Tangan Atau Kaki Mati Rasa? Mungkin Ini Penyebabnya

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Tangan Atau Kaki Mati Rasa? Mungkin Ini Penyebabnya

Anda mungkin pernah mengalami sensasi kebas alias mati rasa pada bagian tubuh tertentu, paling seringnya di tangan atau kaki. Biasanya, kondisi ini dirasakan saat Anda kelamaan duduk bersila atau tidur dengan tangan tertindih kepala. Tampaknya sepele, tapi Anda juga tetap harus berhati-hati karena penyebab mati rasa ternyata ada banyak, bahkan bisa menandakan gejala penyakit tertentu.

Apa saja penyebab mati rasa?

Mati rasa adalah munculnya sensasi kebas dan tidak nyaman yang rasanya seperti kesemutan, perih, atau layaknya ditusuk jarum. Kondisi ini pada dasarnya disebabkan karena rusaknya beberapa bagian saraf atau cabang saraf tunggal yang berada di ujung saraf tubuh. Jika saraf mengalami iritasi atau tekanan, maka bisa saja terjadi mati rasa.

Penyebab mati rasa bisa bermacam-macam, biasanya karena hal-hal sepele dan tidak membahayakan. Salah satu contoh paling umum adalah duduk bersila dalam jangka waktu lama yang bisa menyebabkan kaki menjadi kesemutan dan mati rasa beberapa saat.

Tidur dengan kepala bertumpu pada tangan atau diam pada suatu posisi dalam jangka waktu lama juga bisa membuat tangan kesemutan. Bila disebabkan oleh tekanan pada salah satu bagian tubuh tertentu, maka sensasi mati rasa hanya berlangsung sementara saja dan akan hilang secara bertahap. 

Selain karena tekanan pada bagian tubuh, waspadai juga dengan beberapa penyebab mati rasa. Pasalnya, sensasi kebas atau kesemutan juga bisa karena masalah medis tertentu, seperti stroke dan tumor. Kondisi ini berpotensi fatal jika tidak cepat ditangani.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mati rasa dan perlu diwaspadai antara lain:

  • Myelitis atau ensefalitis (penyakit saraf)
  • Riwayat diabetes
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Adanya gangguan pada tulang bagian belakang, seperti cedera atau saraf tulang belakang yang terjepit
  • Penyakit kusta
  • Kerusakan otak hingga menyebabkan stroke, TIA (Transient Ischaemic Attack), atau epilepsi
  • Mati rasa pada tangan dan jari hingga menimbulkan rasa kesemutan dan nyeri (carpal tunnel syndrome)
  • Sifilis
  • Kekurangan vitamin B
  • Herpes zoster
  • Adanya tumor yang menekan saraf atau otak
  • Terpapar udara bersuhu dingin
  • Efek samping kemoterapi dan radiasi (pengobatan kanker)
  • Keracunan zat kimia tertentu, misalnya zat logam berat
  • Multiple sclerosis, yakni penyakit autoimun yang berisiko melumpuhkan otak dan sumsum tulang belakang
  • Radang pada pembuluh darah (vasculitis)

Baca Juga: Mengapa Tangan Terasa Mati Rasa Saat Bangun Tidur dan Pengobatannya

Kapan harus periksa ke dokter?

Cara paling mudah untuk mengatasi dan mencegah mati rasa pada tubuh adalah dengan memahami kondisi kesehatan diri sendiri. Contohnya, bila Anda memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, pastikan untuk rutin periksa gula darah dan tekanan darah untuk menurunkan risiko timbulnya mati rasa.

Pastikan juga untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Perhatikan obat-obatan yang dikonsumsi dan tanyakan pada dokter bila Anda merasakan sensasi kebas pada anggota tubuh tertentu setelah minum obat.

Bila Anda sering mengalami mati rasa dan tak kunjung hilang, segera periksakan diri ke dokter. Apalagi bila disertai kondisi berikut ini:

  • Kejang otot
  • Rasa linglung
  • Tidak bisa bergerak (lumpuh)
  • Sulit berbicara
  • Mati rasa hingga seluruh lengan dan kaki
  • Sakit kepala yang datang tiba-tiba
  • Mati rasa tanpa sebab
  • Muncul mati rasa setelah mengalami cedera pada kepala maupun tulang belakang
  • Hilangnya kemampuan mengendalikan pergerakan lengan dan tungkai, serta kesulitan menahan buang air besar maupun buang air kecil
  • Hilang kesadaran

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut baik pemeriksaan fisik untuk memastikan penyebab mati rasa. Untuk beberapa kasus, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti MRI atau CT Scan jika ada riwayat cedera pada kepala maupun dugaan tumor otak atau stroke. 

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan pendukung untuk memperkuat diagnosis, seperti tes darah, analisa cairan otak, dan pemeriksaan lainnya.

Walaupun mungkin saja mati rasa bukanlah pertanda adanya penyakit yang serius, namun Anda tetap harus waspada terhadap keluhan ini. Jika sensasinya sering kambuh dan Anda memiliki riwayat medis tertentu seperti penyakit ginjal atau hati, diabetes, ditambah lagi gejalanya muncul setelah minum obat tertentu, maka segera periksakan diri ke dokter. 

Baca Juga: Beragam Kemungkinan Penyebab Mati Rasa Pada Wajah yang Penting Diketahui


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tingling in feet or hands: 15 causes and symptoms. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321423)
Tingling in Hands and Feet: Symptoms, Signs, Causes & Treatment. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/tingling_in_hands_and_feet/symptoms.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Kenali Penyebab Mati rasa Di Paha
Kenali Penyebab Mati rasa Di Paha

Infeksi atau kerusakan saraf dapat menyebabkan Anda mengalami mati rasa dan kesakitan, khususnya di daerah paha.Ada banyak kondisi medis yang terkait dengan mati rasa di paha, diantaranya adalah:

Beragam Kemungkinan Penyebab Mati Rasa pada Wajah yang Penting Diketahui
Beragam Kemungkinan Penyebab Mati Rasa pada Wajah yang Penting Diketahui

Beberapa penyakit yang dapat mengganggu kesehatan Anda yang menyebabkan munculnya sensasi mati rasa di wajah, antara lain:

Buka di app