Otot Mengecil - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 30, 2019 Update terakhir: Feb 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Atrofi otot adalah kondisi dimana otot-otot mengecil. Penyebab utama terjadinya pengecilan otot adalah kurangnya aktivitas fisik. Atrofi otot bisa terjadi ketika suatu penyakit atau cedera menyebabkan Anda kesulitan untuk menggerakkan lengan atau kaki. 

Gejala otot yang mengalami atrofi adalah lengan yang tampak lebih kecil, tetapi tidak menjadi lebih pendek, daripada lengan lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Anda harus memeriksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasa mengalami atrofi otot. Dokter Anda akan menentukan perawatan apa yang Anda butuhkan. Dalam beberapa kasus, pengecilan otot dapat diatasi dengan diet, olahraga, atau terapi fisik yang tepat.

Gejala atrofi otot

Anda mungkin mengalami atrofi otot jika:

  • Salah satu lengan atau kaki Anda terasa lebih kecil dari yang lain.
  • Anda mengalami kelemahan yang terjadi pada salah satu anggota badan Anda.
  • Anda telah lama tidak melakukan aktivitas fisik.

Hubungi dokter Anda untuk menjalani pemeriksaan medis lengkap jika Anda yakin mengalami atrofi otot atau jika Anda tidak dapat bergerak secara normal. 

Anda mungkin memiliki kondisi medis yang mendasari terjadinya atrofi otot yang memerlukan perawatan. Dokter akan memberi Anda pilihan diet dan olahraga.

Penyebab atrofi otot

Otot-otot yang tidak digunakan dapat mengecil jika Anda tidak menggunakannya. Bahkan setelah atrofi otot terjadi, atrofi otot seringkali dapat diatasi dengan olahraga dan perbaikan nutrisi.

Atrofi otot juga dapat terjadi jika Anda terbaring di tempat tidur atau tidak dapat menggerakkan bagian tubuh tertentu karena kondisi medis. Astronot, misalnya, mereka dapat mengalami atrofi otot setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di luar angkasa tanpa gravitasi..

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyebab lain yang dapat menyebabkan atrofi otot meliputi:

  • kurangnya aktivitas fisik untuk waktu yang lama
  • penuaan
  • miopati terkait alkohol, rasa sakit dan kelemahan pada otot karena konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama
  • Mengalami luka bakar
  • cedera, seperti rotator cuff yang sobek atau patah tulang
  • kekurangan gizi
  • cedera tulang belakang atau saraf perifer
  • stroke
  • terapi kortikosteroid jangka panjang

Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan otot mengecil sehingga membuat menjadi sulit bergerak sehingga dapat menyebabkan atrofi otot, misalnya:

  • amyotrophic lateral sclerosis (ALS), juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, mempengaruhi sel-sel saraf yang mengontrol gerakan otot yang disengaja (otot volunter)
  • dermatomiositis, menyebabkan kelemahan otot dan ruam kulit
  • Guillain-Barré syndrome, penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan saraf dan kelemahan otot
  • multiple sclerosis, penyakit autoimun di mana tubuh menghancurkan lapisan pelindung saraf
  • distrofi muskular, penyakit bawaan yang menyebabkan kelemahan otot
  • neuropati, kerusakan saraf atau kerusakan kelompok saraf yang mengakibatkan hilangnya sensasi atau fungsi
  • osteoartritis, nyeri pada osteoartritis menyebabkan kurangnya aktivitas pada sendi
  • polio, penyakit virus yang mempengaruhi jaringan otot yang dapat menyebabkan kelumpuhan
  • polymyositis, penyakit peradangan pada jaringan otot
  • rheumatoid arthritis, penyakit peradangan kronis yang mempengaruhi sendi
  • atrofi otot tulang belakang, penyakit keturunan yang menyebabkan otot lengan dan kaki mengecil

Bagaimana mendiagnosis atrofi otot

Dokter Anda akan bertanya mengenai riwayat kesehatan Anda secara lengkap. Beritahu dokter mengenai cedera yang sudah lama terjadi atau baru-baru ini terjadi dan kondisi medis yang Anda derita sebelumnya. Beritahu dokter mengenai penggunaan obat-obatan seperti obat yang diresepkan dokter, obat yang dijual bebas dan suplemen. Selain itu penting untuk memberikan deskripsi terperinci mengenai gejala Anda.

Dokter Anda juga dapat menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan terjadinya penyakit tertentu. Pemeriksaan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • tes darah
  • sinar X
  • magnetic resonance imaging (MRI)
  • pemindaian computed tomography (CT)
  • studi konduksi saraf
  • biopsi otot atau saraf
  • electromyography (EMG)

Dokter Anda mungkin merujuk Anda ke spesialis tergantung pada hasil pemeriksaan ini.

Bagaimana cara mengatasi atrofi otot

Perawatan akan tergantung pada diagnosis dan tingkat kehilangan otot yang Anda alami. Segala kondisi medis yang mendasarinya harus diatasi. Perawatan yang secara umum dapat mengobati atrofi otot meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • olahraga
  • terapi fisik
  • terapi USG
  • operasi
  • perubahan pola makan

Latihan yang disarankan mungkin termasuk latihan di dalam air, sehingga dapat membantu membuat bergerak menjadi lebih mudah. Terapis fisik juga dapat mengajarkan Anda cara yang benar untuk berolahraga. Seorang ahli terapi fisik dapat membantu Anda untuk menggerakkan tangan dan kaki Anda, jika Anda kesulitan bergerak.

Terapi ultrasound adalah prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang suara untuk membantu penyembuhan. Prosedur operasi mungkin diperlukan jika tendon, ligamen, kulit, atau otot Anda terlalu menegang sehingga menghambat Anda untuk bergerak. Kondisi ini disebut deformitas kontraktur.

Pembedahan mungkin dapat memperbaiki deformitas kontraktur jika atrofi otot Anda disebabkan oleh malnutrisi. Tendon yang robek juga dapat menyebabkan atrofi otot, tetapi prosedur operasi mungkin dapat memperbaikinya.

Dokter Anda akan memberitahu Anda mengenai nutrisi yang tepat dan menyarankan penggunaan suplemen makanan yang jika perlu.

Ditinjau secara medis oleh William Morrison, MD pada 5 Juli 2016 - Ditulis oleh Ann Pietrangelo


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit