12 Jenis Penyakit Keturunan Yang Paling Sering Dialami

Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 31, 2020 Waktu baca: 3 menit
12 Jenis Penyakit Keturunan Yang Paling Sering Dialami

Namanya saja penyakit keturunan, pasti sifatnya diturunkan dari orang tua (entah salah satu atau keduanya) kepada anak. 

Dalam hal ini, orang tua biasanya bisa mengidap penyakit tertentu juga, atau hanya sebagai carrier (pembawa sifat gen abnormal) saja.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Sayangnya, meski ilmu medis sudah sangat canggih, namun mayoritas penyakit keturunan biasanya tetap tidak dapat dicegah. 

Karena itu, tak heran bila ada orang yang tampaknya sehat dari luar ternyata mengidap kelainan genetik tertentu. 

Jika sifat menurunnya tidak bisa dicegah, lantas apa pentingnya pemeriksaan genetik pada pasangan yang ingin menikah atau pasutri yang sedang merencanakan kehamilan? 

Pemeriksaan genetik tetap diperlukan karena dapat membuat pasutri lebih aware terhadap penyakit apa yang mungkin bakal diturunkan kepada anak. Selain itu, pengetahuan ini juga penting supaya resikonya dapat diminimalisir. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit keturunan yang paling sering terjadi:

1.Buta Warna

Penyakit keturunan yang disebabkan mutasi genetik pada kromosom X ini menyebabkan penderitanya tidak mampu membedakan warna dengan baik. Gangguan ini dapat dialami sejak anak-anak atau ketika sudah dewasa. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Meski sifatnya menurun, namun ada pula faktor non-genetik lain yang jadi memicunya seperti kerusakan pada saraf mata atau otak. 

2.Albino

Penyakit keturunan yang ditandai dengan kelainan pigmen kulit ini muncul karena terganggunya produksi melanin. 

3.Diabetes tipe 1

Defisiensi hormon insulin menjadi penyebab utama seseorang terkena diabetes tipe 1. Umumnya, penyakit keturunan ini sudah diidap sejak usia kanak-kanak, namun ada juga yang baru dialami ketika dewasa. 

Tentunya risiko anak semakin besar mengidap diabetes tipe 1 apalagi kalau penyakit keturunan tersebut juga diidap oleh kedua orang tua kandungnya. 

Parahnya lagi, beberapa faktor lingkungan seperti obesitas, hipertensi, hingga pola hidup tidak sehat, mampu mengubah diabetes tipe 1 menjadi tipe 2.

4.Asma 

Pada dasarnya asma dapat dipicu oleh faktor genetik (sebanyak 30%) atau non-genetik (umumnya karena alergi). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Gangguan pernapasan ini jelas tak boleh diremehkan karena bisa membuat pemberitanya sesak napas. Untungnya, penderita asma mempunyai peluang sembuh total kalau ia menjalani perawatan yang semestinya.

5.Alergi

Saat orang tua memiliki alergi terhadap sesuatu, entah makanan seperti udang atau ayam, atau bahkan debu, maka itu juga bisa menurun pada buah hatinya. 

Risikonya bahkan sebesar 70% jika alergi tersebut diidap oleh kedua orang tua, dan 30% bila salah satu saja yang mengalaminya. 

6.Hemofilia

Penyakit kelainan darah ini muncul ketika faktor pembeku darah 8 dan/ atau 9 pada kromosom X berkurang. Oleh sebab itu tak heran bila gangguan pembekuan darah tersebut rata-rata dialami oleh kaum pria. 

Dalam hal ini, si wanita (biasanya sang ibu) hanya bersifat sebagai carrier saja.

Tak seperti orang normal yang darahnya mudah membeku ketika mengalami luka, darah pada penderita hemofilia umumnya sukar atau butuh waktu lebih lama supaya bisa membeku. 

Yang lebih memprihatinkan adalah penyakit keturunan ini kebanyakan sudah diidap sejak kecil. 

7.Thalasemia

Nah, kalau penyakit keturunan satu ini cukup berbahaya karena sifatnya yang menyerang sel darah merah. Thalasemia membuat hemoglobin dalam sel darah merah gampang pecah sehingga kadarnya jadi berkurang. 

Kondisi ini otomatis menyulitkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh. 

Karenanya tak heran kalau anak mengidap thalasemia umumnya langsung meninggal begitu dilahirkan. Namun bagi yang bertahan hidup biasanya sering mengalami anemia sehingga perlu sering melakukan transfusi darah.

8.Alzheimer

Kebanyakan orang tahunya Alzheimer hanya menyerang para lansia saja. Padahal salah satu penyakit keturunan ini juga bisa diidap oleh orang muda. 

Alzheimer merupakan penyakit otak yang menyebabkan penderitanya super pikun sehingga sulit melakukan aktivitas normal sehari-hari. 

Umumnya, resiko seseorang terkena Alzheimer semakin tinggi kalau ada anggota keluarganya yang menderita penyakit keturunan tersebut.

9.Kanker

Diperkirakan 5-10% kasus kanker disebabkan oleh faktor genetik murni, yang artinya tak ada kaitannya dengan pola hidup kurang sehat. 

10.Jantung

Pola hidup tidak sehat seperti merokok, obesitas, kolesterol tinggi, hingga kurang aktif bergerak, semua ini merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena jantung. 

Tapi di luar itu semua, ternyata faktor keturunan juga memiliki andil besar untuk menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung

11.Gangguan mental

Ada bermacam-macam jenis gangguan mental yang sifatnya menurun seperti:

Walau begitu, ragam gangguan mental tadi juga bisa dialami oleh orang yang tidak mempunyai gen abnormal bawaan. Biasanya penyebab gangguan mental selain genetik adalah stres atau karena mengalami tekanan berat. 

12.Kebotakan

Walau mungkin tidak membahayakan nyawa seperti penyakit keturunan lainnya, namun kebotakan dapat merusak penampilan. 

Hasil penelitian dari Columbia University Medical Center menyebutkan, gen APCDD1 merupakan faktor yang menyebabkan menyusutnya folikel rambut sehingga rambut jadi tipis. 

Jadi itulah tadi beberapa jenis penyakit keturunan yang paling sering dialami.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
When you have a serious hereditary disease, who has a right to know?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/hereditary-disease-privacy-right-to-know)
Are You Destined to Get Your Parents' Illnesses?. WebMD. (https://www.webmd.com/men/features/are-you-destined-to-get-your-parents-illnesses)
Hereditary Angioedema: Causes, Symptoms, and Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hereditary-angioedema)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app