Nyeri Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Sep 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Nyeri saat haid seringkali dirasakan para wanita. Nyeri haid atau disebut juga dismenore memiliki berbagai macam penyebab. Pada saat mentruasi dialami oleh wanita, nyeri seringkali terjadi dan ada yang sampai berlangsung lama. 

Bahkan hingga masa mentruasi telah usai. Hal ini dapat menandakan adanya suatu penyakit pada tubuh hingga kondisi tidak normal yang dialami oleh wanita.

Tipe Nyeri Haid pada Wanita 

Ada dua macam dismenore atau nyeri saat haid yang sering dialami para wanita, yaitu dismenore primer dan sekunder. 

Dismenore primer lebih dikenal dengan kram menstruasi. Kram ini umunya dirasakan selama satu atau dua hari sebelum seorang wanita mendapatkan menstruasi. Rasa kram terjadi di bagian perut bagian bawah atau punggung. 

Nyeri yang dialami bisa ringan sampai berat. Dismenore primer akan berkurang seiring dengan bertambah dewasanya seorang wanita hingga memiliki bayi pertamanya. 

Sedangkan dismenore sekunder adalah rasa nyeri yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Pada siklus menstruasi kram ini akan terjadi lebih awal dan rasa sakit akibat kram ini terjadi lebih lama dari kram mentruasi.

Penyebab Nyeri Haid 

Penyebab nyeri haid biasanya adalah karena kontraksi pada otot dinding rahim. Pada saat wanita mendapat masa menstruasi, maka kontraksi yang terjadi lebih kencang. Hal ini merupakan bagian proses mentrurasi untuk peluruhan dinding rahim. 

Pada saat kontraksi ini, pembuluh darah pada dinding rahim yang mengelilinginya akan mendapat tekanan lebih kuat dari biasanya. Tekanan yang terjadi akhirnya mengakibatkan suplai darah dan oksigen menuju rahim terhambat bahkan bisa terputus. Tanpa adanya oksigen, rahim akan melepaskan zat kimia yang dapat menimbulkan rasa nyeri pada wanita haid. 

Selama masa mentruasi seorang wanita, dinding uterus akan memproduksi hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin adalah hormon yang dapat menyebabkan banyak gejala ketidaknyamanan pada saat menstruasi. 

Wanita haid yang memiliki jumlah prostaglandin berlebihan mengalami rasa nyeri dan kram. Selain itu, hormon prostaglandin ini juga dapat menyebabkan kondisi lain seperti diare, mual, sakit kepala dan lemas.

Seiring dengan bertambah dewasanya seorang wanita, hormon prostaglandin akan semakan stabil dan menghentinkan kram saat menstruasi. Tetapi khusus pada dismenore sekunder memiliki faktor penyebab lain yaitu : 

  • Infeksi panggul. Wanita yang dalam masa menstruasi lebih berisiko karena jalan serviks akan lebih melebar pada kondisi tersebut.
  • Terdapat sel-sel yang menyerupai sel-sel lapisan pada rahim (endometrium) yang ditemukan pada sisi lain rongga perut atau dapat juga tumbuh hingga ke jaringan otot tambahan pada dinding rahim (adenomiosis). Rasa nyeri yang dirasakan berlangsung satu hingga dua hari sebelum menstruasi dan berlanjut sepanjang periode mentruasi. 
  • Penyempitan yang terjadi pada bagian bawah rahim yang terbuka masuk ke dalam vagina.
  • Penggunaan alat kontrasepsi intrauterine (IUD).
  • Endometriosis, Terjadi ketika sel-sel yang menyelimuti rahim tumbuh di luar rahim.
  • Adenomiosis. Jaringan lapisan paling dalam pada rahim mulai mengalami pertumbuhan ke dalam dinding otot rahim.
  • Stenosis leher rahim. Pembukaan yang terjadi di leher rahim pada beberapa wanita terbilang kecil yang mengakibatkan aliran darah pada saat haid terhambat. Hal ini mengakibatkan tekanan menyakitkan yang terjadi di dalam rahim. 
  • Fibroid. Merupakan jenis tumor namun tidak memilki sifat kanker pada rahim dan menimbulkan rasa sakit saat menstruasi. 

Dismenore sekunder umumnya juga disertai dengan gejala lain seperti keputihan, perdarahan yang terjadi di antara masa menstruasi, nyeri saat berhubungan seksual dan menstruasi tidak teratur

Selain itu pada sebagian wanita berisiko untuk merasakan nyeri saat haid dikarenakan beberapa hal seperti menstruasi pertama, belum pernah hamil, obesitas dan terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol serta merokok. 

Mengobati Nyeri Haid 

Ketika nyeri haid sangat begitu terasa dan mulai menganggu, Anda dapat menggunakan berbagai cara sebagai berikut : 

  • Mengonsumsi aspirin atau parasetamol untuk meredakan rasa sakit pada saat haid. 
  • Meletakkan handuk hangat di punggung bawah atau perut Anda.
  • Mandi air hangat. · Meminum minuman hangat.
  • Menghindari makanan yang mengadung kafein dan garam dalam jumlah banyak. 
  • Memijat punggung bagian bawah dan perut 

Selain itu, Anda juga dapat melakukan tindakan pencegahan pada nyeri haid. Olahraga dengan teratur dapat membantu mencegah kram. Serta mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E, vitamin B1, B6, asam lemak omega-3 dan magnesium.

Bila terjadi kram sampai lebih dari tiga hari, Anda bisa periksakan ke dokter. Apalagi kram yang dialami sangat menyakitkan atau tidak seperti biasanya. 


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Period pain: Overview. PubMedHealth. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0072508/.
Harada T. Dysmenorrhea and endometriosis in young women. Yonago Acta Medica. 2013;56:81.
Frequently asked questions. Gynecologic problems FAQ046. Dysmenorrhea: Painful periods. American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/Patients/FAQs/Dysmenorrhea-Painful-Periods.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app