Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Pengobatan

Efek Samping Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

Update terakhir: NOV 17, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 993.483 orang

Efek Samping Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang berpotensi melawan sel-sel kanker. Kemoterapi atau kemo bertujuan untuk membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker untuk mencegah penyebarannya meluas ke bagian tubuh lainnya, menghancurkan sel-sel kanker dan menggantinya dengan pertumbuhan sel-sel baru yang sehat, serta membantu memperkecil tumor pemicu rasa sakit untuk meringankan gejala dari kanker yang dialami.

Baca juga: Cara Kerja Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Tetapi setiap metode pengobatan umumnya memiliki beberapa efek samping yang mungkin terjadi, baik efek samping ringan hingga efek samping yang dapat menimbulkan komplikasi lainnya. Beberapa efek samping yang biasanya dialami penderita kanker setelah menjalani kemoterapi meliputi mual dan muntah, nyeri saraf, sulit bernapas, sembelit, diare, mudah memar dan terjadinya pendarahan, serta rambut rontok.

Efek samping ini biasanya terjadi karena metode pengobatan kemoterapi tidak mampu membedakan mana sel kanker dan mana sel normal yang sehat sehingga terkadang membunuh sel normal yang seharusnya dibutuhkan tubuh. 

Efek samping kemoterapi dalam pengobatan kanker

1. Sistem kekebalan tubuh melemah

Sel-sel kanker beserta metode pengobatannya, termasuk kemoterapi dapat membuat daya tahan tubuh melemah dan menimbulkan kelelahan. Hal ini disebabkan oleh efek kemoterapi yang dapat membunuh sel-sel normal yang sehat termasuk sel yang berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh serta mempengaruhi jumlah sel darah putih. Jika sel tersebut diserang maka dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan kuman dan menyebabkan infeksi yang terjadi mungkin dapat berlangsung cukup lama.

Untuk membantu mempertahankan sistem kekebalan tubuh, Anda dapat mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, istirahat yang cukup, menghindari stres, melakukan latihan atau olahraga ringan, serta menghindari kebiasaan merokok maupun minuman alkohol.

2. Mudah memar dan mengalami pendarahan

Kemoterapi  juga dapat mengurangi jumlah trombosit sehingga dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah mengalami memar atau berdarah di sejumlah bagian tubuh. Jika jumlah trombosit terlalu rendah maka diperlukan transfusi darah.

Sebenarnya hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kecuali jika terjadi pendarahan akibat cedera mungkin itu bisa menjadi tanda yang berbahaya. Tetapi untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas fisik sehingga dapat menghindari risiko jatuh atau cedera. Jika memar atau cedera tidak kunjung hilang ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3. Kerontokan rambut

Salah satu efek samping yang paling umum terjadi akibat kemoterapi adalah rambut rontok. Tetapi hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena rambut akan tumbuh kembali setelah kemoterapi selesai dilakukan. Perawatan kemoterapi dapat merusak folikel rambut yang menyebabkan akar rambut menjadi lemah dan rapuh sehingga terjadi rambut rontok.

Baca juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok

Tak hanya rambut, kuku pun dapat menjadi rapuh dan mudah patah, begitupun dengan kulit yang menjadi mudah kering dan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap sinar matahari, sehingga sangat penting bagi pasien kemoterapi untuk menghindari panas terik dari matahari, menggunakan tabir surya (sunblock), mengenakan pakaian lengan panjang untuk melindungi kulit, serta menggunakan bahan alami dalam menjaga kesehatan rambut, kulit, maupun kuku.

4. Mual dan muntah

Kondisi mual dan muntah seringkali menjadi gejala dari suatu penyakit dalam tubuh atau efek samping dari berbagai cara pengobatan, begitupun dengan salah satu cara pengobatan kanker melalui kemoterapi. Efek samping ini biasanya muncul secara mendadak setelah menjalani kemoterapi. Hal ini juga akan berdampak pada kehilangan nafsu makan sehingga mempengaruhi asupan nutrisi dalam tubuh serta terjadinya penurunan berat badan.

Beberapa cara dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang mungkin terjadi seperti melakukan perubahan pola makan dengan mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil serta menghindari makanan yang dapat memicu rasa mual dan muntah. Jika memang gejala mual dan muntah yang dirasa cukup berat bisa dibantu dengan obat anti mual (obat antiemetik).

5. Nyeri saraf

Nyeri saraf atau neuropati dapat disebabkan adanya kerusakan sel saraf pada bagian otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan terganggunya ekstremitas (anggota gerak tubuh) terutama pada bagian tangan dan kaki yang dapat menyebabkan rasa kesemutan, mati rasa, dan rasa sakit yang tidak biasa. Beberapa orang juga mungkin merasakan rasa lemah pada tubuh dan telinga berdengung. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang timbul, Anda perlu mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin B yang dapat meningkatkan fungsi kerja sel saraf serta mengurangi gejala kerusakan saraf yang terjadi. Selain itu, Anda juga perlu melakukan latihan ringan dalam menggerakan tangan dan kaki supaya tidak kaku. Jika nyeri cukup parah, mungkin Anda juga akan diberikan obat pereda nyeri.


6. Sulit bernapas

Salah satu efek samping kemoterapi lainnya adalah kerusakan jaringan paru-paru yang menyebabkan kapasitas paru-paru berkurang dan terhambatnya pasokan oksigen sehingga menyebabkan seseorang mengalami sesak nafas atau sulit bernapas. Ketika mengalami sesak nafas, Anda perlu membuat tubuh merasa rileks dan bernapas perlahan dengan tarikan nafas panjang. 

Selain kerusakan paru-paru, kemoterapi juga dapat menyebabkan kadar sel darah merah menurun sehingga sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi terhambat dan menyebabkan anemia. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung zat besi sehingga dapat meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh.

7. Sembelit dan diare

Kemoterapi juga dapat menjadi pemicu masalah pencernaan seperti sembelit dan diare karena rusaknya sel dalam sistem pencernaan. Hal ini juga dapat terjadi akibat kondisi mual yang dialami sehingga menyebabkan perubahan pola makan dan mengganggu sistem kerja saluran pencernaan.

Untuk mengatasi gangguan pencernaa seperti sembelit dan diare ini, Anda disarankan untuk menghindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi lambung serta mengonsumsi obat sembelit yang mengandung magnesium untuk membantu mengurangi rasa sakit ketika buang air besar. Selain itu minum air putih yang cukup juga dapat membantu mencegah dehidrasi akibat diare dan menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh.

8. Ruam pada kulit

Kemoterapi juga dapat menimbulkan ruam pada kulit karena terjadinya perubahan dalam sistem kekebalan tubuh akibat sel kulit yang tidak sengaja terkena dampak dari kemoterapi itu sendiri. Ruam yang parah dapat menyebabkan rasa gatal yang tidak nyaman serta kulit kering. Gunakan lotion pelembab dan krim anti gatal yang mengandung vitamin E untuk membantu mengatasi rasa gatal yang terjadi akibat ruam pada kulit.

9. Luka pada mulut

Setelah menjalani serangkaian pengobatan dengan kemoterapi, beberapa orang mungkin akan merasakan luka pada bagian mulut (sariawan) ataupun gusi berdarah. Rasa sakit yang dirasakan dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan bahkan luka dapat menimbulkan infeksi maupun pendarahan. Salah satu cara sederhana untuk mengatasi luka di mulut ini adalah dengan berkumur menggunakan air garam atau obat kumur antiseptik.

10. Kesehatan mental dan kognitif

Tak hanya kondisi fisik yang dikuras dalam menjalani pengobatan kanker ini, tetapi pasien kemoterapi juga mungkin mengalami kesulitan dalam hal kognitif, perhatian, fokus, memori hingga daya ingat. Beberapa penderita kanker juga mungkin mengalami perubahan suasana hati yang dapat menimbulkan depresi dan rasa cemas yang berlebihan. Untuk itu dibutuhkan dukungan dari orang terdekat sehingga pasien kemoterapi dapat menjalani perawatan dengan tenang dan memiliki hasrat untuk sembuh.

11. Hasrat seksual menurun

Selama menjalani perawatan kemoterapi mungkin fokus Anda akan berada di proses pengobatan itu sendiri, sehingga pasien kemoterapi biasanya akan kehilangan minat pada seks. Tak hanya itu, efek samping kemoterapi juga dapat berdampak pada tingkat kesuburan dan kehamilan. Beberapa jenis pengobatan kemoterapi dapat mengurangi kesuburan baik pada pria maupun wanita. 

Selain itu, ketika seseorang menjalani pengobatan kemoterapi dalam kondisi hamil, hal ini mungkin dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Jika ibu hamil membutuhkan perawatan kemoterapi ketika hamil mungkin dapat dilakukan setelah masa kehamilan memasuki usia 12-14 minggu, karena masa tersebut adalah masa di mana organ tubuh pada janin sedang mengalami perkembangan pesat. Waktu pengobatan juga mungkin akan dihentikan pada 8 minggu sebelum waktu persalinan untuk menghindari risiko infeksi.

Tetapi ada baiknya untuk menghindari kehamilan pada saat menjalani kemoterapi karena efek samping kemoterapi dapat membahayakan kondisi kesehatan ibu maupun bayi.

Referensi

Medical News Today. (2018). What are the side effects of chemotherapy?

Medical News Today. (2019). What you need to know about chemotherapy

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit