Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Mengenal Malnutrisi Energi Protein dan Dampak Buruknya

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.628.659 orang

Mengenal Malnutrisi Energi Protein dan Dampak Buruknya

Istilah malnutrisi energi protein memang masih jarang terdengar namun mungkin akibat dari kondisi tersebut sudah sering dilihat. 

Malnutrisi adalah sebuah keadaan dimana tubuh kekurangan gizi. Oleh karena itu malnutrisi energi protein adalah kondisi tubuh yang kekurangan energi dan juga kekurangan protein. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Biasanya kondisi tersebut kebanyakkan dialami oleh anak-anak pada masa pertumbuhan. Kondisi malnutrisi energi protein atau MEP dapat mengakibatkan pertumbuhan tubuh menjadi terhambat. 

Hambatan pertumbuhan bisa meliputi pertumbuhan fungsi pada organ tubuh juga hambatan proses tumbuh kembang. 

Seseorang dengan indeks tubuh sebesar <17,5 dianggap mengalami MEP. Seseorang dengan MEP juga memiliki kondisi tubuh rentan cedera, sehingga perhatian lebih perlu diberikan. 

Jika Anda sering mendengar marasmus dan kwashiorkor, yang adalah akibat dari Malnutrisi Energi Protein. Agar Untuk lebih jelasnya mengenai MEP, berikut adalah penjelasannya.

Jenis Malnutrisi Energi Protein (MEP)

MEP Ringan Sedang

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

MEP atau malnutrisi energi protein tingkat rendah, biasa disebut juga kurang gizi. Kondisi ini banyak ditemui pada seseorang yang ingin menurunkan berat badan namun tidak menganut diet sehat.  

MEP Berat (Gizi Buruk)

MEP tingkat tinggi adalah kondisi kekurangan asupan gizi yang tergolong buru. Pada banyak kasus, gizi buruk sering terjadi pada anak-anak yang berkembang di lingkungan yang kurang layak, seperti negara miskin atau daerah konflik. 

Kondisi tersebut akan menghambat tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun mental.  Gizi buruk terbagi menjadi:

  • Marasmus Marasmus adalah kondisi gizi buruk yang sangat parah dimana tubuh kekurangan asupan karbohidrat, protein dan lemak, dan zat-zat gizi lainnya.  Penderita marasmus memiliki gejala yang cukup mudah dikenali yaitu penderita memiliki berat badan yang sangat kecil.  Gejala lainnya adalah warna rambut kepirang-pirangan mirip warna rambut jagung dan juga kulit yang berkerut. Tulang tubuh pada penderita marasmus juga akan terlihat lebih menonjol.
  • Kwashiorkor Jika marasmus adalah kondisi dimana tubuh kekurangan karbohidrat. maka kwashiorkor adalah gizi buruk akibat rendahnya jumlah protein yang masuk dalam tubuh.  Tanda-tanda yang ditunjukkan oleh mereka yang mengalami malnutrisi energi protein jenis kwashiorkor antara lain perut yang terlihat buncit tetapi tubuh kurus (busung lapar), rambut mudah rontok, muncul bercak kecokelatan pada kulit dan juga tubuh anak seperti membengkak.  Terjadinya gejala pembengkakan pada tubuh dalam kwashiorkor disebabkan oleh adanya penumpukan cairan atau edema dan juga lemak pada tubuh.  Walaupun MEP mudah terlihat kasatmata namun pengukuran lebih detil seperti massa tulang dan otot, lingkar pinggang juga dapat menjadi tolak ukur apakah seseorang menderita MEP. 

Cara mendiagnosa MEP

Pengukuran pada anak melalui berat badandan juga panjang atau tinggi badan merupakan tes awal yang dapat dilakukan. Kemudian hasilnya dicocokan dengan indeks kurva berat badan yang dikeluarkan oleh WHO berdasarkan usia dan jenis kelamin anak. Selain itu pengukuran dapat dilakukan berdasarkan kurva Kartu Menuju Sehat atau KMS pada buku KIA.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika hasilnya dengan standar deviasi kurang dari -3  atau kurang dari 25 % maka anak tersebut sudah bisa dipastikan menderita malnutrisi energi protein. Selain dengan cara tersebut juga perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah, kadar zat besi, rontgen dan juga tes mantoux. 

Dapat dilanjutkan pemeriksaan tinja dan urine untuk mengetahui apakah mengandung bakteri di dalamnya. Sering juga dilakukan tes HIV dan juga tes tusuk pada kulit untuk melihat apakah ada alergi atau tidak pada orang tersebut.

Penyebab terjadinya MEP

Kondisi MEP dapat disebabkan oleh kondisi sosial pada anak atau seseorang. selain kondisi sosial hal yang bisa memicu terjadinya MEP adalah kondisi kesehatan. Faktor penyebab tersebut antara lain :

Faktor Sosial

  • Kondisi ekonomi kemiskinan
  • Adanya kondisi kelaparan atau kekurangan bahan makanan seperti perang, bencana dll.
  • Kesalahan waktu pemberian makan anak oleh ibunya
  • Adanya ketergantungan terhadap bantuan oleh orang lain dalam hal makan
  • Kondisi pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan kalori harian
  • Pemberian MPASI yang tidak tepat
  • Gerakan Tutup Mulut atau GTM pada Anak

Faktor Kesehatan

  • Adanya gangguan makan seperti bulimia atau anorexia
  • Terkena infeksi virus HIV
  • Konsumsi jenis obat-obatan yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi ke dalam tubuh.
  • Adanya penyakit jantung bawaan pada orang tersebut
  • Menderita penyakit gagal ginjal yang kronis
  • Adanya infeksi oleh parasit dan infeksi lambung

MEP dengan mudah dapat kita temui di masyarakat, dengan gaya hidup yang sibuk, padat dan serba mudah, Ada baiknya memperhatikan asupan makanan Anda atau anak. Perlu diingat bahwa gizi yang seimbang akan membantu tumbuh kembang dan aktifitas harian seseorang.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini