Menyusui

Daftar Obat Yang Aman dan Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 29, 2020 Tinjau pada Mei 19, 2019 Waktu baca: 2 menit
Daftar Obat Yang Aman dan Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Bagi ibu menyusui, mengonsumsi obat tentu tidak boleh sembarangan karena ada obat yang aman dan tidak aman untuk ibu menyusui. Untuk itu, ibu menyusui harus perlu memperhatikan jenis obat yang dikonsumsi
  • Obat yang tidak aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui dibagi dalam dua alasan utama. Pertama, obat-obatan tersebut dapat mengganggu produksi ASI dan kedua, obat-obatan tersebut dapat diekskresikan ke dalam ASI sehingga mempengaruhi bayi yang disusui
  • Beberapa jenis obat yang aman untuk dikonsumsi ibu menyusui antara lain obat dengan kandungan acetaminophen atau parasetamol, dextrometrorphan, salbutamol, acyclovir, digoxin, heparin, dan warfarin
  • Sementara itu, jenis obat yang tidak aman dan sebaiknya tidak dikonsumsi ibu menyusui adalah obat yang mengandung antalgin, aspirin, chlorpheniramin, chloramphenicol, ciprofloxacin, serta obat penenang atau obat tidur
  • Mengonsumsi obat pada saat menyusui juga sebaiknya dihindari kecuali jika benar-benar diperlukan. Hal ini juga berlaku untuk obat suplemen makanan atau jamu. Untuk memastikan keamanannya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter

Merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa ibu menyusui juga bisa sakit. Biasanya suatu penyakit bisa langsung diatasi dengan obat, namun ibu menyusui harus ekstra hati-hati karena ada obat yang aman dan tidak aman untuk ibu menyusui.

Obat yang aman berarti obat tersebut tidak berbahaya baik bagi bayi yang disusui atau kondisi kesehatan ibunya, termasuk tidak menganggu produksi ASI. Contohnya adalah obat yang memiliki sifat farmakologi yang tidak masuk ke dalam aliran darah atau hanya diserap sedikit dan memberikan efek lokal seperti obat sukralfat dan antasida doen dan obat yang tidak dikeluarkan melalui ASI seperti insulin, heparin, dan interferon.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Obat menjadi tidak aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dua alasan utama. Pertama, obat-obatan tersebut dapat mengurangi produksi ASI. Kedua, obat-obatan tersebut dapat diekskresikan ke dalam ASI sehingga dapat memberikan pengaruh yang tidak baik bagi bayi yang disusuinya.

Untuk menghindari konsumsi obat yang tidak aman bagi ibu menyusui, maka pada artikel kali ini akan dijabarkan daftar beberapa obat yang aman dan yang tidak aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui berdasarkan fungsi dan nama obatnya.

Obat Aman Untuk Ibu Menyusui

Obat-obatan berikut merupakan obat yang aman untuk dikonsumsi ibu menyusui sesuai dosis yang dibutuhkan:

  • Obat antipiretik atau penurun panas : acetaminophen atau parasetamol
  • Obat analgesik atau penghilang nyeri : ibuprofen, asam mefenamat
  • Obat batuk : dextrometrorphan
  • Obat anti asma : salbutamol, prednison, prednisolon
  • Obat anti alergi : loratadin, fexofenadin, fluticason
  • Obat antibiotik : golongan penisilin seperti amoksisilin dan ampisillin, golongan cephalosporin seperti cefadroxil, ceftriaxon, cefotaxim
  • Obat anti jamur : clotrimazol, fluconazol, miconazol
  • Obat anti virus : acyclovir
  • Obat lambung : antasida doen, ranitidin, sucralfat
  • Obat anti hipertensi :  methyldopa, propranolol, labetolol
  • Obat penyakit jantung : digoxin, propranolol, metoprolol, labetolol
  • Obat anti tuberculosis : isoniazid, rifampisin, pyrazinamid, ethambutol dan streptomycin
  • Obat anti tiroid : propythiourasil, levotiroksin, metamizole
  • Obat diabetes melitus : insulin, glipizide
  • Obat kontrasepsi : progestin (mini pil)
  • Obat anti epilepsi : fenitoin, carbamazepin
  • Obat anti depresi : sertralin
  • Obat anti pembekuan darah : heparin, warfarin
  • Obat anestesi lokal : bupivacain, lidokain

Obat Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

Obat - obatan berikut merupakan obat yang tidak aman untuk ibu menyusui:

  • Obat analgesik atau penghilang nyeri : antalgin, asetosal atau aspirin
  • Obat anti alergi : chlorpheniramin maleat, diphenhydramin
  • Obat antibiotik : chloramphenicol, ciprofloxacin, doksisiklin, metronidazol, tetrasiklin
  • Obat anti hipertensi : diuretik seperti furosemid, atenolol, klonidin, captopril, nifedipin, verapamil
  • Obat kemoterapi
  • Obat penenang atau obat tidur
  • Obat kontrasepsi yang mengandung estrogen
  • Obat anti diare : loperamide

Meminum obat pada saat menyusui yang paling aman adalah meminum obat hanya apabila benar-benar diperlukan. Hal ini juga berlaku untuk konsumsi suplemen makanan atau jamu. 

Informasikan terlebih dahulu kepada dokter mengenai kondisi ibu menyusui, agar dokter dapat memberikan resep obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi ibu menyusui. Minumlah obat yang dianjurkan dan direkomendasikan oleh dokter sesuai dosis yang dibutuhkan.

Perhatikan juga kondisi bayi selama ibu menyusui mengkonsumsi obat tersebut. Meskipun obat tersebut telah dinyatakan aman, apabila muncul perubahan atau reaksi yang aneh pada bayi, harap segera menghentikan obat yang dikonsumsi dan segera periksakan bayi ke dokter.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Medications to Avoid During Pregnancy: Cipro, Ibuprofen & More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/pregnancy/category-c-drugs)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app