda menulis dengan menggunakan tangan kiri, bisa jadi Anda kidal. Ketika berciuman, maka Anda akan cenderung memiringkan kepala ke sebelah kiri. 

Begitu juga sebaliknya. Jika Anda menggunakan tangan kanan untuk menulis, maka ketika berciuman refleks kepala Anda akan miring ke kanan.

8. Menutup mata ketika berciuman sebagai tanda sangat menikmatinya

Menurut sebuah studi dalam Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance, manusia lebih peka terhadap sensasi sentuhan ketika berciuman tanpa ada gangguan visual. Hal inilah yang membuat banyak orang refleks menutup mata saat berciuman. Mengapa demikian?

Ketika mata terbuka, maka otak akan sibuk memproses berbagai informasi yang dilihat oleh mata. Akibatnya, Anda akan sulit berkonsentrasi pada rangsangan yang diterima oleh bibir. Sedangkan jika Anda berciuman sambil menutup mata, fokus Anda akan tertuju pada aktivitas ciuman dan membuat aktivitas ini kian bergairah.

Baca Juga: Romantisme Ciuman Bibir Berisiko Membawa 8 Penyakit

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wlodarski R, et al. (2013). Examining the possible functions of kissing in romantic relationships. (https://doi.org/10.1007/s10508-013-0190-1)
Siddiqui A, et al. (2011). Effects of vasodilation and arterial resistance on cardiac output. (https://doi.org/10.4172/2155-9880.1000170)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app