Vulvodynia - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 551.264 orang

Vulvar vestibulitis Syndrome atau sering dikenal sebagai Vulvodynia merupakan rasa nyeri yang dialami wanita di daerah vulva atau pintu lianggt;vagina.

Vulvodynia kerap dirasakan pada wanita saat ingin melakukan hubungan seksual. Rasa nyeri pada vulva tidak hanya  dipicu akibat sentuhan, tetapi nyeri juga muncul tanpa ada reaksi sentuhan dari luar, dan dapat bertahan lama.

Bila anda menderita Vulvodynia, anda akan merasa takut apabila berhubungan seksual karena mereka yakin rasa nyeri tersebut  muncul akibat  kontak dengan organ vital penetrasi berlangsung. Selain akibat hubungan seksual, infeksi dapat menjadi faktor risiko munculnya Vulvodynia. Vulvodynia terjadi pada usia reproduksi, yaitu sekitar 20-40 tahun.

Gejala Vulvodynia

Sensari nyeri pada Vulvodynia ialah rasa terbakar dan seperti ditusuk-tusuk. Nyeri saat berhubungan seksual merupakan suatu faktor psikologis yang membuat anda merasa cemas dan takut untuk berhubungan.

Faktor pemicu lain yang menyebabkan Vulvodynia yaitu faktor infeksi seperti Human Papiloma Virus, Kandidiasis, dan infeksi vagina lainnya. Rasa nyeri juga dapat bersarang di daerah selangkangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Nyeri tersebut dapat diikuti dengan gangguan kemih, seperti rasa ingin kencing terus-menerus dan rasa panas saat kencing. Nyeri tidak hanya terlokalisir secara luas di vulva, beberapa wanita hanya mengeluhkan rasa nyeri di lokasi tertentu seperti Klitoris dan Vestibula. Nyeri pada vulva dapat  dirasakan ketika duduk atau berdiri terlalu lama.

Perubahan hormon menopause juga memicu Vulvodynia. Pada wanita yang sedang menginjak usia premenopause, penurunan hormon estrogen dapat mengurangi cairan lubrikasi di vulva vagina, sehingga muncul nyeri akibat gesekan saat penetrasi.

Rasa gatal juga muncul yang dapat bersamaan dengan timbulnya bercak kemerahan di sekitar vulva, sehingga dokter anda dapat menyimpulkan bahwa Vulvodynia ini adalah penyebab sekunder dari infeksi kulit akibat jamur atau bakteri.

Pemeriksaan pada Vulvodynia 

Jika anda memiliki gejala Vulvodynia, segeralah berkunjung ke dokter. Karena Vulvodynia merupakan penyakit dengan atau tanpa kelainan medis yang signifikan.

Sebelum memulai pemeriksaan, dokter anda akan mengumpulkan sebab dari nyeri yang dialami, lokasi dan intensitas nyeri,  apakah ada faktor pemicu timbulnya nyeri, sejak kapan nyeri itu muncul, berapa lama nyeri itu bertahan.

Pada pemeriksaan organ vital, dokter akan melihat apakah ada kelainan anatomis seperti munculnya benjolan (Bartholin), cairan putih seperti keju, inflamasi ataupun luka. Terkadang infeksi dapat mengawali timbulnya rasa nyeri khas Vulvodynia yang berkepanjangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Investigasi laboratorium dapat digunakan untuk mengindikasikan apakah nyeri pada vulva disebabkan oleh bakteri. Hasil tes laboratorium dengan menggunakan cotton swab test berfungsi menilai kadar asam (pH) dan mendeteksi adanya sel bakteri atau jamur (Clue Cell).

Tes yang negatif dapat membuktikan bahwa nyeri vulva bukan disebabkan oleh infeksi dari penyakit bakterial Vaginosis.  

Penanganan pada Vulvodynia

Meredakan nyeri merupakan tatalaksana terpenting pada kasus Vulvodynia. Nyeri yang mereda dapat memperbaiki kecemasan dan rasa takut pada wanita saat berhubungan seksual dan mengembalikan kesehatan psikologis agar gairah seksual kembali normal.

Salep anestesi yang mengandung Lidokain dapat meredakan nyeri sementara. Penggunaan lubrikan saat berhubungan seksual dapat menjadi pilihan agar dapat mengurangi gesekan antara vulva vagina dan penis saat penetrasi.

Pada wanita yang menginjak masa menopause dan postmenopause (40 tahun keatas), terapi lidokain ditambah krim estrogen membantu mengurangi rasa nyeri. Jika nyeri berlangsung hingga 6 bulan atau 1 tahun lebih, diperlukan obat penenang (antidepresan).

Terapi fisik juga membantu mengatur kontraksi otot panggul saat berhubungan seksual agar terhindar dari rasa sakit. Meningkatnya tekanan panggul menimbulkan rasa nyeri, maka dokter menganjurkan untuk melakukan terapi relaksasi yang dapat dilakukan di rumah seperti manuver kegel.

Gerakan kegel berfungsi untuk mengatur otot panggul, perut dan pubis kita berkontraksi dan relaksasi dengan baik.  Gerakan ini dilakukan minimal 3 kali sehari dalam 5-10 set.

Wanita disarankan untuk menjaga kebersihan alat vital karena vagina rentan oleh infeksi bakteri dan jamur, yang dapat memicu nyeri di daerah vulva dan sekitarnya.

Jangan menggunakan lotion, wewangian, atau bedak-bedak di sekitar liang vagina. Jaga alat vital anda dalam keadaan kering, bilas vulva dengan air dingin setelah berhubungan seksual, memilih pakaian dalam dengan bahan yang lembut, hindari makan-makanan yang menimbulkan iritasi saat berkemih.

Indikasi operasi hanya dilakukan jika nyeri yang tidak hilang selama bertahun-tahun atau tidak sembuh dengan terapi obat. Operasi dilakukan dengan memperbaiki fungsi saraf sekitar vulva dan mengangkat jaringan yang menjadi sumber nyeri.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit