Asam Mefenamat : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 341.051 orang

Apa itu Asam Mefenamat?

Asam mefenamat adalah derivate asam anthranilic berbentuk bubuk putih keabu-abuan, tidak berbau yang termasuk ke dalam golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamatory drug). 

NSAID ini sudah terkenal digunakan untuk pengobatan nyeri ringan sampai sedang, antiinflamasi (pembengkakan), dan antipiretik (penurun panas). 

Bentuk formulasi dari asam mefenamat dapat berupa tablet, kapsul, atau sediaan cair. Brand yang terkenal untuk asam mefenamat adalah Ponstan biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit pada gigi.

Cara Kerja Asam Mefenamat

Asam mefenemat bekerja dengan menghalangi enzim siklooksigenase (cox 1 dan cox 2). Enzim ini membantu membuat mediator inflamasi dalam tubuh yang disebut prostaglandin. 

Prostaglandin ini akan diproduksi pada tempat-tempat yang mengalami cedera atau kerusakan dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan memblok efek enzim cox, maka akan lebih sedikit prostaglandin yang diproduksi yang berarti rasa sakit dan peradangan berkurang. 

Lebih spesifiknya, cox-2 lah yang menghasilkan prostaglandin, sedangkan cox-1 berada alami dalam tubuh yaitu berfungsi untuk melapisi lambung. Dikarenakan asam mefenamat adalah golongan NSAID non selektif, sehingga menghambat cox 1 dan cox 2. 

Hal ini mengakibatkan asam mefenamat memiliki efek samping terhadap gastrointestinal. Oleh karena itu, ketika menggunakan asam mefenamat disarankan untuk makan terlebih dahulu supaya asam mefenamat yang masuk ke dalam lambung tidak langsung bereaksi terhadap permukaan lambung. 

Onset kerja dari asam mefenamat ini tergolong cepat dengan waktu paruhnya 2 jam. Asam mefenamat ini dimetabolisme di hati dan diekresikan melalui ginjal. 

Asam mefenamat juga dapat menghambat aktivitas limfosit, mengurangi aktivitas sitokin proinflamasi, dan dapat menghambat agregasi neutrophil yang dapat berkontribusi pada aktivitas anti-peradangannya.

Manfaat dan efek samping Asam Mefenamat

Asam Mefenamat dapat mengurangi rasa nyeri dan inflamasi (pembengkakan) untuk dewasa dan anak diatas umur 14 tahun. Asam mefenamat juga berguna dalam pengobatan pada nyeri sendi, nyeri otot, sakit akibat menstruasi, dan demam. 

Efek samping yang banyak ditimbulkan oleh asam mefenamat adalah sakit perut, diare, gastritis, kembung, konstipasi, mual, muntah, dan sensasi perih dan panas pada dada. 

Asam mefenamat pada beberapa orang dapat menyebabkan alergi yang parah, gejala yang termasuk alergi asam mefenamat adalah kesulitan bernafas, gatal-gatal, dan pembengkakan pada wajah atau tenggorokan. 

Asam mefenamat dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap asam mefenamat, riwayat inflamasi pada saluran pencernaat, gangguan ginjal, dan pasien yang baru melakukan operasi CABG (Coronar artery bypass graft).

Dosis Asam Mefenamat

Sebagai analgesik: 250-500 mg 3 kali sehari atau gunakan jika diperlukan. Gunakan dosis awal 500 mg. kemudian 250 mg tiap 6 jam. Untuk nyeri, asam mefenamat digunakan tidak lebih dari 7 hari, sedangkan untuk nyeri haid digunakan tidak lebih dari 3 hari. 

Penggunaan asam mefenamat harus sesudah makan untuk menghindari efek gastrointestinal. Asam mefenamat pada kehamilan termasuk kategori C dan bisa berubah menjadi D bila digunakan pada jangka waktu yang lama. 

Kategori C menunjukkan resiko pada percobaan kepada hewan tetapi tidak tersedia penelitian yang cukup pada manusia. Kategori D menunjukkan memiliki efek yang positif pada kematian atau kegagalan janin. 

Dosis asam mefenamat untuk anak dibawah 14 tahun tidak disarankan, namun apabila diatas 14 tahun gunakan dosis awal 500 mg sekali kemudian 250 mg tiap 6 jam.

Interaksi Asam Mefenamat dengan obat lain

Asam mefenamat ini dapat berinteraksi dengan obat lain, herbal, atau vitamin yang dapat mengubah cara kerja obat. Contoh beberapa obat yang dapat menyebabkan interaksi serius dengan asam mefenamat adalah asam aminolevulinic, apixaban, benazepril, captopril, enelapril, fosinopril, ketorolac, lisinopril, methotrexate, methyl aminolevulinate, moexipril, pemetrexed, perindopril, quinapril, ramipril, tacrolimus, trandolapril. 

Hindari juga meminum asam mefenamat bersamaan dengan alkohol karena dapat meningkatkan resiko pada pendarahan lambung atau usus.

Peringatan penggunaan Asam Mefenamat

Peringatan untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung atau gagal jantung. Asam mefenamat dapat menyebabkan peningkatan resiko masalah jantunng karena dapat menyebabkan penahanan cairan sehingga tekanan darah memburuk serta meningkatkan resiko gagal jantung. 

Untuk penderita asma, asam mefenamat dapat menyebabkan saluran udara menjadi lebih sempit atau lebih kecil yang dapat memperburuk kondisi asma.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit