Pengobatan

Obat Jamur Kulit di Apotik Paling Ampuh (Krim & Tablet)

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 21, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Obat Jamur Kulit di Apotik Paling Ampuh (Krim & Tablet)

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Infeksi jamur kulit terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari panu, kurap, kutu air, hingga gatal di selangkangan. 
  • Gejala infeksi jamur meliputi bercak bersisik, kulit berubah warna, terasa gatal, muncul lesi yang melebar, dan rambut kulit jadi rontok.
  • Obat jamur kulit yang tidak perlu resep dokter biasanya berbentuk krim atau salep, sedangkan bentuk tablet harus dengan resep dokter.
  • Obat jamur kulit yang tidak butuh resep adalah Clotrimazole, Miconazole, Terbinafine hydrochloride, Tolfanate, dan Butenafine hydrochloride.
  • Obat jamur tablet yang memerlukan resep dokter adalah Ketoconazole, Griseofulvin, dan Terbinafine.

Infeksi jamur kulit terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari panu, kurap, kutu air, hingga gatal di selangkangan. Karena rasanya tidak nyaman, diperlukan obat jamur kulit agar gejalanya cepat sembuh dan tidak mudah kambuh.

Ada banyak pilihan obat jamur kulit yang tersedia di apotek. Namun, tidak semuanya bisa Anda dapatkan karena beberapa di antaranya memerlukan resep dokter.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jenis obat jamur yang bisa didapatkan tanpa resep dokter adalah obat yang berbentuk krim atau salep. Sedangkan obat jamur berbentuk tablet umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. 

Ciri-ciri infeksi jamur sesuai dengan jenisnya

Infeksi jamur tak hanya bsa terjadi pada kulit, tapi juga kulit kepala dan kuku. Tanda dan gejala infeksi jamur biasanya ditandai dengan:

  • Bercak bersisik
  • Kulit berubah warna (pink, putih, atau warna cokelat)
  • Rasa gatal di area yang terkena, terutama ketika berkeringat
  • Muncul lesi yang perlahan-lahan melebar
  • Rambut atau bulu kulit menjadi rontok

Setiap jenis infeksi jamur kulit memiliki ciri-ciri lainnya yang khas. Berikut informasi lengkapnya:

1. Tinea capitis (kulit kepala)

Infeksi jamur di kulit kepala paling sering ditemukan pada anak-anak. Ciri-ciri jamur tinea capitis adalah:

  • Terdapat bercak abu-abu atau bintik hitam
  • Kulit kepala terasa sangat gatal
  • Kulit kepala bersisik
  • Rambut mudah rusak dan rontok
  • Kebotakan

Akibat infeksi jamur, seseorang dapat mengalami demam ringan sekitar 37,8-38,3° Celsius hingga pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

2. Tinea vesikolor (panu)

Dalam istilah medis, infeksi jamur kulit karena panu disebut dengan tinea vesikolor. Ciri-ciri panu adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli MICONAZOLE CR 2% 10G via HonestDocs

Miconazole digunakan untuk mengobati kandidiasis orofaringeal, yaitu infeksi jamur pada bagian tenggorokan pada bagian belakang mulut. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Miconazole cr 2 10g 1
  • Muncul perubahan warna kulit yang umumnya berwarna putih
  • Bercak biasanya muncul pada pada punggung, dada, leher dan lengan atas. 
  • Bercak bersisik halus, sedikit menonjol, dan terasa gatal terutama saat berkeringat.

Jika dibiarkan, panu lama-kelamaan semakin meluas pada kulit.

Baca Juga: Obat Panu Paling Ampuh

3. Tinea corporis (kurap)

Kurap memiliki bentuk seperti cincin pada kulit, sehingga sering disebut sebagai ringworm. Awalnya, kurap berbentuk bulatan kecil pada kulit dan lama-kelamaan semakin melebar disertai rasa gatal.

Ciri-ciri kurap pada kulit antara lain:

  • Berwarna merah kecoklatan dan bersisik dengan tepi yang lebih jelas
  • Kulit yang memerah karena meradang (tepi aktif), sedangkan bagian tengah kurang aktif atau bahkan terlihat seperti kulit yang normal (central healing). 

Baca Selengkapnya: Obat Kurap Alami (Tradisional) Paling Ampuh dan Aman

4. Tinea cruris (jamur selangkangan)

Warna dan bentuk jamur selangkangan hampir sama dengan ciri-ciri kurap, tapi bedanya sensasi gatalnya lebih mengganggu. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua kasus gatal di selangkangan sudah pasti disebabkan oleh jamur, karena bisa juga disebabkan oleh hal lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Maka itu, jangan sembarang pakai obat jamur kulit untuk mengatasi gatal di selangkangan. Agar lebih aman, konsultasikan dulu ke dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri dan Cara Mengobati Jamur di Selangkangan

5. Tinea pedis (kutu air)

Kutu air umumnya muncul di bagian kaki, tapi juga bisa menyebar hingga ke telapak kaki, pangkal paha, ketiak, hingga tangan. Kondisi ini juga bisa menular apabila penderita menyentuh atau menggaruk daerah yang terinfeksi, kemudian menyentuh bagian tubuh yang lain.

Tanda dan gejala kutu air meliputi:

  • Kulit kaki atau telapak kaki retak-retak
  • Kulit mengelupas pada sela-sela antara jari kaki atau lipatan jari kaki
  • Kulit tampak kemerahan, gatal, terasa perih, dan nyeri, terutama ketika kena air
  • Lepuh pada kaki bisa berkerak atau menjadi borok.

Baca Selengkapnya: Penyebab Kutu Air dan Cara Mengobatinya

Pilihan obat jamur kulit krim tanpa resep dokter

1. Clotrimazole dan Miconazole

Bila Anda mencari obat jamur untuk kulit yang tidak butuh resep dokter, Anda dapat menggunakan clotrimazole dan miconazole. Obat jamur kulit ini dinilai paling ampuh untuk meredakan gejalanya yang mengganggu.

Kedua jenis obat tersebut bekerja dengan cara menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lainnya . Hal ini menyebabkan rusaknya membran sel jamur hingga akhirnya jamur perlahan mati.

Clotrimazole dan miconazole dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur kulit jenis berikut:

Cara penggunaan: dioleskan 2 x sehari selama 4 minggu. Hasilnya terlihat setelah 2 minggu pemakaian.

Efek samping: Rasa panas pada kulit dan iritasi ringan.

Tersedia dalam merek dagang: Fungiderm (clotrimazole), Daktarin (miconazole).

2. Terbinafine hydrochloride

Obat jamur untuk kulit inni bekerja dengan cara menghambat epoksidase atau sintesis ergosterol. Alhasil, sel jamur jadi kekurangan ergosterol sehingga lambat laun mati.

Terbinafine hydrochloride digunakan untuk mengobati:

  • Kutu air (tinea pedis)
  • Jamur selangkangan (tinea cruris)
  • Kurap (tinea corporis)

Cara penggunaan: oleskan pada area yang sakit 2 x sehari.

Efek samping: iritasi kulit, rasa panas, dan kulit kering.

Tersedia dalam merek dagang: Lamisil Cream, Interbi Cream, dan lain-lain.

3. Tolnaftate

Kandungan obat Tolnaftate diketahui dapat merusak hifa dan misela, yakni bagian yang berperan dalam pertumbuhan jamur. Obat jamur kulit ini tidak hanya untuk mengobati, tetapi juga dapat mencegah jamur kulit.

Cara penggunaan: Bersihkan dan keringkan area kulit yang terkena, lalu oleskan pada kulit sebanyak 2 x sehari.

Lama pengobatan: 2-4 minggu. Namun, beberapa pasien kadang membutuhkan waktu 4-6 minggu sampai gejalanya sembuh tuntas.

Tersedia dalam merek dagang: Tinactin cream

4. Butenafine hydrochloride

Obat ini memiliki cara kerja yang sama dengan Terbinafine, Butenafine hydrochloride dapat digunakan untuk mengobati:

  • Kutu air (tinea pedis)
  • Jamur selangkangan (tinea cruris)
  • Kurap (tinea corporis)

Cara penggunaan: langsung dioleskan pada kulit yang terserang jamur sebanyak 2 x sehari selama 4 minggu. Khusus untuk jamur di selangkangan dan kurap cukup digunakan 1 x sehari selama 2 minggu sesuai petunjuk dokter.

Tersedia dalam merek dagang: Lotrimin Ultra.

Obat jamur tablet yang butuh resep dokter

Bila penggunaan krim tidak cukup untuk mengobati infeksi jamur, maka artinya Anda butuh obat jamur tablet. Jenis obat ini juga digunakan apabila infeksi jamur telah meluas pada kulit.

Namun, perlu diperhatikan bahwa obat jamur berbentuk tablet hanya boleh digunakan sesuai anjuran dokter. Tentunya, dokter akan melihat kondisi infeksi jamur yang Anda alami dan menyesuaikannya dengan kebutuhan obat. Ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan obat jamur kulit tablet.

Beragam pilihan obat jamur tablet yang perlu resep dokter antara lain:

1. Ketoconazole

Ketoconazole adalah obat anti jamur azol turunan imidazole sintesis. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja enzim sitokrom p450 pada membran sel jamur, sehingga mengganggu sintesis ergosterol yang merupakan komponen penting dari membran sel jamur.

Karena itulah, ketoconazole diyakini sebagai obat jamur kulit paling ampuh. Pasalnya, jenis obat ini mampu mengobati semua jenis infeksi jamur kulit, seperti kurap, kutu air, panu, dan sebagainya. Ketoconazole tersedia dalam bentuk tablet 200 mg.

Cara penggunaan: 1 x sehari, diminum setelah makan.

Lama penggunaan: tergantung keparahan infeksi dan responnya, umumnya sekitar 1-6 bulan. Kondisi kesehatan fisik harus selalu dipanatu selama penggunaan obat ini.

Tersedia dalam merek dagang: Zoralin, Mycoral, Nyzoral, dan lain-lain. 

Baca Selengkapnya: Ketoconazole: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

2. Griseofulvin

Griseofulvin adalah antibiotik yang bersifat fungistatik atau anti jamur. Obat ini dapat menghambat pertumbuhan berbagai spesies jamur seperti Microsporum, Epidermophyton, dan Trichophyton.

Griseofulvin bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur kulit, kulit kepala, dan jamur kuku.

Dosis Griseofulvin: 500-1000 mg per hari untuk orang dewasa.

Cara penggunaan: diminum 1 x sehari, atau sesuai anjuran dokter.

3. Terbinafine

Terbinafine adalah obat resep yang seringdigunakan untuk mengobati infeksi jamur di selangkangan, tubuh, kulit kepala, kaki, dan kuku. Obat jamur kulit ini tersedia dalam bentuk butiran dan tablet. 

Terbinafine dalam bentuk sedaan butiran digunakan untuk mengobati infeksi jamur kulit kepala (tinea capitis).

Dosis Terbinafine: umumnya 250 mg, tapi dapat disesuaikan dengan berat badan pasien.

Cara penggunaan: diminum 1 x sehari selama 6 minggu.

Tersedia dalam merek dagang: Termisil, Interbi, Lamisil Tablet.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline. What are Antifungal Drugs? (https://www.healthline.com/health/fungal-infection/antifungal). 6 Desember 2019.
Medical News Today. What you need to know about fungal infections. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/317970.php). 15 November 2018.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app