Nyeri Vagina - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 170.553 orang

Pada wanita, vagina merupakan saluran dari serviks hingga ke vulva. Rasa nyeri atau tidak nyaman pada vagina Anda seringkali merupakan akibat dari masalah medis atau psikologis. Pengobatan dan intervensi dini dapat membantu Anda meringankan dan menurunkan risiko komplikasi.

Apa saja gejala nyeri pada vagina?

Gejala spesifik nyeri dan ketidaknyamanan vagina biasanya bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Misalnya, vestibulitis vulva adalah suatu kondisi yang menyebabkan rasa sakit hanya ketika ada tekanan pada vagina Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Sebaliknya, vulvodynia adalah suatu kondisi yang menyebabkan rasa sakit kronis yang terus menerus.

Tergantung pada kondisinya, Anda mungkin akan mengalami satu atau lebih dari gejala berikut yang berhubungan dengan nyeri pada vagina:

  • Rasa terbakar
  • Gatal
  • Nyeri
  • Terasa panas
  • Terasa berdenyut
  • Terasa lecet atau kasar
  • Rasa sakit saat berhubungan intim

Jika nyeri pada vagina Anda disebabkan oleh suatu infeksi, Anda mungkin akan mengalami keputihan yang tidak normal. Misalnya, mungkin keputihan tersebut akan terlihat atau berbau berbeda dari biasanya. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi jamur atau bakteri.

Apa yang menyebabkan nyeri pada vagina?

Nyeri pada vagina mungkin hanya terbatas pada area vagina Anda. Atau, kondisi tersebut dapat menyebar ke bawah dari panggul atau serviks Anda.

Penyebab paling umum dari nyeri pada vagina adalah infeksi. Contohnya adalah:

  • Infeksi jamur
  • Gonore
  • Klamidia

Penyebab lain dari nyeri pada vagina adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • trauma yang disebabkan oleh seks, persalinan, pembedahan, atau prosedur medis lainnya
  • atrofi vulvovaginal karena penurunan estrogen setelah menopause
  • vestibulitis vulva
  • kanker serviks

Nyeri pada vagina juga bisa berasal dari kondisi yang disebut dispareunia. Kondisi ini merupakan istilah medis untuk sakit saat berhubungan seksual. Hal ini dapat disebabkan oleh pelumasan yang kurang saat berhubungan seks akibat perubahan hormonal atau kurangnya gairah seksual. 

Nyeri pada vagina juga bisa berasal dari kondisi psikologis, seperti riwayat pelecehan seksual.

Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin tidak dapat menentukan penyebab nyeri pada vagina Anda. Vulvodynia adalah istilah medis untuk nyeri vagina kronis tanpa penyebab yang diketahui.

Siapa yang berisiko mengalami nyeri pada vagina?

Wanita dari segala usia dapat mengalami nyeri pada vagina. Dalam beberapa kasus, riwayat kesehatan Anda dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri pada vagina. 

Misalnya, perubahan hormon yang disebabkan oleh kehamilan, menopause, atau histerektomi dapat meningkatkan risiko nyeri pada vagina. Jika Anda memiliki riwayat pengobatan kanker payudara, Anda juga berisiko lebih tinggi mengalami nyeri pada vagina.

Obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko nyeri pada vagina. Misalnya, statin adalah obat yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Obat ini diketahui dapat menyebabkan kekeringan pada vagina dan dapat menyebabkan nyeri pada vagina.

Usia lanjut juga merupakan faktor risiko mengalami nyeri pada vagina. Menopause dapat menyebabkan perubahan kadar hormon dan penipisan jaringan vagina Anda. Kondisi ini dapat memengaruhi pelumas di vagina Anda dan dapat berkontribusi pada nyeri vagina.

Bagaimana mendiagnosis nyeri pada vagina?

Jika Anda mengalami nyeri pada vagina yang persisten atau berulang, konsultasikan kondisi tersebut ke dokter Anda. Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebab nyeri pada vagina Anda. 

Dokter mungkin akan mengumpulkan informasi mengenai riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan jika perlu, melakukan satu atau lebih pemeriksaan lainnya.

Untuk mengumpulkan informasi riwayat medis Anda, dokter Anda akan bertanya kepada Anda tentang kesehatan Anda, seperti gejala Anda, kondisi medis yang Anda alami, operasi atau prosedur medis lain yang telah Anda jalani. 

Dokter mungkin bertanya tentang obat-obatan atau suplemen apa saja yang baru saja Anda gunakan. Dokter kemungkinan akan bertanya juga tentang kesehatan dan kebiasaan seksual Anda.

Dokter Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik pada area vagina Anda. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa tanda-tanda kemerahan, pembengkakan, kerusakan, atau jaringan parut pada vagina Anda. 

Dokter mungkin memberikan tekanan dengan aplikator berujung kapas ke vulva dan vagina Anda untuk memeriksa rasa nyeri tersebut. Jika Anda memiliki vulvodynia, Anda mungkin mengalami rasa sakit yang hebat ketika ada tekanan.

Dokter juga dapat mengambil sampel keputihan Anda untuk prosedur pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan tersebut mengandung jenis atau jumlah bakteri, jamur, atau virus yang tidak biasa, kondisi tersebut menandakan bahwa infeksilah yang menyebabkan rasa nyeri pada vagina Anda.

Jika rasa nyeri Anda parah atau dokter mencurigai Anda memiliki kondisi serius, seperti kanker serviks, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini dapat terdiri dari pengambilan sampel jaringan dari serviks untuk dianalisis.

Jika dokter menduga nyeri pada vagina Anda berasal dari masalah psikologis, dokter mungkin akan merujuk Anda ke spesialis kesehatan mental untuk dievaluasi.

Bagaimana cara mengobati nyeri pada vagina?

Untuk meredakan rasa nyeri pada vagina Anda, dokter Anda akan mencoba untuk mengobati penyebab-penyebabnya. Dokter mungkin akan meresepkan pendekatan dengan beberapa langkah. 

Sebagai contoh, dokter dapat merekomendasikan obat anestesi topikal atau obat-obatan oral. Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter juga dapat merekomendasikan tindakan operasi.

Obat-obatan

Jika Anda memiliki infeksi bakteri atau jamur, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antibiotik atau obat antijamur untuk mengobatinya. Anda harus mengkonsumsi semua dosis yang diresepkan oleh dokter, bahkan jika gejala Anda sembuh sebelum Anda menyelesaikan pengobatan tersebut. 

Hal ini untuk mengurangi kemungkinan infeksi kembali.

Dokter Anda mungkin juga akan merekomendasikan obat salep topikal, seperti gel lidokain. Obat ini dapat membantu membuat mati rasa pada area vagina Anda. Hal ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan atau rasa nyeri yang terus-menerus selama hubungan seksual.

Krim steroid topikal juga dapat membantu mengurangi iritasi, pembengkakan, dan pembakaran. obat  Antidepresan trisiklik atau obat antikonvulsan juga dapat membantu mengurangi rasa sakit kronis.

Operasi

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter Anda dapat merekomendasikan suntikan anestesi atau obat bius untuk membantu membuat mati rasa di area vagina Anda. Dokter juga dapat merekomendasikan pembedahan untuk mengobati vulvodynia, vulvar vestibulitis, atau kanker serviks.

Perawatan di rumah

Beberapa pengobatan rumahan dan perawatan tanpa resep dapat membantu meringankan rasa nyeri pada vagina.

Misalnya, mengoleskan witch hazel pada area vagina Anda dapat meredakan iritasi pada area tersebut. Anda dapat membeli pembalut witch hazel yang telah diolah di banyak apotik atau toko obat. Atau, Anda bisa mencelupkan pembalut kapas Anda sendiri dalam larutan witch hazel.

Untuk menghilangkan rasa nyeri setelah buang air kecil, mungkin dengan menuangkan air hangat di atas vulva Anda setelah pergi ke kamar kecil dapat mengurangi rasa nyeri tersebut. Hal ini dapat membantu membersihkan dan meringankan rasa nyeri pada area tersebut.

Untuk meringankan atau mencegah rasa sakit yang disebabkan oleh hubungan seks, mungkin dengan menggunakan pelumas selama hubungan seksual dapat membantu masalah tersebut. Dan untuk mengurangi rasa gatal pada vagina, obat antihistamin yang dijual bebas juga dapat membantu.

Terapi alternatif

Jika nyeri pada vagina Anda berasal dari infeksi saluran kemih (ISK), mengkonsumsi suplemen kalsium sitrat dapat membantu mengurangi gejala infeksi saluran kemih yang berkontribusi terhadap nyeri pada vagina.

Menghindari makanan tinggi oksalat juga dapat membantu mencegah ISK. Makanan ini termasuk daun bawang, okra, rhubarb, gandum, almond, kacang tanah, pecan, dan pistachio.

Tetapi sebelum mengkonsumsi suatu suplemen apapun atau mengubah diet Anda, sebaiknya konsultasikan kembali ke dokter Anda.

Kesimpulan

Prospek jangka panjang masalah ini tergantung pada penyebab rasa nyeri pada vagina Anda, serta pengobatan yang Anda terima. Dalam banyak kasus, mengikuti rencana pengobatan yang disarankan dokter Anda dapat memberikan bantuan yang dapat bertahan lama. 

Tanyakan kepada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang diagnosis Anda, pilihan pengobatan, dan hal jangka panjang yang perlu diperhatikan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit