Kenali Penyakit Herpes dan Cara Menanganinya

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.437.254 orang

Kenali Lebih Dalam Mengenai Penyakit Herpes

Apakah Anda pernah mendengar, bahwa menggunakan toilet umum dapat meningkatkan kemungkinan terkenagt;infeksi menular seksual?

Herpes salah satunya. Herpes memang identik dengan penyakit kelamin yang dapat menular dengan berhubungan seksual, tetapi dengan tingkat sanitasi yang kurang, seseorang mungkin saja tertular melalui tempat lain seperti menggunakan handuk secara bersamaan, menggunakan sikat gigi secara bergantian atau menggunakan toilet duduk yang sama.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Untuk lebih jelasnya mengenai herpes, mari disimak artikel yang satu ini.

Apa itu herpes?

Herpes adalah nama sekelompok virus yang menyebabkan luka, kulit kering dan lepuhan pada kulit. Virus yang paling umum adalah:

Herpes zoster (cacar ular)

Disebabkan oleh virus Varicella Zoster yang menyebabkan Anda terkena cacar air. Umumnya cacar air terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi pada seseorang yang pernah terpapar virus ini dan mengalami penurunan kekebalan tubuh, mereka berisiko menderita Herpes Zoster di kemudian hari.

Virus herpes simpleks (HSV) tipe 1

Disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 yang umumnya menyebabkan herpes mulut (oral herpes), akan tetapi juga dapat menyebabkan herpes genital jika penderita melakukan hubungan intim secara oral. Gejala yang sering terjadi adalah demam, sensasi terbakar pada lesi luka, rasa nyeri, munculnya blister.

Virus herpes simpleks (HSV) tipe 

Adalah infeksi menular seksual yang menyebabkan herpes genital. Setelah Anda terinfeksi, Anda virus akan tetap tinggal di dalam tubuh selama sisa hidup Anda dan dapat kambuh kapan saja. Gejala yang sering terjadi adalah rasa nyeri saat berkemih, adanya cairan keluar dari vagina, rasa gatal dan muncul benjolan di daerah selangkangan paha. Seseorang yang sering berganti-ganti pasangan dan memiliki sistem imun rendah lebih beresiko terjangkit virus ini. 

Gejala apa saja yang ditimbulkan oleh penyakit herpes?

Banyak orang yang terkena herpes tidak memiliki gejala apapun. Kadang-kadang gejalanya ringan dan dokter bahkan keliru mendiagnosanya dengan kondisi kulit lain. Beberapa gejala yang Anda patut curigai sebagai tanda-tanda herpes adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • luka yang menyakitkan di daerah wajah, kelamin, anus, bokong, atau paha
  • gatal
  • buang air kecil yang menyakitkan
  • keputihan
  • benjolan lunak di selangkangan.

Pada saat Anda terinfeksi herpes pertama kalinya (disebut herpes primer), Anda mungkin mengalami gejala mirip flu. Gejalanya seperti nyeri tubuh, demam, dan sakit kepala

Banyak orang yang mengalami infeksi herpes akan mengalami gejala dari waktu ke waktu. Gejala-gejala yang timbul selanjutnya, biasanya tidak separah pada saat pertama kali Anda terinfeksi herpes. Frekuensi wabah juga cenderung menurun seiring berjalannya waktu.

Apa yang menyebabkan herpes?

Virus yang menyebabkan herpes genital biasanya menyebar dari satu orang ke orang lain selama hubungan seks, baik itu melalui vaginal, oral, atau anal. Virus dapat masuk ke tubuh Anda melalui luka di kulit Anda.

Bisa juga masuk melalui kulit mulut Anda, penis, vagina, saluran kemih, atau anus. Herpes paling mudah menyebar ketika terjadi luka pada orang yang terinfeksi. Tetapi Herpes bisa menyebar kapan saja, bahkan ketika orang yang menderita herpes tidak mengalami gejala apa pun.

Herpes juga bisa menyebar dari satu tempat ke tubuh Anda yang lain. Jika Anda menyentuh luka di alat kelamin Anda, Anda dapat membawa virus di jari-jari Anda. Kemudian Anda dapat memasukkannya ke bagian lain dari tubuh Anda, termasuk mulut atau mata Anda.

Seorang wanita hamil harus memberi tahu dokternya jika memiliki herpes genital, atau pernah berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi herpes. Jika Anda memiliki infeksi herpes genital aktif pada waktu melahirkan, Anda dapat menularkannya ke bayi Anda.

Ketika bayi melewati jalan lahir, mungkin bayi tersebut dapat kontak dengan luka dan terinfeksi oleh virus. Jika hal ini terjadi dapat berisiko menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, atau bahkan kematian pada bayi baru lahir.

Jika Anda diduga menderita herpes yang aktif saat akan melahirkan, dokter mungkin akan melakukan operasi caesar (C-section), sehingga bayi tidak harus melalui jalan lahir dan terkena virus.

Bagaimana cara herpes didiagnosis?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat luka. Pemeriksaan kultur cairan dari luka dan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi adanya virus herpes. Tes darah atau tes lain pada cairan dari luka juga bisa dilakukan untuk membantu menegakan suatu diagnosa.

Bisakah herpes dicegah atau dihindari?

Cara terbaik untuk mencegah herpes adalah tidak berhubungan seks sembarangan dan setia terhadap pasangan. Herpes bisa menyebar bahkan ketika orang yang memilikinya tidak menunjukkan gejala apa pun.

Jika pasangan Anda menderita herpes, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti bahwa Anda tidak akan mendapatkannya.

Tetapi perlu diingat, walaupun Anda setia dengan satu pasangan, tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan terkena herpes, karena Anda tidak bisa mengetahui seluruh kondisi kesehatan dari pasangan Anda.

Jika Anda menderita herpes, Anda harus memberi tahu pasangan seks Anda. Anda harus menghindari berhubungan seks jika Anda sedang memiliki luka. Herpes dapat menyebar dari satu orang ke orang lain dengan sangat mudah ketika ada luka.

Anda bisa menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko penyebaran herpes. Walaupun penggunaan kondom tidak bisa mencegah penularan sepenuhnya.

Apa yang perlu Anda ketahui dalam pengobatan herpes?

Jika Anda menemukan tanda-tanda bahwa Anda menderita herpes, temui dokter Anda sesegera mungkin. Lebih mudah untuk mendiagnosis herpes ketika ada luka. Anda dapat memulai pengobatan lebih cepat dan mungkin memiliki lebih sedikit rasa sakit akibat infeksi.

Obat-obatan seperti acyclovir dan valacyclovir adalah obat antivirus yang digunakan untuk melawan virus herpes. Obat-obatan ini dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit akibat herpes bagi banyak orang, serta dapat digunakan untuk mengobati wabah primer atau yang berulang.

Jika obat-obatan digunakan untuk mengobati wabah berulang, segera minum obat setelah merasakan gejala kesemutan, rasa terbakar, atau gatal. Obat-obatan tersebut juga dapat diminum setiap hari untuk mencegah rekurensi. Acyclovir tersedia dalam bentuk krim yang dapat diaplikasikan langsung pada luka Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit