Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Seks dan Hubungan

Penyebab Nyeri Pada Miss V Saat Melakukan Hubungan Seksual

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.218.064 orang

Terasa nyeri saat berhubungan intim dapat terjadi pada pria maupun wanita, tetapi hal ini lebih sering terjadi pada wanita. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), hingga 20% wanita Amerika mengalaminya.

Dalam istilah medis, Dyspareunia adalah nyeri persisten atau berulang yang dapat terjadi selama hubungan seksual. Penyebabnya sangat bervariasi. Dyspareunia dapat menyebabkan masalah dalam membina hubungan yang harmonis

Berbagai faktor baik fisik maupun psikologis dapat berkontribusi menjadi penyebab timbulnya dyspareunia. Pengobatan biasanya berfokus pada penyebab yang mendasarinya.

Fakta tentang Dyspareunia

  • Rasa sakit selama hubungan seksual (dispareunia) adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di area labial, vagina, atau panggul wanita selama atau segera setelah melakukan hubungan seksual
  • Kata dyspareunia berasal dari bahasa Yunani awal, dan artinya termasuk "kesulitan kawin" atau "dikawinkan dengan buruk." Rasa sakit selama hubungan seksual dijelaskan dalam literatur medis yang berasal dari arsip Mesir kuno
  • Saat ini, sebagian besar penyebab dispareunia dapat dengan mudah ditemukan dan diobati
  • Banyak wanita mengalami rasa sakit selama episode pertama hubungan seksual
  • Jumlah wanita yang mengalami nyeri saat berhubungan seksual tidak diketahui karena gejalanya bervariasi. Selain itu, baik dokter maupun wanita jarang untuk bebas mendiskusikan praktik seksual yang dilakukan oleh pasien
  • Studi terbaru menunjukkan bahwa banyak wanita melaporkan episode rasa sakit saat melakukan hubungan seksual dibandingkan dengan nyeri setelah berhubungan seksual
  • Kurang dari setengah wanita yang mengalami dyspareunia terbuka untuk mendiskusikan rasa sakit ini dengan dokter
  • Kurangnya foreplay
  • Penurunan estrogen, terutama setelah menopause atau melahirkan
  • Obat-obatan, termasuk beberapa antidepresan, antihistamin, dan pil KB

Penyebab terjadinya rasa nyeri

Penyebab dispareunia dapat bervariasi, penyebabnya termasuk faktor fisik, faktor psikologis, atau keduanya. Lokasi rasa sakit dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang disebabkan oleh faktor fisik.

Penyebab fisik: Rasa sakit saat penetrasi

Rasa sakit saat melakukan penetrasi mungkin berhubungan dengan kekeringan vagina, vaginismus, cedera genital, dan lain-lain.

1. Vagina yang kering
Selama melakukan hubungan seksual, vagian akan memproduksi lendir yang bekerja sebagai pelumas untuk penis dapat masuk ke dalam vagian. Terlalu sedikit cairan dapat menyebabkan lecet pada miss V sehingga dapat menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan. Kurangnya produksi lendir pelumas tersebut dapat disebabkan oleh :

2. Vaginismus
Vaginismus adalah Kontraksi involunter otot dasar panggul, yang menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan. Wanita dengan vaginismus mungkin juga mengalami kesulitan dengan pemeriksaan ginekologi dan pemasangan tampon. Ada beberapa macam vaginismus. Gejala vaginismus bervariasi antara individu dan berkisar dari ringan hingga berat. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor medis, faktor emosional, atau keduanya.

3. Cedera genital
Setiap trauma pada daerah genital dapat menyebabkan dispareunia. Contohnya termasuk mutilasi kelamin perempuan (FGM), operasi panggul, atau cedera yang timbul dari kecelakaan. Hubungan seks yang menyakitkan juga sering terjadi setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan 45% wanita mengalami dispareunia pasca melahirkan.

4Peradangan atau infeksi
Peradangan di sekitar pembukaan vagina (disebut vestibulitis vulva). Ini bisa menyebabkan dispareunia. Infeksi jamur vagina, infeksi saluran kemih, atau infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan nyeri saat melakukan hubungan seksual.

5. Gangguan kulit atau iritasi
Dyspareunia dapat timbul dari eksim, penebalan kulit, atau masalah kulit lainnya pada area genital. Iritasi atau reaksi alergi terhadap pakaian, deterjen, atau produk kebersihan pribadi juga dapat menyebabkan gangguan kulit pada daerah vagina.

6. Abnormalitas saat lahir
Penyebab yang jarang terjadi yang mendasari dyspareunia termasuk agenesis vagina, ketika vagina tidak berkembang sepenuhnya, atau himen imperforata, di mana selaput dara menghalangi pembukaan vagina.

7. Cystitis
Peradangan pada dinding kandung kemih, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri

8. Endometriosis 
Suatu kondisi yang timbul dari adanya jaringan dari rahim  didaerah lain pada tubuh

9. Fibroid
Tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim

10. Interstitial cystitis
Kondisi nyeri pada kandung kemih yang berlangsung dalam jangka panjang dan bukan disebabkan oleh infeksi bakteri.

11. Irritable bowel syndrome (IBS) 
Gangguan fungsional pada saluran pencernaan

12. Kista ovarium:
Penumpukan cairan di dalam ovarium

13. Penyakit radang panggul (PID):
Peradangan organ reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh infeksi

14. Prolaps uterus
Satu atau lebih organ panggul meluas ke vagina

Penyebab fisik: Rasa nyeri dari dalam

Jika rasa sakit terjadi selama penetrasi dalam atau lebih akut pada posisi tertentu, mungkin hal ini disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Perawatan medis yang dapat menyebabkan rasa sakit termasuk operasi pelvis, histerektomi, dan beberapa pengobatan kanker.

Penyebab psikologis

Beberapa faktor emosional dan psikologis yang umum dapat memainkan peran dalam menimbulkan nyeri saat melakukan hubungan seksual.

1. Kecemasan, ketakutan, dan depresi dapat menghambat gairah seksual dan berkontribusi pada kekeringan vagina atau vaginismus

2. Stres dapat memicu pengencangan otot-otot dasar panggul, yang mengakibatkan rasa sakit saat melakukan penetrasi.

3. Riwayat pelecehan seksual atau kekerasan seksual dapat berkontribusi pada dispareunia.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini