Patah Tulang - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 953.633 orang

Tulang patah akibat trauma tentu sangat menyakitkan. Tulang patah atau fraktur adanya putusnya keseluruhan tulang akibat trauma. Tekanan yang kuat dari luar menimbulkan trauma pada jaringan kulit yang sekaligus mengakibatkan tulang patah. 

Semakin besar tekanan akan membuat tulang dapat patah lebih dari satu bagian atau membentuk retakan. Kondisi ini perlu penanganan segera oleh dokter tulang. Luka yang dibiarkan tanpa penanganan menyebabkan pembengkakan dan timbul deformitas. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Tulang yang patah atau hancur perlu dilakukan pembedahan untuk mengembalikan formasi tulang sehingga dapat membentuk jaringan tulang yang baru dan tekstur tulang kembali seperti semula.

Tulang yang patah paling banyak disebabkan oleh faktor trauma seperti kecelakaan, jatuh, pukulan dan olahraga,. Besarnya tekanan dan kecepatan saat sampai ke tubuh menimbulkan kondisi patah tulang yang beragam. 

Kekuatan tulang pada masing-masing bagian tubuh tidak sama. Tulang kecil atau pipih tentu lebih muda mengalami fraktur.

Jenis patah tulang

  • Patah tulang terbuka

Patah tulang yang terbuka berarti terjadi trauma yang mengakibatkan tulang terlihat karena robekan kulit beserta jaringan lebih dalam.

  • Patah Tulang tertutup

Patah tulang tertutup tidak menyebabkan robekan jaringan kulit. Tetapi terjadi tulang yang patah atau retak didalamnya yang dapat terasa oleh perabaan atau dengan pencitraan rontgen.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Patah tulang komplit

Patah tulang yang secara keseluruhan bagian tulang terpisah menjadi dua atau lebih dimana periosteum sudah rusak.

  • Patah tulang tidak komplit

Patah tulang yang tidak seluruhnya patah melainkan sebagian bagian tulang dengan periosteum yang masih utuh. Sering pada tulang panjang.

Pada pertolongan pertama untuk patah tulang, tenaga medis di unit gawat darurat melakukan metode yang dinamakan pembidaian. Pembidaian berfungsi untuk mengistirahatkan lokasi tulang yang mengalami cedera

Tujuan utamanya antara lain membatasi gerakan berlebih sehingga tidak menyebabkan kerusakan tulang atau jaringan lainnya, mencegah pendarahan dan mencegah nyeri semakin bertambah.

Prinsip pengobatan patah tulang sebelum dibawa ke dokter yaitu RICE (Rest , Ice, Compression, Elevation).

Rest- Istirahatkan anggota yang mengalami patah tulang

Ice- Lakukan kompres dengan es pada fase akut sekitar 10-15 menit

Compression- Lakukan pembidaian

Elevation- posisikan lebih tinggi pada daerah yang patah dengan hati-hati.

Pada penatalaksanaan patah tulang, dokter tulang memiliki dua metode untuk menyatukannya. 2 Metode tersebut terdiri dari:

  • Gips

Pemasangan gips merupakan penanganan umum pada patah tulang ringan. Tindakan ini bisa sebagai penanganan sementara setelah beberapa operasi tulang. 

  • Open Reduction Internal Fixation (ORIF)

Metode ORIF memerlukan pembedahan terbuka dengan menyatukan tulang patah dengan sebuah implan dan paku atau sekrup khusus. Metode ini cocok digunakan pada tulang panjang seperti humerus, fibula, dan tibia.

  • Open Reduction External Fixation (OREF)

FIksasi eksternal atau OREF dapat digunakan sebagai metode untuk menyatukan tulang akibat patah tulang terbuka, kerusakan jaringan, dan patah tulang yang telah mengalami komplikasi. Pada metode ini, implan dan sekrup terpasang di luar tubuh untuk meningkatkan stabilitas alat implan dan tulang di dalamnya.

 

Walau penyembuhan tulang akibat patah dapat membaik secara maksimal, proses penyembuhan tulang membutuhkan waktu yang cukup lama. Patah tulang ringan saja memerlukan waktu berbulan-bulan. Anda juga perlu berkunjung rutin setelah operasi sebagai pemeliharaan tulang yang berkembang setelah tulang patah.

Di masa penyembuhan paska patah tulang, terdapat kemungkinan terjadinya tulang yang gagal menyatu. Ketidaknormalan ini disebabkan kelainan pertumbuhan tulang, tulang bergeser atau kesalahan posisi penyatuan tulang. Kelainan bentuk tulang dibedakan menjadi 3 yaitu

  • Malunion

Pada patah tulang mal union, pembentukan tulang menjadi bengkok. Biasa diakibatkan tulang bergeser atau sering menyentuh daerah tubuh atau tulang bekas operasi.

  • Delayed Union

Pada delayed union, tulang yang patah terlambat sembuh atau membutuhkan waktu lebih dari 6 bulan untuk menyatu. Pada sekitar jaringan tulang terbentuk kalus atau tulang muda.

  • Non-Union

Non-union adalah suatu kondisi dimana patah tulang tidak menyatu setelah 6 bulan dan muncul sendi palsu atau disebut psudoarthritis.  

 

Kesimpulan dari topik ini menyatakan bahwa patah tulang dapat disembuhkan. Tetapi kondisi ini bergantung dari ketelitian dokter tulang saat melakukan operasi dan kepatuhan pasien pada masa penyembuhan. 

Pemeliharaan tulang yang telah dioperasi perlu mendapat perhatian penuh. Sedikit saja kelalaian dapat menyebabkan malformasi penyatuan tulang. Selain itu komplikasi dari operasi patah tulang juga merupakan faktor lambatnya penyembuhan tulang, kebanyakan pada operasi patah tulang yang berat.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit