Pentingnya Imunisasi Sejak Dini untuk Cegah Penyakit

Dipublish tanggal: Feb 12, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2021 Waktu baca: 4 menit
Pentingnya Imunisasi Sejak Dini untuk Cegah Penyakit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Imunisasi adalah proses memasukkan sejenis antibodi ke dalam tubuh untuk meningkatkan sistem imun terhadap penyakit;
  • Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa;
  • Manfaat imunisasi adalah terbentuknya pertahanan tubuh terhadap berbagai macam penyakit. Kalaupun terjadi efek samping, reaksi serius jarang terjadi;
  • Efek samping imunisasi antara lain nyeri atau bekas kemerahan di area kulit yang disuntik, demam, pusing, mual, hingga hilang nafsu makan;
  • Ada 5 jenis vaksin yang wajib diberikan untuk anak di Indonesia adalah vaksin hepatitis B, vaksin polio, vaksin BCG, vaksin DTP, dan vaksin campak;
  • Klik untuk memesan berbagai macam vaksin dengan harga terjangkau dan layanan profesional yang tersedia di HDmall.

Imunisasi merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari berbagai macam penyakit. Umumnya, kegiatan imunisasi atau vaksinasi dilakukan sejak bayi untuk membentuk kekebalan tubuhnya. Bahkan, di Indonesia sendiri ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan pada anak. Apa saja? 

Sekilas tentang daya tahan tubuh

Tubuh manusia sebetulnya secara alami memiliki kemampuan untuk mendeteksi suatu penyakit. Makanya, beberapa jenis penyakit seperti batuk, pilek, dan demam ringan dapat sembuh sendiri tanpa perlu minum obat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Itu artinya, sistem imun tubuh manusia bisa dibilang cukup untuk mengalahkan kuman atau bakteri penyebab penyakit tersebut. 

Sistem imun sendiri adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari kumpulan sel yang bekerja sama untuk melawan benda asing, seperti kuman penyakit hingga racun yang masuk ke dalam tubuh.

Akan tetapi, lain ceritanya jika kuman penyakit tergolong ganas atau berbahaya, sistem imun tubuh mungkin tidak mampu melawannya. 

Apalagi kalau daya tahan tubuh kita cenderung lemah, tubuh tidak akan mampu mencegah perkembangbiakan kuman atau penyakit yang masuk. Bisa saja bukan cuma menyebabkan tubuh jatuh sakit, hal ini juga dapat memicu penyakit berat yang membawa kecacatan hingga kematian.

Apa itu imunisasi?

Imunisasi berasal dari kata 'imun' yang berarti resisten atau kebal. Imunisasi adalah proses memasukkan sejenis antibodi ke dalam tubuh untuk meningkatkan sistem imun terhadap penyakit. 

Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan pada penyakit tertentu saja. Maka dari itu, setiap orang membutuhkan beberapa jenis imunisasi agar terhindar dari penyakit lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Paket vaksin hepatitis b di nk health klinik

Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa. Selain untuk meningkatkan kekebalan, imunisasi ini juga dapat mengurangi angka kematian dan kecacatan yang sangat membahayakan kesehatan.

Baca juga: Vaksin dan Imunisasi Ternyata Berbeda, Ortu Wajib Tahu

Apa saja manfaat imunisasi dan adakah efek sampingnya?

Salah satu manfaat imunisasi yang paling utama adalah terbentuknya pertahanan tubuh seumur hidup. Selain itu, imunisasi juga tergolong murah, efektif, dan tidak berbahaya. Tentu tidak akan sebanding dengan potensi komplikasi yang timbul apabila terserang penyakit tersebut secara alami.

Berkat imunisasi pula, jumlah pasien yang perlu mendapat perawatan menjadi berkurang sehingga masyarakat tidak terbebani dengan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Dalam jangka panjang, pemenuhan imunisasi akan meningkatkan kualtias hidup anak dan meningkatkan produktivitasnya di masa mendatang.

Namun, sama seperti obat-obatan lainnya, imunisasi juga tetap bisa menimbulkan reaksi efek samping tertentu pada sebagian orang dan biasanya tergolong ringan. 

Sejumlah efek samping imunisasi tersebut antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4
  • Nyeri atau bekas kemerahan di area kulit yang disuntik
  • Demam
  • Pusing
  • Mual
  • Hilangnya nafsu makan

Efek samping imunisasi yang tergolong parah bisa menyebabkan kejang dan reaksi alergi, tetapi ini jarang sekali terjadi. Bila itu terjadi pada anak, segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat.

Baca juga: Amankah Imunisasi Saat Bayi Batuk dan Pilek?

Jenis-jenis imunisasi

Di Indonesia, ada 5 jenis vaksin yang wajib diberikan untuk anak, yaitu:

1. Vaksin hepatitis B

Vaksin hepatitis B paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian injeksi vitamin K1. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K. 

Bayi yang lahir dari ibu HbsAg positif dapat diberikan vaksin hepatitis B dan HBIg pada ekstremitas yang berbeda. Ini dilakukan untuk mencegah infeksi perinatal yang beresiko tinggi terhadap hepatitis B kronik. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi

2. Vaksin polio

Pada saat bayi lahir atau saat dipulangkan, bayi harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan dengan vaksin polio oral (OPV) atau inaktivasi (IPV).

Setidaknya, bayi perlu mendapatkan satu dosis vaksin polio IPV. Fungsi vaksin polio ini adalah untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit polio myelitis.

3. Vaksin BCG

Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum anak usia 3 bulan dan lebih optimal lagi jika diberikan pada umur 2 bulan. Fungsi vaksin BCG ini adalah untuk memberikan kekebalan terhadpa penyakit tuberkulosis (TBC). 

Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji antibodi pada bayi. Pasalnya, kekebalan yang diperoleh anak nantinya tidak mutlak 100%. Jadi, ada kemungkinan anak akan menderita penyakit TBC ringan, tetapi tetap terhindar dari TBC berat.

4. Vaksin DTP

Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada saat bayi berumur 6 minggu. Hal ini dapat berupa vaksin DTwP atau DtaP atau dikombinasikan dengan vaksin lain. 

Untuk anak umur lebih dari 7 tahun, jenis vaksin DTP yang diberikan harus vaksin Td dan diberikan vaksin booster setiap 10 tahun. Hal ini berguna untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit difteri, pertusis, tetanus.

5. Vaksin campak

Imunisasi campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat bayi berusia 9 bulan, 2 tahun, dan pada saat SD kelas 1, untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit campak. Anak yang telah mendapat imunisasi MMR umur 15 bulan tidak perlu diberikan imunisasi campak saat umur 2 tahun.

Selain kelima jenis imunisasi di atas, masih ada banyak jenis vaksin lainnya seperti vaksin pneumokokus, vaksin rotavirus, vaksin varicella, vaksin influenza, vaksin tifus, vaksin hepatitis A, dan vaksin human papilloma virus (HPV). Jenis-jenis vaksin ini tidak diwajibkan, tetapi tetap direkomendasikan supaya kekebalan tubuh anak semakin kuat. 

Imunisasi merupakan bagian yang penting dalam tahap kehidupan seorang anak karena berfungsi untuk mencegah terkena penyakit infeksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua dan petugas kesehatan untuk memastikan seorang anak mengikuti jadwal imunisasi yang telah ditentukan. Jangan sampai terlewat, ya!

Baca selengkapnya: Jadwal Imunisasi yang Disarankan untuk Buah Hati Anda

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mayo Clinic (2017). Drugs and Supplements. Typhoid Vaccine, Live (Oral Route). (https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/typhoid-vaccine-live-oral-route/description/drg-20066578)
Mayo Clinic (2017). Drugs and Supplements. Poliovirus Vaccine, Inactivated (Injection Route). (https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/poliovirus-vaccine-inactivated-injection-route/description/drg-20069860)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app