Krim dan Tablet, Obat Jamur Kulit Ampuh Ini Bisa Ditemukan di Apotek

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Krim dan Tablet, Obat Jamur Kulit Ampuh Ini Bisa Ditemukan di Apotek

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Infeksi jamur kulit terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari panu, kurap, kutu air, hingga gatal di selangkangan. 
  • Gejala infeksi jamur meliputi bercak bersisik, kulit berubah warna, terasa gatal, muncul lesi yang melebar, dan rambut kulit jadi rontok.
  • Obat gatal jamur yang tidak perlu resep dokter biasanya berbentuk krim atau salep, sedangkan bentuk tablet harus dengan resep dokter.
  • Obat jamur kulit yang tidak butuh resep adalah Clotrimazole, Miconazole, Terbinafine hydrochloride, Tolfanate, dan Butenafine hydrochloride.
  • Obat jamur tablet yang memerlukan resep dokter adalah Ketoconazole, Griseofulvin, dan Terbinafine.
  • Beli obat jamur kulit dan obat anti jamur terlengkap lainnya dengan kualitas terbaik di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Infeksi jamur kulit terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari panu, kurap, kutu air, hingga gatal di selangkangan. Karena rasanya tidak nyaman, diperlukan obat jamur kulit agar gejalanya cepat sembuh dan tidak mudah kambuh.

Ada banyak pilihan obat untuk jamur kulit yang tersedia di apotek. Namun, tidak semuanya bisa Anda dapatkan karena beberapa di antaranya memerlukan resep dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Jenis obat untuk jamur kulit yang bisa didapatkan tanpa resep dokter adalah obat yang berbentuk krim atau salep. Obat jamur tablet umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. 

Pilihan obat jamur kulit krim tanpa resep dokter

1. Clotrimazole dan Miconazole

Bila Anda mencari obat jamur kulit ampuh yang tidak butuh resep dokter, Anda dapat menggunakan clotrimazole dan miconazole. Obat gatal jamur ini dinilai paling ampuh untuk meredakan gejalanya yang mengganggu.

Kedua jenis obat tersebut bekerja dengan cara menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lainnya . Hal ini menyebabkan rusaknya membran sel jamur hingga akhirnya jamur perlahan mati.

Clotrimazole dan miconazole dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur kulit jenis berikut:

Cara penggunaan: dioleskan 2 x sehari selama 4 minggu. Hasilnya terlihat setelah 2 minggu pemakaian.

Efek samping: Rasa panas pada kulit dan iritasi ringan.

Iklan dari HonestDocs
Beli MICONAZOLE CR 2% 10G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Miconazole cr 2 10g 1

Tersedia dalam merek dagang: Fungiderm (clotrimazole), Daktarin (miconazole).

2. Terbinafine hydrochloride

Obat untuk jamur kulit ini bekerja dengan cara menghambat epoksidase atau sintesis ergosterol. Alhasil, sel jamur jadi kekurangan ergosterol sehingga lambat laun mati.

Terbinafine hydrochloride digunakan untuk mengobati:

  • Kutu air (tinea pedis)
  • Jamur selangkangan (tinea cruris)
  • Kurap (tinea corporis)

Cara penggunaan: oleskan pada area yang sakit 2 x sehari.

Efek sampingiritasi kulit, rasa panas, dan kulit kering.

Tersedia dalam merek dagang: Lamisil Cream, Interbi Cream, dan lain-lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli MICONAZOLE CR 2% 10G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Miconazole cr 2 10g 1

3. Tolnaftate

Kandungan obat Tolnaftate diketahui dapat merusak hifa dan misela, yakni bagian yang berperan dalam pertumbuhan jamur. Obat untuk jamur kulit ini tidak hanya untuk mengobati, tetapi juga dapat mencegah jamur kulit.

Cara penggunaan: Bersihkan dan keringkan area kulit yang terkena, lalu oleskan pada kulit sebanyak 2 x sehari.

Lama pengobatan: 2-4 minggu. Namun, beberapa pasien kadang membutuhkan waktu 4-6 minggu sampai gejalanya sembuh tuntas.

Tersedia dalam merek dagang: Tinactin cream

4. Butenafine hydrochloride

Obat ini memiliki cara kerja yang sama dengan Terbinafine, Butenafine hydrochloride dapat digunakan untuk mengobati:

  • Kutu air (tinea pedis)
  • Jamur selangkangan (tinea cruris)
  • Kurap (tinea corporis)

Cara penggunaan: langsung dioleskan pada kulit yang terserang jamur sebanyak 2 x sehari selama 4 minggu. Khusus untuk jamur di selangkangan dan kurap cukup digunakan 1 x sehari selama 2 minggu sesuai petunjuk dokter.

Tersedia dalam merek dagang: Lotrimin Ultra.

Obat jamur tablet yang butuh resep dokter

Bila penggunaan krim tidak cukup untuk mengobati infeksi jamur, artinya Anda butuh obat jamur tablet. Jenis obat ini juga digunakan apabila infeksi jamur telah meluas pada kulit.

Namun, perlu diperhatikan bahwa obat anti jamur berbentuk tablet hanya boleh digunakan sesuai anjuran dokter. Tentunya dokter akan melihat kondisi infeksi jamur yang Anda alami dan menyesuaikannya dengan kebutuhan obat. Ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan obat jamur kulit tablet.

Beragam pilihan obat jamur kulit ampuh berbentuk tablet yang perlu resep dokter antara lain:

1. Ketoconazole

Ketoconazole adalah obat anti jamur azol turunan imidazole sintesis. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja enzim sitokrom p450 pada membran sel jamur sehingga mengganggu sintesis ergosterol yang merupakan komponen penting dari membran sel jamur.

Karena itulah, ketoconazole diyakini sebagai obat jamur kulit paling ampuh. Jenis obat ini mampu mengobati semua jenis infeksi jamur kulit, seperti kurap, kutu air, panu, dan sebagainya. Ketoconazole tersedia dalam bentuk tablet 200 mg.

Cara penggunaan: 1 x sehari, diminum setelah makan.

Lama penggunaan: tergantung keparahan infeksi dan responnya, umumnya sekitar 1-6 bulan. Kondisi kesehatan fisik harus selalu dipanatu selama penggunaan obat ini.

Tersedia dalam merek dagang: Zoralin, Mycoral, Nyzoral, dan lain-lain. 

Baca Juga: Ketoconazole: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

2. Griseofulvin

Griseofulvin adalah antibiotik yang bersifat fungistatik atau anti jamur. Obat ini dapat menghambat pertumbuhan berbagai spesies jamur, seperti Microsporum, Epidermophyton, dan Trichophyton.

Griseofulvin bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur kulit, kulit kepala, dan jamur kuku.

Dosis Griseofulvin: 500-1000 mg per hari untuk orang dewasa.

Cara penggunaan: diminum 1 x sehari, atau sesuai anjuran dokter.

3. Terbinafine

Terbinafine adalah obat resep yang sering digunakan untuk mengobati infeksi jamur di selangkangan, tubuh, kulit kepala, kaki, dan kuku. Obat gatal jamur ini tersedia dalam bentuk butiran dan tablet. 

Terbinafine dalam bentuk sedaan butiran digunakan untuk mengobati infeksi jamur kulit kepala (tinea capitis).

Dosis Terbinafine: umumnya 250 mg, tetapi dapat disesuaikan dengan berat badan pasien.

Cara penggunaan: diminum 1 x sehari selama 6 minggu.

Tersedia dalam merek dagang: Termisil, Interbi, Lamisil Tablet.

Ciri-ciri infeksi jamur sesuai dengan jenisnya

Infeksi jamur tak hanya bsa terjadi pada kulit, tetapi juga kulit kepala dan kuku. Gejala infeksi jamur biasanya ditandai dengan:

  • Bercak bersisik
  • Kulit berubah warna (pink, putih, atau cokelat)
  • Rasa gatal di area yang terkena, terutama ketika berkeringat
  • Muncul lesi yang perlahan-lahan melebar
  • Rambut atau bulu kulit menjadi rontok

Setiap jenis infeksi jamur kulit memiliki ciri-ciri lainnya yang khas. Berikut informasi lengkapnya:

1. Tinea capitis (kulit kepala)

Infeksi jamur di kulit kepala paling sering ditemukan pada anak-anak. Ciri-ciri jamur tinea capitis adalah:

  • Terdapat bercak abu-abu atau bintik hitam
  • Kulit kepala terasa sangat gatal
  • Kulit kepala bersisik
  • Rambut mudah rusak dan rontok
  • Kebotakan

Akibat infeksi jamur, seseorang dapat mengalami demam ringan sekitar 37,8-38,3° Celsius hingga pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

2. Tinea vesikolor (panu)

Dalam istilah medis, infeksi jamur kulit karena panu disebut dengan tinea vesikolor. Ciri-ciri panu adalah:

  • Muncul perubahan warna kulit yang umumnya berwarna putih
  • Bercak biasanya muncul pada pada punggung, dada, leher dan lengan atas. 
  • Bercak bersisik halus, sedikit menonjol, dan terasa gatal terutama saat berkeringat.

Jika dibiarkan, panu lama-kelamaan semakin meluas pada kulit.

Baca Juga: 4 Obat Panu Paling Ampuh, Cepat, dan Aman Digunakan

3. Tinea corporis (kurap)

Kurap memiliki bentuk seperti cincin pada kulit, sehingga sering disebut sebagai ringworm. Awalnya, kurap berbentuk bulatan kecil pada kulit dan lama-kelamaan semakin melebar disertai rasa gatal.

Ciri-ciri kurap pada kulit antara lain:

  • Berwarna merah kecoklatan dan bersisik dengan tepi yang lebih jelas
  • Kulit yang memerah karena meradang (tepi aktif), sedangkan bagian tengah kurang aktif atau bahkan terlihat seperti kulit yang normal (central healing). 

Baca Juga: Obat Kurap Alami (Tradisional) Paling Ampuh dan Aman

4. Tinea cruris (jamur selangkangan)

Warna dan bentuk jamur selangkangan hampir sama dengan ciri-ciri kurap, tapi bedanya sensasi gatalnya lebih mengganggu. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua kasus gatal di selangkangan sudah pasti disebabkan oleh jamur, karena bisa juga disebabkan oleh hal lainnya.

Maka itu, jangan sembarang pakai obat jamur kulit untuk mengatasi gatal di selangkangan. Agar lebih aman, konsultasikan dulu ke dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri dan Cara Mengobati Jamur di Selangkangan

5. Tinea pedis (kutu air)

Kutu air umumnya muncul di bagian kaki, tapi juga bisa menyebar hingga ke telapak kaki, pangkal paha, ketiak, hingga tangan. Kondisi ini juga bisa menular apabila penderita menyentuh atau menggaruk daerah yang terinfeksi, kemudian menyentuh bagian tubuh yang lain.

Tanda dan gejala kutu air meliputi:

  • Kulit kaki atau telapak kaki retak-retak
  • Kulit mengelupas pada sela-sela antara jari kaki atau lipatan jari kaki
  • Kulit tampak kemerahan, gatal, terasa perih, dan nyeri, terutama ketika kena air
  • Lepuh pada kaki bisa berkerak atau menjadi borok

Baca Juga: Penyebab Kutu Air dan Cara Mengobatinya

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline. What are Antifungal Drugs? (https://www.healthline.com/health/fungal-infection/antifungal). 6 Desember 2019.
Medical News Today. What you need to know about fungal infections. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/317970.php). 15 November 2018.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app