Sjorgen Syndrome - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.130.636 orang

Sjorgen Syndrome merupakan suatu penyakit autoimun yang menimbulkan kelainan pada 2 organ utama yaitu munculnya kekeringan pada mata dan mulut. Penyakit inigt;dapat berdiri sendiri atau terjadi bersamaan dengan penyakit autoimun lainnya.

Penyakit ini menimbulkan gejala yang berhubungan dengan organ mulut seperti kesulitan bicara, kesulitan makan, dan menelan. Apabila ini terjadi di mata maka akan terjadi inflamasi pada kelenjar air mata dan rasa gatal. Penyakit ini dapat diringkan dengan obat-obatan dan terapi suportif.

Penyakit ini terjadi paling banyak pada usia 40 tahun keatas dengan populasi wanita lebih banyak terkena dibanding pria. Sjorgen syndrome timbul akibat gangguan kekebalan tubuh yang menyerang kelenjar air liur dan air mata. Penyakit ini juga merusak beberapa bagian tubuh lainnya seperti otot dan sendi, tiroid, paru-paru, saraf, ginjal, dan limpa.

Munculnya penyakit ini disebabkan oleh hasil stimulus yang berhubugan dengan reaksi autoimun pada beberapa orang tertentu. Infeksi juga berkaitan dengan munculnya penyakit Sjorgen Syndrome.

Pada Sjorgen Syndrome ditemukan aktivitas pada limfosit B yang mulai menimbulkan gejala di mulut dan mata. Aktivitas tersebut menimbulkan degenerasi dan gangguan organ kelenjar akinar sehingga menyebabkan pengeluaran saliva dan air mata akan mengalami hambatan serius.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Gejala Sjorgen Syndrome

Penyakit Sjorgen Syndrome secara utama memiliki gejala yaitu pada mulut dan mata. Gejala yang ditimbulkan antara lain

  • Gejala pada mata
  • Gejala pada mulut
  • Gejala pada gigi
  • Pembengkakan
  • Gejala padagt;vagina

Kelanian mata pada Sjorgen Syndrome adalah ditemukan mata kering atau Keratokonjngtivitis Sika. Selain itu ditemukan mata yang gatal, terbakar, dan terasa berpasir.

Gangguan kelenjar air liur menyebabkan mulut terasa kering, kesulitan bicara, kesulitan makan dan menelan.

Kekeringan pada mulut akibat gangguan kelenjar liur menyebabkan karies atau karang gigi yang menempel dan memberikan peluang bakteri menetap di gigi dalam waktu lama sehingga menimbulkan kerusakan gigi akibat kadar asam pH yang tidak dapat disterilisasi karena kekurangan cairan air liur.

Pada Sjorgen Syndrome ditemukan adanya pembengkakan di kelenjar parotid di sekitar pipi dan depan telinga yang menjadi tanda peradangan pada kelenjar.

Apa bila gejala ini menyerang wanita, maka keluhan lain yang timbul adalah kekeringan pada vagina.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Diagnosis Sjorgen Syndrome

JIka kondisi ini mulai timbul pada anda, sebaiknya segera ke dokter agar dapat melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dimulai dengan memberikan keluhan yang terjadi. Dokter biasanya menanyakan sejak kapan keluhan itu terjadi, apakah ada gejala lain yang dirasakan, apakah keluarga pernah mengalami kelainan yang sama. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain

  • Schirmer test
  • Spit test
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Biopsi

Pemeriksaan Schirmer merupakan pemeriksaan mata untuk menilai kekeringan mata karena tersumbatnya kelenjar air mata. Pemeriksaan ini menggunakan batang kecil steril dan diletakan di kelopak mata dalam. Hasil positif kekeringan bila nilai tes menunjukkan hasil kurang dari 5 mm.

Spit test dilakukan pada daerah mulut untuk menilai kekeringan pada mulut akibat gangguan pada kelenjar air liur. Anda diminta membuang air liur sebagai sampel dan melihat seberapa banyak air liur yang dapat dikeluarkan selama 15 menit pertama.

Pemeriksaan darah dengan menilai kadar anti-RO (SS-A) dan Anti-LA (SS-B) sebagai nilai klinis penyakit kekebalan tubuh termasuk pada sjorgen syndrome.

BIopsi pada kelenjar air liur merupakan pemeriksaan penunjang utama menilai adanya inflamasi.

Penanganan pada Sjorgen Syndrome

Karena ini merupakan salah satu penyakit autoimun dimana belum terdapat pengobatan maksimal. Terapi difokuskan untuk mengurangi gejala dan menghambat komplikasi yang mungkin terjadi. Pada Sjorgen Syndrome, pengobatan difokuskan pada gejala yang ditimbulkan di mata dan mulut.

Pengobatan mata yaitu dengan pemberian obat tetes mata artifisial untuk mengurangi kekeringan. Untuk mulut kering, obat yang biasa digunakan adalah pilokarpin yang berfungsi untuk meningkatkan pengeluaran air liur dari kelenjarnya.

Obat Imunosupresan seperti Methotrexate digunakan untuk mengurangi aktivitas berlebih imun di tubuh. Pemberian obat anti-inflamasi diperlukan apabila muncul keluhan sendi autoimun seperti Rheumatoid Arthritis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit