Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Pelajari Cara Menangani Cedera Kepala

Update terakhir: OCT 20, 2019 Tinjau pada OCT 20, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.084.914 orang

Cedera kepala adalah kumpulan trauma yang mengakibatkan cedera pada otak, tulang tengkorak, atau kulit kepala Anda. Cedera kepala dapat merupakan benjol atau memar hingga cedera otak traumatis.

Cedera kepala yang umum termasuk gegar otak, fraktur tengkorak, dan luka kulit kepala. Pengobatan dan tingkat kesembuhannya sangat bervariasi, tergantung pada apa yang menyebabkan cedera kepala Anda dan seberapa parahnya cedera itu.

Penyebab cedera pada kepala umumnya adalah benturan langsung terhadap kepala yang biasanya terjadi pada kecelakaan lalu lintas, kecelakaan dalam berolahraga, terjatuh, pemukulan dan sebagainya.

Tetapi perlu diketahui, cedera kepala juga bisa terjadi dengan goyangan yang sangat kuat. Biasanya cedera kepala akibat goyangan menyerang anak-anak dan bayi.

Cedera kepala mungkin mengakibatkan luka tertutup atau luka terbuka. Cedera kepala tertutup adalah cedera yang tidak merusak tengkorak Anda. Cedera kepala yang terbuka adalah trauma pada kepala yang merusak kulit kepala dan tengkorak Anda.

Sulit untuk menilai seberapa serius cedera kepala hanya dengan melihatnya dengan mata telanjang. Beberapa cedera kepala ringan juga dapat menyebabkangt;pendarahan yang hebat, sementara beberapa luka berat tidak berdarah sama sekali. Sehingga penting kiranya untuk waspada terhadap semua jenis cedera kepala dan memeriksakannya ke dokter.

Cedera kepala secara garis besar dikelompokan menjadi 2 kelompok. Cedera kepala yang bersifat eksternal artinya cedera hanya terjadi pada kulit saja tanpa mempengaruhi otak. Dan cedera kepala internal, cedera kepala yang mempengaruhi otak.

Cedera kepala internal meliputi :

Hematoma

Hematoma adalah kumpulan atau pembekuan darah di luar pembuluh darah. Hal ini bisa berdampak sangat serius jika hematoma terjadi di otak.

Pembekuan dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak Anda meningkat sehingga dapat menyebabkan Anda kehilangan kesadaran atau mengakibatkan kerusakan otak secara permanen.

Pendarahan

Pendarahan adalah pendarahan yang tidak terkontrol dalam otak, yang dapat berakibat fatal serta menghambat fungsi otak.

Pendarahan di ruang sekitar otak disebut dengan pendarahan subarachnoid (subarachnoid hemorrhage), dan pendarahan di dalam jaringan otak, disebut dengan pendarahan intraserebral (intracerebral hemorrhage).

Pendarahan subarakhnoid sering menyebabkan sakit kepala dan muntah. Tingkat keparahan pendarahan intraserebral tergantung pada seberapa banyak perdarahan yang terjadi, volume darah yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam kepala. 

Gegar otak

Gegar otak terjadi ketika trauma di kepala cukup parah sehingga menyebabkan cedera otak. Gegar otak disebabkan oleh otak yang “menabrak” dinding tengkorak Anda.

Secara umum, hilangnya fungsi yang terkait dengan gegar otak bersifat sementara. Namun, gegar otak berulang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Patah tulang tengkorak

Tidak seperti kebanyakan tulang di tubuh Anda,tulang tengkorak tidak memiliki sumsum tulang. Sehingga membuat tulang tengkorak sangat kuat dan sulit untuk dipatahkan. Jika terjadi trauma yang menyebabkan tulang tengkorak hancur, kemungkinan besar otak juga akan mengalami kerusakan.

Cedera akson difus

Cedera aksonal difus adalah cedera pada otak yang tidak menyebabkan perdarahan tetapi merusak sel otak. Kerusakan pada sel-sel otak menyebabkan otak tidak bisa berfungsi dengan normal. Sehingga menyebabkan pembengkakan dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Cedera aksonal difus adalah salah satu jenis cedera kepala yang paling berbahaya. Cedera aksonal difus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.

Gejala apa saja yang muncul pada cedera kepala?

Kepala Anda memiliki lebih banyak pembuluh darah daripada bagian tubuh Anda yang lain, jadi pendarahan di permukaan otak Anda atau di dalam otak Anda merupakan masalah serius pada cedera kepala. Namun, tidak semua cedera kepala menyebabkan pendarahan.

Penting untuk menyadari gejala lain yang harus diwaspadai. Banyak gejala cedera otak yang serius tidak akan langsung muncul. Anda harus selalu memantau gejala Anda selama beberapa hari setelah Anda mengalami trauma kepala.

Gejala umum cedera kepala ringan meliputi:

  • sakit kepala
  • kepala ringan
  • sensasi seperti berputar
  • gelisah
  • mual
  • telinga yang berdengung

Gejala-gejala cedera kepala yang parah termasuk:

  • kehilangan kesadaran
  • kejang
  • muntah
  • masalah keseimbangan atau koordinasi
  • tidak sadar akan waktu, tempat dan orang
  • ketidakmampuan untuk memfokuskan mata
  • gerakan mata yang tidak normal
  • hilangnya kontrol otot
  • sakit kepala yang terus-menerus atau memburuk
  • hilang ingatan
  • perubahan mood
  • keluarnya cairan bening dari telinga atau hidung

Bagaimanapun jika Anda mengalami cedera pada kepala, Anda tidak bisa menganggap remeh. Apalagi jika gejala serius seperti pingsan atau hilang ingatan muncul, Anda harus segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan khusus.

Apa yang harus Anda lakukan jika Anda mengalami cedera pada kepala?

Penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui tingkat keparahan cedera yang terjadi. Dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui apakah cedera pada kepala Anda serius atau tidak

Skala Koma Glasgow (GCS) adalah pemeriksaan yang menilai kesadaran dengan memeriksa 3 aspek seperti pembukaan mata, reaksi verbal dan gerakan.GCS adalah suatu indikator yang seringkali digunakan di rumah sakit untuk menilai tingkat keparahan cedera otak yang mempengaruhi keputusan pengobatan dan hasil.

Keparahan cedera kepala dapat dikelompokan sebagai:

  • Parah : GCS 3 - 8
  • Sedang : GCS 9 - 12
  • Ringan : GCS 13 - 15

Pengobatan dilakukan berdasarkan keparahan trauma terhadap otak. Pengobatan berkisar mulai dari pengamatan tanda kondisi memburuk seperti rasa kantuk, meningkatnya sakit kepala atau pusing (cedera kepala minor), kemudian gumpalan darah yang terbentuk di kepala bisa disedot dengan operasi atau menggunakan obat-obatan.

Pengobatan untuk cedera kepala minor termasuk peringanan gejala dan istirahat cukup. Sedangkan untuk cedera kepala yang cukup serius membutuhkan penanganan dokter dan mungkin membutuhkan operasi segera.

Komplikasi dan tingkat kesembuhan tergantung pada jenis, lokasi dan derajat cedera. Orang dengan cedera kepala minor mungkin mengalami sindrom gegar otak seperti sakit kepala ringan, pusing, mudah lelah, menurunnya konsentrasi dan lain-lain yang mungkin berlangsung sebentar, tetapi sebagian besar pulih dengan masalah tidak serius.

Sedangkan pada orang dengan cedera kepala parah, sepertiga akan pulih dengan baik dan sisanya dapat mengalami kecacatan atau kematian.


Referensi

Centers for Disease Control and Prevention CDC (2016). Traumatic Brain Injury & Concussion. Recovery.

Centers for Disease Control and Prevention CDC (2017). Traumatic Brain Injury & Concussion. Severe TBI.

Centers for Disease Control and Prevention CDC (2017). Traumatic Brain Injury & Concussion. TBI: Get the Facts.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit