Herpes: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Jan 30, 2019 Update terakhir: Mar 23, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2019 Waktu baca: 4 menit

Mengenai Herpes

Herpes adalah nama sekelompok virus hepresviridae yang menyebabkan infeksi dan ditandai dengan munculnya luka, kulit kering, dan lepuhan pada kulit. Herpes identik dengan penyakit kelamin yang dapat menular melalui hubungan seksual, namun dengan tingkat sanitasi yang buruk pada lingkungan tempat tinggal, seseorang mungkin saja tertular. Hal ini pun dapat terjadi melalui penggunaan handuk, sikat gigi dan toilet duduk secara bersamaan.

Virus herpes yang paling umum adalah:

  • Herpes Zoster (Cacar Ular). Disebabkan oleh virus Varicella zoster yang menyebabkan seseorang terkena cacar air. Umumnya cacar air terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun seseorang yang pernah terpapar virus ini akan mengalami penurunan kekebalan tubuh, mereka berisiko kembali menderita Herpes Zoster di kemudian hari.
  • Virus Simplex Herpes (HSV) Tipe 1. Umumnya menyebabkan herpes mulut (oral herpes), namun juga dapat menyebabkan herpes genital jika penderita melakukan hubungan intim secara oral. Gejala yang sering terjadi adalah demam, sensasi terbakar pada lesi luka, rasa nyeri, dan munculnya blister.
  • Virus Simplex Herpes (HSV) Tipe 2. Umumnya menyebabkan herpes genital. Apabila terinfeksi, virus akan tetap ada di dalam tubuh selama sisa hidup Anda dan kambuh kapan saja. Gejala yang sering terjadi adalah rasa nyeri saat berkemih, adanya cairan keluar dari vagina, rasa gatal dan muncul benjolan di daerah selangkangan paha. Seseorang yang sering berganti-ganti pasangan dan memiliki sistem imun rendah lebih berisiko terjangkit virus ini. 

Gejala Herpes

Banyak orang yang terkena herpes namun tidak ditandai dengan gejala apapun. Terkadang gejala herpes tergolong ringan sehingga tidak jarang dokter keliru memberikan diagnosanya, karena dikaitkan dengan kondisi penyakit kulit. Beberapa gejala yang patut dicurigai sebagai tanda-tanda herpes adalah:

  • Luka yang menyakitkan di daerah wajah, kelamin, anus, bokong, atau paha
  • Rasa gatal
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  • Keputihan
  • Benjolan lunak di selangkangan

Pada saat terinfeksi herpes pertama kalinya (herpes primer), salah satu tanda yang mungkin terjadi akan mirip dengan gejala flu, yakni nyeri tubuh, demam, dan sakit kepala. Beberapa gejala mungkin akan timbul seiring berjalannya waktu pada orang yang menderita infeksi herpes walau tidak separah saat pertama kali terinfeksi.

Penyebab Herpes

Virus yang menyebabkan herpes genital biasanya menyebar dari satu orang ke orang lain saat melakukan hubungan seks, baik secara vaginal, oral, atau anal. Selain itu, virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit atau melalui kulit mulut, penis, vagina, saluran kemih, atau anus dengan orang yang telah terinfeksi penyakit herpes.

Herpes juga bisa menyebar dari satu bagian ke bagian tubuh yang lain. Jika penderita menyentuh luka di alat kelamin, maka virus dapat terbawa oleh jari-jari, dan ketika menyentuh bagian lain dari tubuh, termasuk mulut atau mata, maka virus tersebut akan menular ke bagian yang tersentuh.

Ibu hamil yang mengalami penyakit herpes genital harus memberitahu dokter, termasuk jika pernah berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi herpes. Hal ini untuk membantu mencari cara yang tepat untuk mengurangi risiko penularan virus herpes pada anak. Karena jika memiliki infeksi herpes genital aktif pada waktu melahirkan, maka hal ini dapat tertularkan ke bayi. 

Ketika bayi melewati jalan lahir, mungkin bayi tersebut dapat kontak dengan luka dan terinfeksi oleh virus. Jika hal ini terjadi dapat berisiko menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, atau bahkan kematian pada bayi baru lahir. Salah satu yang dilakukan ketika ibu hamil diduga menderita herpes yang aktif saat akan melahirkan, dokter mungkin akan melakukan operasi caesar (C-section) sehingga bayi tidak harus melalui jalan lahir dan terkena virus herpes.

Diagnosis Herpes

Untuk menentukan diagnosis herpes, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat luka secara mendalam. Pemeriksaan kultur cairan dari luka dan pemeriksaan laboratorium akan dilakukan untuk mendeteksi adanya virus herpes. Tes darah atau tes lain pada cairan dari luka juga bisa dilakukan untuk membantu menegakan suatu diagnosa terhadap kondisi herpes.

Pengobatan Herpes

Jika menemukan tanda-tanda bahwa seseorang menderita herpes, segera temui dokter. Lebih mudah untuk mendiagnosis herpes ketika terdapat luka, sehingga pengobatan dapat lebih cepat dimulai dan mungkin dengan rasa sakit yang lebih sedikit akibat infeksi.

Obat-obatan seperti acyclovir dan valacyclovir adalah obat anti virus yang dapat digunakan untuk melawan virus herpes. Obat-obatan ini dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit akibat herpes bagi sebagian besar orang serta dapat digunakan untuk mengobati herpes primer atau yang berulang.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati herpes berulang, harus diminum segera setelah merasakan gejala kesemutan, rasa terbakar, atau gatal. Obat-obatan tersebut juga dapat diminum setiap hari untuk mencegah rekurensi. Acyclovir tersedia dalam bentuk krim yang dapat diaplikasikan langsung pada luka.

Pencegahan Herpes

Cara terbaik untuk mencegah tertular penyakit herpes adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual secara sembarangan dan tidak bergonta-ganti pasangan. Karena herpes bisa menyebar bahkan ketika orang yang memilikinya tidak menunjukkan gejala apapun. Apabila pasangan Anda menderita herpes, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti bahwa Anda tidak akan tertular.

Perlu diingat, walaupun Anda setia hanya dengan satu pasangan dalam berhubungan seksual, tidak menjamin bahwa Anda tidak akan terkena herpes, karena Anda tidak bisa mengetahui kondisi kesehatan pasangan secara keseluruhan. Keterbukaan menjadi kunci yang baik untuk mencegah penularan herpes antara pasangan. Apabila Anda menderita herpes, sebaiknya untuk memberi tahu pasangan karena Anda harus menghindari berhubungan seks jika sedang memiliki luka. Herpes dapat menyebar dari satu orang ke orang lain dengan sangat mudah ketika ada luka.

Selain itu, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Meskipun penggunaan kondom tidak bisa mencegah penularan sepenuhnya, namun dapat membantu mengurangi risiko penyebaran herpes.

Baca juga: Cara Benar dan Aman Menggunakan Kondom


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Taylor, S. Healthline (2017). Herpes Simplex. (https://www.healthline.com/health/herpes-simplex)
Krucik, G. Healthline (2016). Serum Herpes Simplex Antibody Test. (https://www.healthline.com/health/serum-herpes-simplex-antibodies)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app