Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 7, 2019 Tinjau pada DEC 7, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.109.836 orang

Penyakit kanker serviks mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Karena penyakit kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak merenggut nyawa wanita setelah kanker payudara. Maka tak heran jika kanker serviks sangat ditakuti oleh kaum perempuan. 

Supaya tidak terkena penyakit ini, Anda tentu harus tahu penyebab dan gejala kanker serviks. Mari simak artikel berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks sering disebut juga sebagai kanker leher rahim. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel yang semula normal, tumbuh menjadi ganas dan tidak terkendali. Dalam hal ini, pertumbuhan sel abnormal terjadi pada serviks atau leher rahim tanpa menujukkan gejala awal tertentu.

Area leher rahim atau serviks yang berbentuk seperti tabung silinder menghubungkan rahim dengan area vagina. Setiap wanita memiliki kemungkinan menderita kanker serviks, terlebih yang sudah pernah atau aktif berhubungan seksual.

Jenis kanker serviks

Jenis kanker serviks dapat diidentifikasi bisa menentukan prognosis dan jenis perawatan pasien. Berikut adalah 2 jenis utama kanker serviks:

1. Karsinoma sel skuamosa (KSS)

Jenis kanker serviks ini berada di sel-sel tipis dan rata (sel skuamosa) pelapis bagian luar serviks yang menonjol ke dalam vagina. Sebagian besar kasus kanker serviks yang terjadi adalah jenis karsinoma sel skuamosa.

2. Adenokarsinoma

Jenis kanker serviks ini berada pada sel-sel kelenjar berbentuk kolom yang melapisi saluran serviks atau saluran leher rahim.

Mengenal penyakit kanker serviks

Penyebab kanker serviks

Penyebab utama kanker serviks berasal dari infeksi virus human papillomavirus (HPV). Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya kanker serviks, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Kebiasaan merokok
  • Immunosupresi atau pengobatan untuk meningkatkan sistem imun pada penderita HIV/AIDS
  • Infeksi penyakit kelamin klamidia
  • Pola makan yang kurang sehat, contohnya kurang mengonsumsi buah dan sayur
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
  • Minum pil KB secara terus-menerus
  • Hamil dan melahirkan pada usia terlalu muda
  • Mengonsumsi DES atau Diethylstilbestrol, yaitu obat untuk mencegah keguguran
  • Pola hidup seksual yang tidak sehat, seperti sering gonta-ganti pasangan seksual, tidak menggunakan kondom, sering menggunakan sex toys, atau berhubungan seks di tempat yang tidak bersih

Gejala kanker serviks

Seseorang dapat diindikasikan menderita kanker serviks ketika mengalami pendarahan vagina setelah berhubungan seksual. Untuk memastikannya, perhatikan tanda dan gejala kanker serviks lainnya berikut ini: 

  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan lebih panjang dibanding biasanya
  • Munculnya darah dari vagina, baik saat tidak menstruasi atau setelah buang air besar
  • Berat badan menurun sehingga badan menjadi lemas dan mudah letih
  • Nyeri di area perut dan pinggang bagian bawah
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Nafsu makan yang menurun
  • Kaki membengkak

Baca juga: Gejala Kanker Serviks Stadium 1, 2, 3

Diagnosis dan stadium kanker serviks

Pada saat dokter mengidentifikasi pasien dengan kanker serviks, maka akan ada tes pemeriksaan lebih lanjut yang harus dilakukan untuk menentukan tingkat atau stadium dari kanker serviks tersebut. Stadium kanker adalah faktor utama untuk menentukan jenis perawatan yang harus dilakukan.

Tahapan ujian meliputi:

  • Tes pencitraan. Tes seperti sinar-X, CT scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET) akan membantu dokter menentukan apakah kanker telah menyebar di luar bagian serviks atau tidak
  • Pemeriksaan visual kandung kemih dan dubur. Dokter mungkin menggunakan sistoskop untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan endoskop atau kolonoskopi untuk melihat bagian dubur

Tahapan kanker serviks meliputi:

  • Stadium I. Kanker hanya tumbuh terbatas pada serviks (leher rahim)
  • Stadium II. Kanker muncul di leher rahim dan bagian atas vagina
  • Stadium III. Kanker telah pindah ke bagian bawah vagina atau secara internal ke dinding bagian panggul
  • Stadium IV. Kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, seperti kandung kemih, dubur, paru-paru, hati, ataupun tulang

Semakin awal gejala kanker serviks diketahui, maka akan semakin cepat penanganan untuk membantu memperbaiki kondisi penderita sehingga harapan hidup juga akan menjadi lebih baik.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pencegahan kanker serviks

Tidak seperti jenis kanker lainnya, kanker serviks termasuk jenis kanker yang bisa dicegah. Untuk itu, beberapa faktor dan penyebab yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks tentu harus dihindari supaya tidak terkena kanker serviks.

Bagi Anda yang sudah menikah dan melakukan hubungan seksual secara teratur, Anda juga wajib melakukan pap smear secara rutin. Pap smear adalah pemeriksaan organ intim wanita bagian dalam untuk mendeteksi adanya sel-sel kanker di leher rahim atau tidak.

Selain dengan pap smear, kanker serviks juga bisa dicegah dengan vaksin kanker serviks. Di Indonesia sendiri, jenis vaksin kanker serviks yang banyak diberikan adalah vaksin gardasil. Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah infeksi virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks. 

Penting juga untuk melakukan hubungan seksual hanya dengan 1 orang saja dan tidak bergonta ganti pasangan. Supaya lebih aman, gunakan pelindung seperti kondom ketika berhubungan seks. Karena virus HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual dengan banyak pasangan apalagi jika tidak menggunakan kondom.

Baca juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Pengobatan kanker serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung dari jenis kanker, tingkatan stadium, dan seberapa luas penyebaran kankernya. Semakin cepat gejala kanker serviks dideteksi, maka kanker serviks dapat diobati secara maksimal. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa kanker serviks bisa sembuh total. Berikut ini beberapa pengobatan kanker serviks yang mungkin dilakukan, di antaranya:

Radioterapi

Radioterapi dapat berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan pembedahan. Radioterapi biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker serviks stadium awal. Radioterapi dilakukan untuk mengendalikan risiko perdarahan dan mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Walapun dapat menghancurkan sel kanker, radioterapi terkadang juga merusak jaringan sehat yang berada di sekitar kanker.

Efek samping radioterapi yang paling umum di antaranya:

  • Diare
  • Sakit saat buang air kecil
  • Perdarahan vagina atau dubur
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Kelelahan
  • Sensasi terbakar pada kulit sekitar panggul

Kemoterapi

Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radioterapi untuk mengatasi pertumbuhan kanker serviks. Namun kemoterapi juga bisa dilakukan sebagai pengobatan tunggal dengan memasukkan obat kemoterapi secara langsung ke pembuluh darah melalui infus. Setelah kemoterapi selesai, pasien boleh pulang dan melakukan rawat jalan.

Sama halnya dengan radioterapi, obat kemoterapi juga bisa merusak sel dan jaringan yang sehat. Berbagai efek samping kemoterapi di antaranya:

  • Diare
  • Kelelahan sepanjang waktu, karena kemoterapi membuat produksi sel darah merah berkurang
  • Nafsu makan menurun
  • Rambut rontok. Rambut akan tumbuh lagi setelah 6 bulan Anda menyelesaikan siklus kemoterapi

Beberapa jenis obat kemoterapi juga diperkirakan dapat merusak ginjal. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah secara teratur untuk memantau kesehatan ginjal selama proses pengobatan.

Operasi pengangkatan leher rahim

Operasi pengangkatan leher rahim disebut juga dengan histerektomi. Prosedur operasi ini biasanya dilakukan sebagai jalan terakhir untuk mencegah kanker serviks datang lagi.

Ada 3 jenis histerektomi yang dapat mengobati kanker serviks, yaitu:

  • Histerektomi total. Dilakukan dengan mengangkat leher rahim atau rahim untuk mengatasi kanker serviks. Pada beberapa kasus, pengangkatan ovarium dan saluran telur (tuba falopii) mungkin juga dilakukan tetapi tergantung tingkatan kanker
  • Histerektomi radikal. Umumnya dilakukan untuk mengatasi kanker serviks stadium 1 dan 2. Caranya dengan mengangkat leher rahim, bagian atas vagina, kelenjar getah bening, tuba falopii, atau ovarium. Tetapi rahim tidak ikut diangkat, sehingga masih ada kemungkinan untuk memiliki anak
  • Pelvic exenteration. Operasi atau pembedahan ini memungkinkan diangkatnya keseluruhan organ reproduksi, termasuk serviks, vagina, rahim, indung telur, tuba falopi, dan rektum. Tetapi hanya dilakukan ketika kanker sudah pernah disembuhkan tetapi kambuh kembali dan sudah menyebar ke daerah pinggul

Sama seperti pengobatan kanker serviks lainnya, histerektomi juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping histerektomi, di antaranya:

  • Sakit saat berhubungan seks, karena vagina menjadi lebih kering dan pendek
  • Inkontinensia urin
  • Pembengkakan di lengan dan kaki yang disebabkan oleh penumpukan cairan (limfoedema)
  • Timbul jaringan parut
  • Menopause

Referensi

American Cancer Society (2016). Cancer A-Z. Survival Rates for Cervical Cancer, by Stage.

American Cancer Society (2016). Signs and Symptoms of Cervical Cancer.

American Cancer Society (2017). Survival Rates for Cervical Cancer.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini