Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Herpes: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 2.121.523 orang

Dalam beberapa kasus penyakit, penggunaan toilet umum menjadi salah satu penyebab meningkatnya kemungkinan terkena penyakit infeksi menular seksual, termasuk penyakit herpes. 

Herpes memang identik dengan penyakit kelamin yang dapat menular melalui hubungan seksual, tetapi dengan tingkat sanitasi yang buruk pada lingkungan tempat tinggal, seseorang mungkin saja tertular. Hal ini pun berlaku melalui penggunaan handuk secara bersamaan, menggunakan sikat gigi secara bergantian, atau menggunakan toilet duduk yang sama.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa itu herpes?

Herpes adalah nama sekelompok virus hepresviridae yang menyebabkan infeksi dan ditandai dengan munculnya luka, kulit kering, dan lepuhan pada kulit. Virus herpes yang paling umum terjadi adalah:

Herpes zoster (cacar ular)

Disebabkan oleh virus Varicella Zoster yang menyebabkan seseorang terkena cacar air. Umumnya cacar air terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi pada seseorang yang pernah terpapar virus ini dan mengalami penurunan kekebalan tubuh, mereka juga berisiko menderita Herpes Zoster di kemudian hari.

Baca juga: Penyakit Cacar Ular (Herpes Zoster)

Virus simplex herpes (HSV) tipe 1

Disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 yang umumnya menyebabkan herpes mulut (oral herpes), tetapi juga dapat menyebabkan herpes genital jika penderita melakukan hubungan intim secara oral. Gejala yang sering terjadi adalah demam, sensasi terbakar pada lesi luka, rasa nyeri, dan munculnya blister.

Virus simplex herpes (HSV) tipe 2 

Adalah infeksi menular seksual yang menyebabkan herpes genital. Setelah Anda terinfeksi, Anda virus akan tetap tinggal di dalam tubuh selama sisa hidup Anda dan dapat kambuh kapan saja. Gejala yang sering terjadi adalah rasa nyeri saat berkemih, adanya cairan keluar dari vagina, rasa gatal dan muncul benjolan di daerah selangkangan paha. Seseorang yang sering berganti-ganti pasangan dan memiliki sistem imun rendah lebih beresiko terjangkit virus ini. 

Mengenai herpes

Gejala herpes

Banyak orang yang terkena herpes tetapi tidak ditandai dengan gejala apapun. Terkadang gejala herpes tergolong ringan sehingga tidak jarang dokter keliru memberikan diagnosanya karena dikaitkan dengan kondisi penyakit kulit. Beberapa gejala yang patut dicurigai sebagai tanda-tanda menderita herpes adalah:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Luka yang menyakitkan di daerah wajah, kelamin, anus, bokong, atau paha
  • Rasa gatal
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  • Keputihan
  • Benjolan lunak di selangkangan

Pada saat terinfeksi herpes pertama kalinya (disebut herpes primer), salah satu tanda yang mungkin terjadi akan mirip dengan gejala mirip flu, yakni nyeri tubuh, demam, dan sakit kepala. Tetapi beberapa gejala mungkin akan timbul seiring berjalannya waktu pada orang yang mengalami infeksi herpes walau tidak separah saat pertama kali terinfeksi herpes.

Penyebab herpes

Virus yang menyebabkan herpes genital biasanya menyebar dari satu orang ke orang lain saat melakukan hubungan seks, baik itu melalui vaginal, oral, atau anal. Selain itu, virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit atau masuk melalui kulit mulut, penis, vagina, saluran kemih, atau anus dengan orang yang telah terinfeksi penyakit herpes.

Herpes juga bisa menyebar dari satu bagian ke bagian tubuh yang lain. Jika penderita menyentuh luka di alat kelamin, maka virus dapat terbawa oleh jari-jari, dan ketika kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh, termasuk mulut atau mata, maka virus tersebut akan menular ke bagian yang tersentuh.

Ibu hamil yang mengalami penyakit herpes genital harus memberitahu dokter, termasuk jika pernah berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi herpes. Hal ini untuk membantu mencari cara yang tepat untuk mengurangi risiko penularan virus herpes pada anak. Karena jika memiliki infeksi herpes genital aktif pada waktu melahirkan, maka hal ini dapat tertularkan ke bayi. 

Ketika bayi melewati jalan lahir, mungkin bayi tersebut dapat kontak dengan luka dan terinfeksi oleh virus. Jika hal ini terjadi dapat berisiko menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, atau bahkan kematian pada bayi baru lahir. Salah satu yang dilakukan ketika ibu hamil diduga menderita herpes yang aktif saat akan melahirkan, dokter mungkin akan melakukan operasi caesar (C-section) sehingga bayi tidak harus melalui jalan lahir dan terkena virus herpes.

Diagnosis herpes

Untuk menentukan diagnosis herpes, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat luka secara mendalam. Pemeriksaan kultur cairan dari luka dan pemeriksaan laboratorium akan dilakukan untuk mendeteksi adanya virus herpes. Tes darah atau tes lain pada cairan dari luka juga bisa dilakukan untuk membantu menegakan suatu diagnosa terhadap kondisi herpes.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pencegahan herpes

Cara terbaik untuk mencegah tertular penyakit herpes adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual secara sembarangan dan tidak bergonta-ganti pasangan. Karena herpes bisa menyebar bahkan ketika orang yang memilikinya tidak menunjukkan gejala apapun, termasuk jika pasangan menderita herpes, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti bahwa Anda tidak akan tertular.

Perlu diingat, walaupun Anda setia hanya dengan satu pasangan dalam berhubungan seksual, tetapi tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan terkena herpes karena Anda tidak bisa mengetahui kondisi kesehatan dari pasangan secara keseluruhan. Tetapi keterbukaan menjadi kunci yang baik untuk mencegah penularan herpes antara pasanagan. Jika menderita herpes, ada baiknya untuk memberi tahu pasangan karena Anda harus menghindari berhubungan seks jika sedang memiliki luka. Herpes dapat menyebar dari satu orang ke orang lain dengan sangat mudah ketika ada luka.

Selain itu, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Meskipun penggunaan kondom tidak bisa mencegah penularan sepenuhnya, tetapi penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko penyebaran herpes.

Baca juga: Cara Benar dan Aman Menggunakan Kondom

Pengobatan herpes

Jika menemukan tanda-tanda bahwa seseorang menderita herpes, temui dokter sesegera mungkin. Lebih mudah untuk mendiagnosis herpes ketika ada luka sehingga pengobatan dapat lebih cepat dimulai dan mungkin hanya memiliki rasa sakit yang lebih sedikit akibat infeksi.

Obat-obatan seperti acyclovir dan valacyclovir adalah obat antivirus yang dapat digunakan untuk melawan virus herpes. Obat-obatan ini dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit akibat herpes bagi sebagian besar orang serta dapat digunakan untuk mengobati wabah primer atau yang berulang.

Jika obat-obatan digunakan untuk mengobati wabah berulang, segera minum obat setelah merasakan gejala kesemutan, rasa terbakar, atau gatal. Obat-obatan tersebut juga dapat diminum setiap hari untuk mencegah rekurensi. Acyclovir tersedia dalam bentuk krim yang dapat diaplikasikan langsung pada luka.


Referensi

American Academy of Dermatology. Herpes Simplex.

American Academy of Ophtalmology (2019). Herpes Keratitis Causes.

American Academy of Ophtalmology (2019). Over 50? You Need Shingles Vaccine to Protect Your Vision.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini
herpes tanda tanda herpes harpes herpes gejala herpes di paha