Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Autoimun: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Jun 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 748.849 orang

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit autoimun? Atau mungkin keluarga, kerabat atau tetangga Anda merupakan salah satu dari penderita yang sedang mengalami penyakit autoimun? Mungkin masih banyak dari Anda yang belum tahu tentang penyakit autoimun

Di jaman yang sangat maju saat ini, penting untuk Anda mengetahui apa sebenarnya penyakit autoimun itu, mungkin saja apa yang Anda permasalahkan saat ini merupakan salah satu gejala dari penyakit autoimun yang Anda tidak ketahui. 

Dari pada penasaran, artikel ini akan membahas lebih lanjut lagi tentang penyakit autoimun. Selamat membaca.

Apa sih penyakit Autoimun itu?

Penyakit autoimun atau penyakit pada kekebalan tubuh merupakan penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh manusia menyerang sel-sel yang sehat di dalam tubuh. 

Penyakit autoimun ini berkembang ketika sistem imun atau kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh, dan malah menganggap sel sehat tersebut sebagai zat asing. 

Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun atau system kekebalan tubuh menyerang sel sehat dalam tubuh manusia masih belum diketahui secara pasti.

Jenis dan Gejala Penyakit Autoimun

Ada banyak penyakit autoimun yang harus Anda ketahui, dan beberapa penyakit ini umum kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Penyakit-penyakit autoimun tersebut adalah:

  1. Diabetes Melitus tipe-1
    Penyakit DM tipe 1 ini biasanya akan terjadi sejak usia kanak-kanak atau dewasa awal. Penyakit Diabetes tipe-1 disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh pada sel-sel di pankreas yang memiliki tugas memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan terganggunya produksi insulin sehingga tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah.
  2. Sistemik lupus eritematosus atau SLE (Penyakit Lupus)
    SLE atau yang biasa disebut dengan penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang sering terjadi. Penyakit ini mempengaruhi jaringan ikat dan dapat menyerang system organ tubuh. Gejala penyakit SLE trmasuk radang padagt;sendi, demam, berat badan yang menurun dan rumam wajah yang khas seperti kupu-kupu atau butterfly rush
  3. Multiple sclerosis (MS).
    Multiple sclerosis merupakan penyakit autoimun yang menyerang system saraf. Pada saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel saraf sendiri, beberapa gejala yang mengerikan berisiko muncul sebagai akibatnya. Gejala tersebut seperti nyeri, kebutaan, gangguan koordinasi tubuh, dan kejang otot. Gejala lainnya yang mungkin timbul adalah tremor, kelumpuhan, susah bicara, mati rasa ekstrem, atau susah berjalan. 
  4. Penyakit Graves
    Penyakit autoimun yang satu ini mempengaruhi kelenjar tiroid dan membuar kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif. Gejala yang timbul akan berupa penurunan berat badan, kecemasan, mudah emosi, otot lemah, tremor, diare dan detak jantung yang meningkat. pada wanita mungkin akan terjadi periode menstruasi yang singkat   
  5. Rheumatoid arthritis
    Rheumatoid arthritis alias radang sendi adalah penyakit autoimun yang sering ditemui khususnya di Indonesia. Sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang pelapis sendi. Akibat dari serangan antibodi ini adalah peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada sendi.

Masih ada banyak lagi penyakit autoimun yang sering terjadi seperti, psoriasis dan scleroderma yang terjadi pada kulit, penyakit radang usus seperti penyakti ulcerative colitis dan mungkin penyakit chorn, dan lain -lain.

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit Autoimun?

Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit autoimun. Faktor- faktor tersebut adalah:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Infeksi
  • Faktor lingkungan
  • Jenis kelamin perempuan lebih rentan terkena penyakit autoimun disbanding laki-laki
  • Faktor perubahan hormon

Diagnosis Penyakit Autoimun

Setiap penyakit autoimun memiliki ciri khas, namun gejala yang muncul bisa sama. Oleh karena itu, penegakan diagnosis kondisi ini sulit dilakukan. 

Beberapa tes penunjang perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis di antaranya:

  • tes ANA (antinuclear antibody) 
  • tes untuk mengetahui peradangan yang mungkin ditimbulkan penyakit autoimun

Apa saja pengobatan untuk penyakit Autoimun?

Pada umumnya penyakit autoimun ini tidak dapat disembuhkan, tapi penyakit autoimun ini dapat dikendalikan dan pengobatannya tergantung dari penyakit apa yang mendasarinya. Berikut pengobatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit autoimun:

  • Obat antisupresan untuk menghambat aktifitas system kekebalan tubuh
  • Obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • Obat antiinflamsi untuk mengurangi rasa nyeri
  • Terapi fisik
  • Terapi insulin untuk mengatasi kasus diabetes tipe 1

Meskipun sampai saat ini penyakit autoimun masih belum diketahui penyebabnya, namun kita bisa mewaspadai diri sendiri dengan memerhatikan faktor risiko. Segera konsultasikan diri ke dokter jika anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. 

Makin cepat diketahui, maka makin besar penyakit tersebut kemungkinan untuk bisa disembuhkan. 


Referensi

American Academy of Allergy Asthma and Immunology AAAAI (2017). The Genetics of Allergy and Autoimmune Diseases Suggest Shared Disease Pathways.

American Academy of Dermatology AAD. Psoriasis: Diagnosis, treatment, and outcome.

Bartels, et al. Medscape (2017). Systemic Lupus Erythematosus.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit