Dermatitis Eksfoliatif - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 914.304 orang

Dermatitis eksfoliatif adalah kondisi kulit yang kemerahan dan mengelupas pada area tubuh yang luas. Istilah "eksfoliatif" mengacu pada pengelupasan kulit. Dermatitis berarti peradangan kulit. 

Pada beberapa orang, pengelupasan kulit dapat terjadi akibat kondisi medis yang sudah ada sebelumnya atau sebagai akibat dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Dalam beberapa kasus penyebab terjadinya dermatitis eksfoliatif tidak diketahui.

Dermatitis eksfoliatif, kadang-kadang disebut eritroderma, merupakan kondisi yang serius tetapi cukup jarang terjadi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi yang mencakup infeksi, kekurangan nutrisi, dehidrasi, dan gagal jantung, hingga kematian.

Apa penyebab terjadinya Dermatitis Eksfoliatif?

Akar penyebab dermatitis eksfoliatif adalah kelainan sel-sel kulit. Sel-sel mati dan luruh terlalu cepat dalam proses pada proses regenerasi kulit atau proses pergantian kulit. Pergantian sel-sel kulit yang cepat menyebabkan pengelupasan kulit yang signifikan.

Dermatitis eksfoliatif biasanya disebabkan oleh kondisi kulit kronis, seperti penyakit autoimun, psoriasis, dermatitis seboroik, dan eksim. Jenis kanker tertentu, termasuk leukemia dan limfoma, juga dapat mempercepat laju pergantian sel kulit. 

Menurut Merck Manuals, hingga 25% kasus dermatitis eksfoliatif adalah idiopatik. Idiopatik adalah ketika suatu penyakit atau kondisi tidak diketahui penyebabnya.

Reaksi efek samping dari berbagai penggunaan obat-obatan juga dapat berkontribusi pada pengelupasan kulit secara masif. Obat-obatan yang dapat menyebabkan kondisi ini termasuk:

  • Obat golongan sulfa
  • penisilin
  • barbiturat
  • fenitoin (Dilantin) dan obat kejang lainnya
  • isoniazid
  • obat tekanan darah
  • blocker saluran kalsium
  • obat topikal (obat yang diaplikasikan langsung di kulit)

Namun tergantung dari respon tubuh Anda, hampir semua obat-obatan dapat menyebabkan dermatitis eksfoliatif.

Gejala Dermatitis Eksfoliatif

Berikut ini adalah tanda dan gejala paling umum dari dermatitis eksfoliatif secara menyeluruh. Namun, setiap individu mungkin mengalami gejala yang berbeda:

  • Kemerahan kulit yang ekstrem
  • Kulit bersisik
  • Kulit menebal
  • Gatal
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Infeksi sekunder (virus atau bakteri)

Gejala parah dari dermatitis eksfoliatif dapat mengancam jiwa. Komplikasi serius seperti infeksi, gangguan cairan dan elektrolit, dan gagal jantung adalah dapat menyebabkan kematian. Gejala-gejala dermatitis eksfoliatif dapat menyerupai kondisi kulit lainnya. 

Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang serius, segera dapatkan penanganan medis terkait dengan kelainan kulit yang muncul.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Dermatitis Eksfoliatif?

Dermatitis eksfoliatif dapat disebabkan oleh berbagai kelainan kulit dan penggunaan obat-obatan. Untuk mencegah terjadinya dermatitis eksfoliatif Anda dapat melakukan penanganan yang adekuat pada kondisi medis yang Anda derita seperti kanker atau penyakit autoimun lainnya.

Pada kondisi-kondisi tertentu, mungkin Anda tidak dapat mengontrol perkembangan penyakit yang dapat memicu terjadinya dermatitis eksfoliatif. 

Jika Anda memiliki gejala-gejala yang menunjukan tanda-tanda dermatitis eksfoliatif, segera pergi ke dokter atau UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis agar komplikasi yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Bagaimana penanganan Dermatitis Eksfoliatif?

Diagnosa

Dokter dapat menegakan diagnosis dermatitis eksfoliatif berdasarkan riwayat kesehatan dan hasil pemeriksaan fisik  orang tersebut. 

Jika gejala dermatitis eksfoliatif mirip dengan limfoma kulit (mikosis fungoides), dokter akan melakukan pemeriksaan biopsi kulit yang dilakukan dengan mengambil sampel kulit, yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan kelainan kulit yang dialami orang tersebut.

Pengobatan

Kasus-kasus dermatitis eksfoliatif yang parah memerlukan perawatan di rumah sakit. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, cairan intravena (IV), dan suplemen nutrisi.

Selain itu perawatan akan bervariasi, tergantung pada penyebabnya:

  • Jika obat-obatan tertentu diduga menyebabkan dermatitis eksfoliatif, maka pengobatan dapat dilakukan dengan menghentikan penggunaan obat tersebut.
  • Jika kondisi kulit lain memicu terjadinya dermatitis eksfoliatif, mengobati kondisi kulit yang mendasarinya dapat mengatasi dermatitis eksfoliatif secara menyeluruh.
  • Jika kanker memicu terjadinya dermatitis eksfoliatif, mengobati kanker biasanya apat mengatasi dermatitis eksfoliatif secara menyeluruh.

Perawatan suportif lain yang dapat dilakukan,termasuk:

  • Menggunakan selimut agar tetap hangat
  • Mandi menggunakan air dingin
  • Menggunakan petroleum jelly pada kulit yang kemudian ditutup dengan kain kasa
  • Penggunaan kortikosteroid sistemik (untuk kasus yang parah)
  • Rehydration (mencukupi kebutuhan cairan tubuh)
  • Perawatan luka komprehensif untuk mencegah infeksi

Kondisi ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan perawatan di rumah sakit segera. Prospek (prognosis) tergantung pada penyebabnya. Dalam kasus reaksi obat, kondisi biasanya berlangsung 2 hingga 6 minggu setelah obat dihentikan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit