Kenali Mielitis Transversa dan Cara Menanganinya

Update terakhir: Mar 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 367.718 orang

Mielitis Transversa, Nyeri Tulang Yang Berujung Pada Kelumpuhan

Berhati-hatilah jika Anda merasakan nyeri yang mendadak pada punggung bawah. Nyeri yang dapat menjalar ke dada, perut, lengan atau tungkai, mungkin hal tersebut menunjukkan adanya masalah pada saraf Anda. Berikut pada artikel ini akan membahas salah satu penyakit yang dapat menyebabkan nyeri mendadak pada punggung. Penyakit tersebut yaitu Mielitis Transversa. Berikut penjelasannya.

Apa sih Mielitis Transversa itu?

Mielitis transversa merupakan kelainan pada saraf yang disebabkan oleh peradangan disepanjang sumsum tulang belakang di mana kerusakan mengenai kedua sisinya dan umumnya terjadi pada selubung mielin. 

Istilah mielitis sendiri menunjukkan peradangan pada sumsum tulang belakang, transversa menunjukkan posisi dari peradangan sepanjang sumsum tulang belakang. Serangan inflamasi pada sumsum tulang belakang dapat merusak atau menghancurkan mielin yang merupakan selubung serabut sel saraf. 

Kerusakan ini menyebabkan jaringan parut pada sistem saraf yang menganggu hubungan antara sumsum tulang belakang dan tubuh.

Penyebab Mielitis Transversa

Apa sih penyebab dari Mielitis Transversa?

Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab Mielitis Transversa. Peradangan yang menyebabkan kerusakan luas pada serabut saraf dari sumsum tulang belakang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, infeksi virus, reaksi autoimun yang abnormal atau menurunnya  aliran darah melalui pembuluh darah yang terletak pada sumsum tulang belakang. 

Mielitis Transversa dapat  juga terjadi sebagai komplikasi dari penyakit syphilis, campak, penyakit lyme, dan beberapa vaksinasi termasuk chichenpox dan rabies. Beberapa kasus yang penyebabnya tidak dapat diketahui disebut idiopatik.

Apa saja tanda dan gejala dari Mielitis Transversa?

Tanda dan gejala pada Mielitis Transversa biasanya muncul cepat selama beberapa jam dan memburuk selama beberapa hari. Gejala awal umumnya meliputi beberapa hal sebagai berikut:

  • Sakit dan nyeri pinggang didaerah yang terlokalisasi
  • Munculnya perasaan yang tidak normal seperti terbakar, gatal, tertusuk, atau perasaan geli di kaki
  • Gangguan motorik, misalnya lemas pada lengan atau tungkai, dan kelumpuhan.
  • Kelemahan pada sebagian kaki
  • Kelemahan pada kedua kaki dan pungung bagian bawah
  • Gangguan fungsi kandung kemih dan buang air besar  

Beberapa penderita penyakit ini juga melaporkan mengalami spasme otot, gelisah, sakit kepala, demam, dan hilangnya selera makan. Tergantung pada segmen sumsum tulang belakang yang terlibat, beberapa penderita mengalami masalah dengan sistem pernapasan.

Jika terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas, maka segeralah periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Berhati-hatilah terhadap penyakit Mielitis Transversa, penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan jika tidak segera ditangani.

Pengobatan Mielitis Transversa

Diagnosa penyakit mielitis transversa dilihat berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan fungsi saraf. Pemeriksaan penunjang juga dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, meliputi:

  • Pemindaian, dengan MRI untuk menemukan adanya peradangan pada saraf tulang belakang.
  • Pungsi lumbal (lumbar puncture), yaitu pengambilan sampel cairan serebrospinalis (CSF) melalui tulang belakang untuk pemeriksaan laboratorium.
  • Pemeriksaan antibodi, misalnya pada penyakit Devic atau kelainan autoimun lain.

Pada umumnya pengobatan pada penyakit Mielitis transversa ditujukan untuk meringankan gejala-gejala yang dirasakan oleh penderitanya. Obat-obatan yang dapat diberikan antara lain:

  • Antivirus. Apabila penyakit tersebut disebakan karena infeksi virus pada saraf tulang belakang
  • Obat pereda nyeri
  • Steroid.  Obat ini membantu mengurangi peradangan yang terjadi pada tulang belakang
  • Terapi penggantian plasma. Bisa diberikan pada kelainan autoimun, dimana sel-sel imun tubuh menyerang dan merusak jaringan tubuh sendiri
  • Obat-obatan lainnya. Untuk mengatasi komplikasi lain, seperti konstipasi, tidak bisa berkemih, kram orot, depresi, dan lainnya

Selain menggunakan terapi obat, penyakit ini juga dapat diatasi dengan terapi lainnya yang tidak menggunakan obat-obatan seperti:

  • Terapi fisik. Terapi fisik membantu meningkatkan kekuatan dan meningkatkan koordinasi. Terapi fisik akan mengajarkan bagaimana menggunakan alat bantu seperti tongkat, kursi roda
  •  Terapi okupasi. Terapi ini membantu pasien mempelajari cara-cara baru dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi, menyiapkan makan dan membersihkan rumah.
  •  Psikoterapi. Seorang psikoterapis dapat menggunakan terapi bicara untuk mengobati kecemasan, depresi, disfungsi seksual, dan masalah emosional atau perilaku lain yang mungkin terkait untuk mengatasi pasien Mielitis Transversa

Perbaikan dari penyakit ini biasanya dimulai antara 2 sampai 12 minggu dari onset gejala dan mungkin berlangsung sampai 2 tahun. Kebanyakan penderita hanya mengalami sekali episode gangguan. Meskipun jarang, penyakit Mielitis Transversa dapat kambuh terjadi. 

Beberapa pasien sembuh secara sempurna kemudian mengalami kambuh kembali. Pada kasus kambuh, dokter akan menyelidiki kemungkinan penyebab penyakit seperti lupus erythematosus sistemik sejak penderita mengalami kekambuhan tersebut. Semoga bermanfaat.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit