Mati Rasa Ternyata Bisa Sebabkan Kematian

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Walau pada umumnya tidak berbahaya, namun mati rasa bisa menyebabkan kematian, khususnya bila itu dipicu oleh penyakit seperti stroke atau tumor. 

Mati rasa merupakan kondisi yang pasti pernah dialami setiap orang. Sensasi yang timbul ketika bagian tubuh tertentu mati rasa antara lain kesemutan, perih atau kulit seperti ditusuk-tusuk jarum. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Penyebab Mati Rasa

Ada berbagai penyebab mati rasa. Tapi pada dasarnya, kondisi tersebut muncul ketika cabang saraf tunggal atau beberapa saraf mengalami tekanan, iritasi, atau kerusakan. 

Jadi jangan heran jika kaki tiba-tiba mati rasa karena terlalu lama duduk bersila. Penekanan yang dialami kaki dalam waktu tertentu ini memang dapat memicu mati rasa. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

Selain penekanan pada bagian tubuh tertentu, berikut adalah beberapa kondisi atau penyakit yang juga dapat memicu mati rasa:

1.Gangguan saraf atau otak

Contohnya seperti: 

2.Cedera

  • Carpal tunnel syndrome yang gejalanya nyeri, kesemutan, hingga mati rasa pada tangan maupun jari
  • Frostbite (terkena suhu yang terlalu dingin)
  •  Cedera Brachial Plexus

3.Gangguan kesehatan kronis 

  • Penyalahgunaan alkohol kronis
  • Amiloidosis (timbunan zat amiloid atau protein abnormal pada organ tubuh)
  • Penyakit Charcot-Marie-Tooth (CMT) - sekelompok kelainan genetik yang berdampak pada saraf di lengan dan kaki
  • Diabetes 
  • Penyakit Fabry (penyakit genetik yang membuat tubuh penderita tidak menghasilkan alfa-galaktosidase A, enzim pencerna lemak)
  • Multiple sclerosis (penyakit autoimun yang dapat melumpuhkan sumsum tulang belakang maupun otak)
  • Porfiria - kelainan genetik akibat tidak sempurnanya proses pembentukan heme (bagian penting protein dalam sel darah merah)
  • Penyakit Raynaud - menurunnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu
  • Sindrom Sjogren - penyakit akibat radang kelenjar air mata, air liur, dan lainnya
  • Kerusakan organ tubuh seperti gagal ginjal
  • Migrain dengan aura
  • Serangan jantung
  • Hipotiroidisme
  • Tiroiditis Hashimoto

4.Penyakit menular

  • Kusta
  • Sifilis 
  • Herpes zoster
  • Penyakit Lyme - disebabkan bakteri Borrelia burgdorferi. Penyakit ini menular melalui gigitan kutu yang terinfeksi bakteri tersebut.

5.Efek samping pengobatan 

  • Kemoterapi 
  • Terapi radiasi
  • Obat anti-HIV

6.Lainnya

  • Defisiensi vitamin B, khususnya B12, kalium, kalsium, atau sodium
  • Radang pembuluh darah (vaskulitis)
  • Keracunan logam berat
  • Gigitan serangga
  • Racun dalam seafood

Cara meredakan Mati Rasa

Cara paling efektif meredakan mati rasa tentunya dengan mengatasi penyebabnya. Kalau gejala ini timbul karena berada dalam posisi tertentu terlalu lama, maka sering-seringlah mengubah posisi. 

Namun bila penyebabnya adalah deretan kondisi di atas, maka mengobati gangguan kesehatan yang diidap dapat meminimalisir gejala mati rasanya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Saatnya ke Dokter

Walau bisa menyebabkan kematian, namun tak berarti Anda perlu ke dokter setiap kali mengalami mati rasa. Anda baru diimbau pergi ke RS jika mengalami gejala tambahan seperti:

  • Mati rasanya tiba-tiba (tanpa sebab jelas)
  • Sulit bicara
  • Linglung
  • Mati rasanya dirasakan seluruh bagian lengan dan kaki
  • Pusing atau sakit kepala akut yang datangnya mendadak
  • Kejang otot
  • Sulit mengontrol tangan atau tungkai
  • Sulit menahan buang air kecil atau BAB
  • Mati rasa muncul setelah cedera kepala, leher, punggung atau tulang belakang
  • Hilang kesadaran (bahkan meski hanya sebentar)
  • Gangguan penglihatan
  • Sulit bergerak alias lumpuh
  • Sensasinya semakin buruk saat berjalan

Penderita mati rasa yang mengalami gejala sampingan barusan mungkin perlu menjalani pemeriksaan fisik, serta CT scan atau MRI (jika pasien diduga menderita tumor otak, stroke, atau baru mengalami cedera otak). 

Tapi adakalanya, pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, pemeriksaan konduksi listrik saraf, atau analisa cairan otak juga diperlukan untuk mengetahui penyebab mati rasa secara akurat. 


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Kenali Penyebab Mati rasa Di Paha
Kenali Penyebab Mati rasa Di Paha

Infeksi atau kerusakan saraf dapat menyebabkan Anda mengalami mati rasa dan kesakitan, khususnya di daerah paha.Ada banyak kondisi medis yang terkait dengan mati rasa di paha, diantaranya adalah:

Beragam Kemungkinan Penyebab Mati Rasa pada Wajah yang Penting Diketahui
Beragam Kemungkinan Penyebab Mati Rasa pada Wajah yang Penting Diketahui

Beberapa penyakit yang dapat mengganggu kesehatan Anda yang menyebabkan munculnya sensasi mati rasa di wajah, antara lain:

Buka di app