Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Cedera Sumsum Tulang Belakang Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: NOV 16, 2019 Tinjau pada NOV 16, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.173.259 orang

Kenali Bahaya Terjadinya Cedera Sumsum Tulang Belakang

Saat seseorang mengalami kecelakaan, semua tulang pada tubuh beresiko mengalami patah tulang, patah tulang pada kaki atau tangan mungkin hal yang biasa dan jarang mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang. Tetapi jika patah tulang terjadi pada tulang belakang? Tentu akibatnya bisa fatal. Cedera tulang belakang dapat berujung kelumpuhan atau kematian.

Apakah Cedera Sumsum Tulang Belakang?

Cedera sumsum tulang belakang adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang. Cedera tulang belakang adalah suatu jenis trauma fisik yang sangat serius dan cenderung memiliki dampak kesehatan yang permanen dan signifikan terhadap sebagian besar aspek kehidupan sehari-hari.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tulang belakang tersusun oleh tulang-tulang yang lebih kecil yang disebut dengan tulang-tulang vertebra dari tulang leher hingga tulang ekor. Tulang-tulang kecil yang tersusun ini membentuk tulang belakang dengan rongga ditengahnya. Sumsum tulang belakang adalah sekumpulan saraf yang membentang darigt;otak hingga ke bagian pinggul dan jaringan lain yang melewati rongga yang terdapat pada tulang belakang ini. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang.

Sumsum tulang belakang bertanggung jawab untuk mengirim pesan dari otak ke seluruh bagian tubuh (fungsi motor). Sumsum tulang belakang juga berfungsi untuk mengirim pesan dari tubuh ke otak (fungsi sensor) melalui impuls. Kita dapat merasakan rasa sakit dan menggerakkan anggota tubuh kita karena impuls yang dikirim melalui sumsum tulang belakang.

Jika sumsum tulang belakang mengalami cedera, maka impuls yang seharusnya dihantarkan ke otak atau sebaliknya tidak dapat dihantarkan dengan baik, hasilnya adalah hilangnya sensasi dan mobilitas sebagian atau total. Cedera sumsum tulang belakang pada posisi yang dekat ke leher biasanya akan menyebabkan kelumpuhan di seluruh bagian tubuh.

Macam-macam Cedera Sumsum Tulang Belakang

Secara garis besar, cedera tulang belakang dibagi menjadi dua kategori besar: yaitu cedera parsial dan cedera total.

  1. Cedera sumsum tulang belakang parsial: Pada cedera parsial, kerusakan saraf hanya terjadi secara sebagian, contohnya mungkin seseorang bisa merasakan sensasi pada kakinya, tetapi tidak bisa menggerakan kaki yang sama.  Dalam kasus ini, tingkat fungsi tergantung pada sejauh mana cedera terjadi.
  2. Cedera sumsum tulang belakang total: Sebaliknya, cedera total terjadi ketika sumsum tulang belakang sepenuhnya rusak,sehingga hantaran impuls terputus sepenuhnya. Dengan perawatan dan terapi fisik, Kemungkinan kondisi ini masih bisa diperbaiki.
  3. Cedera sumsum tulang belakang parsial lebih sering terjadi dibandingkan dengan cedera sumsum tulang belakang total. Beberapa jenis yang paling umum dari cedera sumsum tulang belakang parsial meliputi:
  • Anterior cord syndrome: Jenis cedera ini terjadi di bagian depan sumsum tulang belakang, sehingga merusak jalur motorik dan sensorik di sumsum tulang belakang. Anda mungkin bisa merasakan sensasi sentuhan, tetapi tidak dapat menggerakan anggota gerak Anda.
  • Central cord syndrome: Cedera ini adalah cedera pada bagian tengah tulang belakang sehingga merusak saraf yang membawa sinyal dari otak ke sumsum tulang belakang. Hilangnya kemampuan motorik halus, kelumpuhan lengan, dan kerusakan parsial, biasanya berkurangnya sensasi sentuhan di kaki sering terjadi. Beberapa korban juga menderita kehilangan kontrol usus atau kandung kemih, atau kehilangan fungsi seksual.
  • Sindrom Brown-Sequard: Cedera ini terjadi karena adanya kerusakan pada satu sisi sumsum tulang belakang. Cedera mungkin lebih terasa pada satu sisi tubuh.
  • Tetraplegia: Cedera biasanya terjadi pada leher, sehingga merusak seluruh persyarafan yang terjadi dari leher ke bawah, Sehingga keempat anggota gerak tidak dapat digerakan dan pada banyak kasus, sistem pencernaan, sistem pernapasan, kandung kemih dan sistem reproduksi tidak dapat berfungsi dengan baik.
  • Paraplegia: Cedera biasanya terjadi pada punggung, sehingga biasanya menyebabkan kelumpuhan pada kedua kaki.
  • Triplegia: Triplegia menyebabkan hilangnya sensasi dan gerakan di satu lengan dan kedua kaki, dan biasanya terjadi karena cedera sumsum tulang belakang parsial.

Penyebab dan Gejala Cedera Sumsum Tulang Belakang

  • Trauma saat kecelakaan mobil, khususnya trauma pada daerah wajah, kepala, dan leher, punggung, atau dada
  • Jatuh dari ketinggian yang signifikan
  • Cedera kepala atau tulang belakang saat berolahraga
  • Penyakit kronis seperti TBC atau tumor yang menyerang pada bagian tulang belakang.
  • Osteoporosis (pengeroposan tulang) pada lansia
  • Jangan memindahkan orang itu atau merubah posisi mereka dengan cara apa pun kecuali itu benar-benar diperlukan. Ini termasuk memposisikan ulang kepala orang tersebut atau mencoba melepas helm.
  • Upayakan orang tersebut untuk tetap berbaring dan tidak bergerak, bahkan jika mereka merasa mampu bangkit dan berjalan sendiri.
  • Jika orang tersebut tidak bernapas, lakukan CPR. Jangan memiringkan kepala ke belakang, namun. Sebaliknya, gerakkan rahang ke depan.

Cedera di bawah sumsum tulang belakang lumbal(daerah pinggang) biasanya tidak menghasilkan gejala kelumpuhan atau kehilangan sensasi. Tetapi menghasilkan nyeri saraf, mengurangi fungsi di beberapa area tubuh. 

Cedera pada sumsum tulang belakang sakral (tulang ekor), misalnya, dapat menyebabkan gangguan fungsi usus dan kandung kemih, menyebabkan masalah seksual, dan menghasilkan kelemahan di pinggul atau kaki. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dalam berbagai kasus yang jarang terjadi, korban cedera sumsum tulang belakang sakral menderita kelumpuhan sementara atau parsial. Cedera pada daerah ini tetap membutuhkan perawatan yang intensif bahkan operasi untuk mengembalikan fungsi tubuh seperti semula.

Bagaimana cedera sumsum tulang belakang biasanya terjadi?

Cedera saraf tulang belakang sering terjadi karena kecelakaan yang tidak terduga atau kontak fisik yang dapat menyebabkan trauma. Semua hal berikut dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang belakang:

Apa yang harus dilakukan jika menemukan seseorang mengalami cedera sumsum tulang belakang?

Jika Anda yakin Anda atau orang lain mengalami cedera tulang belakang, Anda membutuhkan pertolongan medis segera, jangan melakukan tindakan sembarangn jika Anda kurang paham dengan kondisi ini. Hal yang pertama Anda lakukan adalah mencari pertolongan medis. Berikut prosedur yang dapat Anda ikuti untuk menolong orang yang mengalami cedera tulang belakang.

Ketika orang tersebut tiba di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis fisik yang lengkap. Sehingga akan membantu mereka menentukan apakah ada cedera pada sumsum tulang belakang dan di mana cedera terjadi.

Alat diagnostik yang mungkin digunakan dokter meliputi: CT scan, MRI, X-rays dari tulang belakang. Pengobatan cedera tulang belakang biasanya dilakukan dengan operasi untuk memperbaiki jika ada saraf terjepit atau adanya kerusakan struktur tulang belakang.

Beberapa orang pasca mengalami cedera tulang belakang akan sembuh sepenuhnya dan tetap dapat memiliki kualitas hidup yang baik. Namun, ada efek potensial yang parah akibat terjadinya cedera sumsum tulang belakang. Sebagian besar orang akan membutuhkan alat bantu seperti tongkat atau kursi roda untuk seumur hidupnya dan beberapa bahkan mungkin mengalami kelumpuhan dari leher ke bawah.

Anda mungkin memerlukan bantuan menjalankan aktivitas sehari-hari Anda. Luka tekan dan infeksi saluran kemih adalah komplikasi yang umum terjadi. Dengan rehabilitasi, fungsi gerak Anda dapat dilatih. Tingkat kesembuhan tergantung dari seberapa parah cedera Anda.


Referensi

AANS (2018). Spinal Cord Injury.

Cadotte, DW. Fehlings, MG. (2011). Spinal Cord Injury: a Systematic Review of Current Treatment Options. Clinical Orthopaedics and Related Research, 469(3), pp. 732-741.

Chin, L. Medscape (2017). Drugs & Diseases. Spinal Cord Injuries.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit