Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA

Vulvodynia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 17, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 993.364 orang

Apakah vulvodynia itu?

Vulvar vestibulitis syndrome atau sering dikenal sebagai vulvodynia merupakan rasa nyeri yang dialami wanita pada daerah vulva atau bagian tubuh yang melindungi alat kelamin wanita, termasuk mons pubis, labia majora dan minora, klitoris, serta perineum.

Vulvodynia kerap dirasakan pada wanita saat ingin melakukan hubungan seksual. Tetapi rasa nyeri pada vulva dapat terjadi karena beberapa faktor, tidak hanya dipicu akibat sentuhan dan hubungan seksual, tetapi nyeri juga dapat muncul tanpa ada reaksi sentuhan dari luar serta dapat berkaitan dengan hipersensitivitas pada ujung saraf kulit.

Selain akibat hubungan seksual, infeksi dapat menjadi faktor risiko munculnya vulvodynia. Biasanya vulvodynia terjadi pada usia reproduksi, yaitu sekitar usia 20-40 tahun.

Mengenai vulvodynia

Gejala vulvodynia

Sensasi nyeri pada vulvodynia dapat berupa rasa terbakar dan seperti ditusuk-tusuk. Nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan salah satu faktor psikologis yang membuat Anda merasa cemas saat berhubungan seks. Selain itu, nyeri pada vulva juga dapat dirasakan ketika duduk atau berdiri terlalu lama.

Faktor pemicu lain yang dapat menyebabkan vulvodynia adalah faktor infeksi seperti Human Papiloma Virus (HPV), kandidiasis, dan infeksi vagina lainnya. Rasa nyeri juga dapat terjadi di daerah selangkangan. Baca juga: Mengenai Infeksi Vagina

Rasa nyeri tersebut dapat diikuti dengan gangguan pada saluran kemih, seperti rasa panas dan rasa ingin buang air kecil terus menerus. Nyeri tidak hanya terlokalisir secara luas pada vulva, tetapi beberapa wanita juga mengeluhkan rasa nyeri hanya di lokasi tertentu seperti klitoris dan vestibula. 

Perubahan hormon saat memasuki masa menopause juga dapat memicu terjadinya vulvodynia. Pada wanita yang sedang menginjak usia pre-menopause, penurunan hormon estrogen dapat mengurangi cairan lubrikasi di vulva vagina sehingga menimbulkan nyeri akibat gesekan saat penetrasi.

Rasa gatal juga dapat muncul bersamaan dengan timbulnya bercak kemerahan di sekitar vulva dapat menjadi gejala lain vulvodynia sehingga dokter dapat menyimpulkan bahwa vulvodynia ini dapat menjadi salah satu penyebab sekunder dari infeksi kulit akibat jamur atau bakteri.

Penyebab vulvodynia

Nyeri vulva atau vulvodynia dapat disebabkan oleh infeksi, masalah neurologis, kondisi peradangan, dan neoplasma, seperti karsinoma sel skuamosa. Tetapi penyebab pasti vulvodynia belum diketahui dan bukan disebabkan oleh infeksi menular seksual, penyakit kulit, atau kanker, meskipun begitu vulvodynia juga dapat menyebabkan rasa sakit.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya vulvodynia adalah:

  • Kerusakan atau iritasi saraf di sekitar vulva
  • Kepadatan tinggi dari serabut saraf penginderaan nyeri di daerah vulval
  • Tingkat zat peradangan yang tinggi di daerah vulval, misalnya karena peradangan
  • Akibat faktor genetik
  • Otot dasar panggul lemah atau tidak stabil
  • Reaksi tidak normal atau reaksi jangka panjang terhadap infeksi, trauma, atau faktor lingkungan lainnya
  • Perubahan karena faktor hormon

Beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab vulvodynia antara lain, infeksi jamur, infeksi menular seksual, iritasi kimia yang disebabkan oleh produk sabun, deterjen, atau produk yang bersentuhan dengan vagina, perawatan laser atau operasi alat kelamin, iritasi saraf, cidera, ataupun kejang otot di daerah panggul, penyakit diabetes, serta penyakit kanker serviks.

Vulvodynia atau vestibulodynia juga dapat terjadi akibat hal berikut:

  • Berhubungan seksual
  • Penggunaan tampon
  • Pemeriksaan ginekologi
  • Duduk terlalu lama
  • Penggunaan pakaian dalam atau celana ketat
  • Kegiatan bersepeda atau menunggang kuda
  • Clitorodynia yang mengacu pada rasa sakit di klitoris

Pengobatan vulvodynia

Pemeriksaan vulvodynia 

Jika Anda merasakan gejala vulvodynia, segera berkonsultasi ke dokter karena vulvodynia merupakan penyakit dengan atau tanpa kelainan medis yang signifikan.

Sebelum memulai pemeriksaan, dokter akan mengamati terlebih dahulu segala kemungkinan penyebab dari nyeri yang dialami, lokasi dan intensitas nyeri, faktor pemicu timbulnya nyeri, serta jangka waktu sejak nyeri pertama kali muncul hingga selama gejala berlangsung.

Pada pemeriksaan organ vital, dokter akan melihat apakah ada kelainan anatomis seperti munculnya benjolan (Bartholin), cairan putih seperti keju, hingga kemungkinan adanya inflamasi ataupun luka. Terkadang infeksi dapat menjadi awal timbulnya rasa nyeri khas vulvodynia yang berkepanjangan.

Penelitian dan investigasi laboratorium dapat digunakan untuk mengindikasikan apakah nyeri pada vulva disebabkan oleh bakteri atau tidak. Hasil tes laboratorium dengan menggunakan cotton swab test berfungsi untuk menilai kadar asam (pH) dan mendeteksi adanya sel bakteri atau jamur (Clue Cell). Tes dengan hasil negatif dapat membuktikan bahwa nyeri vulva bukan disebabkan oleh infeksi dari penyakit bakterial vaginosis.

Selain itu, beberapa tes lain untuk memeriksa vulvodynia dapat dilakukan melalui:

  • Kolposkopi (colposcopy) menggunakan kaca pembesar khusus
  • Pengambilan sampel bakteri dan jamur
  • Tes darah untuk menilai kadar estrogen, progesteron, dan testosteron
  • Biopsi dan obat penghilang rasa sakit

Penanganan pada vulvodynia

Meredakan nyeri merupakan salah satu hal terpenting dalam penanganan vulvodynia. Nyeri yang mereda dapat membantu memperbaiki kecemasan dan rasa takut pada wanita saat berhubungan seksual dan mengembalikan kondisi psikologis agar gairah seksual kembali normal.

Salep anestesi yang mengandung lidokain dapat meredakan nyeri untuk sementara waktu dan penggunaan lubrikan saat berhubungan seksual dapat menjadi pilihan untuk mengurangi gesekan antara vulva vagina dan penis saat penetrasi.

Pada wanita yang menginjak masa menopause dan post-menopause di 40 tahun keatas, terapi lidokain dan penggunaan krim estrogen  dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Jika nyeri berlangsung selama 6 bulan atau 1 tahun lebih maka diperlukan obat penenang (antidepresan).

Terapi fisik juga dapat membantu mengatur kontraksi otot panggul saat berhubungan seksual agar terhindar dari rasa sakit. Meningkatnya tekanan panggul dapat menimbulkan rasa nyeri, maka dokter akan menganjurkan terapi relaksasi yang dapat dilakukan di rumah seperti manuver kegel.

Gerakan kegel berfungsi untuk mengatur otot panggul, perut, dan pubis berkontraksi dan berelaksasi dengan baik. Gerakan ini dilakukan minimal 3 kali sehari dalam rangkaian 5-10 set.

Tak hanya itu, wanita disarankan untuk menjaga kebersihan alat vital karena vagina rentan oleh infeksi bakteri dan jamur yang dapat memicu nyeri di daerah vulva dan sekitarnya.

Jangan menggunakan lotion, wewangian, atau bedak di sekitar vagina. Menjaga kondisi alat vital dalam keadaan kering, bilas vulva dengan air dingin setelah berhubungan seksual, memilih pakaian dalam dengan bahan yang lembut dan nyaman, serta hindari makanan yang dapat menimbulkan iritasi saat berkemih.

Pengobatan dengan cara operasi hanya dilakukan jika nyeri tidak hilang selama bertahun-tahun atau tidak sembuh dengan terapi obat. Operasi dilakukan dengan memperbaiki fungsi saraf sekitar vulva dan mengangkat jaringan yang menjadi sumber nyeri.

Pencegahan vulvodynia

Perubahan pola makan dapat membantu mencegah vulvodynia di mana kandungan kafein, makanan asam, makanan manis yang tinggi kadar gulanya, serta makanan yang diproses dapat menjadi pemicu terjadinya vulvodynia.

Selain itu, berikut ini beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk menghindari dan mencegah vulvodynia:

  • Kenakan pakaian berbahan katun yang nyaman dan tidak ketat
  • Menghindari penggunaan krim, sabun, semprotan wewangian pada vagina
  • Menghindari gesekan atau duduk terlalu lama
  • Menjaga kebersihan vagina dan membiarkannya selalu dalam kondisi kering

Referensi

Medical News Today. (2017). Vulvodynia: What you need to know

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit