HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Keputihan Berwarna Kuning, Ini Dia Penyebabnya

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit

Keputihan (Leukorea atau Fluor Albus) adalah suatu kondisi ketika vagina mengeluarkan cairan berwarna bening dan tidak berbau. Keputihan merupakan upaya tubuh dalam menjaga kebersihan area reproduksi. 

Cairan yang keluar dari leher rahim tersebut memiliki fungsi membawa keluar bakteri dan sel-sel mati. Hal ini akan menjaga vagina tetap steril dari tumbuhnya infeksi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Keputihan umum terjadi, terutama pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Kondisinya pun berbeda-beda, mulai dari tekstur cairan, warna, hingga bau yang keluar. Keputihan yang normal umumnya berwarna bening, putih, atau sedikit kekuningan.

Anda harus mulai waspada ketika cairan yang keluar berwarna kuning pekat dan berbau amis. 

Keputihan yang berwarna kuning dapat menjadi  pertanda jika vagina mengalami infeksi, baik karena jamur, parasit, atau bakteri (vaginosis bakterialis, klamidia, gonore). Selain infeksi, cairan berwarna kuning juga dapat menjadi pertanda adanya kanker rahim.

Penyebab keputihan berwarna kuning

Cairan berwarna kuning yang keluar dari vagina dapat disebabkan adanya kondisi-kondisi berikut, yaitu:

Pari Ghodsi, M.D., dokter kandungan dan pakar kesehatan reproduksi dari Amerika mengatakan bahwa keputihan pada vagina yang mengalami infeksi jamur memiliki ciri cairan berwarna kuning pucat atau kehijauan, tampak menggumpal berair, dan mengeluarkan bau menyengat. 

Tanda lain infeksi jamur adalah rasa gatal pada vagina, nyeri saat buang air kecil, dan perut bagian bawah yang terasa sakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Gonore

Gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala gonore umumnya baru akan tampak sekitar dua minggu setelah tertular. 

Beberapa ciri umum gonore pada wanita diantaranya adalah rasa nyeri ketika buang air kecil, pembengkakan pada vulva, muncul bercak darah saat tidak menstruasi, dan keluarnya cairan berwarna kuning dan keruh pada vagina.

Infeksi bakteri vagina atau vaginosis bacterialis merupakan infeksi pada organ kemaluan wanita yang disebabkan oleh serangan bakteri Gardnerella vaginalis dan Peptococcus. 

Gejala yang timbul diantaranya adalah kemerahan, gatal dan nyeri pada vulva, serta munculnya cairan kekuningan yang berbau amis dari dalam vagina.

Penyakit ini terjadi karena adanya parasit Trichomonas vaginalis yang menyebar, umumnya akibat hubungan seksual. Keluhan yang biasa timbul adalah kuantitas keputihan yang berlebihan, berbau tidak sedap, dan berwarna kuning kehijauan. 

Penderita juga mengalami gatal di sekitar vagina, dan sakit di bagian perut bawah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Meski keputihan adalah hal yang umum dialami wanita, Anda perlu waspada ketika cairan yang keluar tak kunjung berhenti dan selalu berwarna kuning keruh. 

Apalagi jika diiringi dengan gejala lain seperti munculnya flek darah saat berhubungan badan, dan nyeri di bagian pinggul. Gejala-gejala ini merupakan alarm awal adanya infeksi yang mengarah pada kanker rahim. 

Bila kondisi ini terus berlanjut, segera periksakan diri ke dokter. 

Mengatasi keputihan berwarna kuning

Pengobatan cairan keputihan yang berwarna kuning bergantung kepada penyebabnya. 

Keputihan yang disebabkan infeksi jamur pada vagina dapat diatasi dengan pemberian krim anti jamur yang dijual bebas dipasaran, seperti miconazole, ketoconazole, dan nystatin.

Keputihan karena gonore diobati dengan cara dengan mengkonsumsi antibiotik secara oral atau melalui metode injeksi. Antibiotik yang dapat digunakan antara lain azithromycin dan ceftriaxone yang berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Sedangkan untuk Infeksi bakteri vagina dan Trikomoniasis, pengobatan dapat dilakukan secara oral dan topikal. Antibiotik seperti tinidazole dan metronidazole dikonsumsi secara oral, ditambah obat topikal yang dioles pada vagina berupa krim clindamycin.

Terakhir, keputihan sebagai gejala kanker rahim ditangani dengan beberapa macam metode, tergantung faktor-faktor meliputi jenis kanker, tingkatan stadium, dan kondisi kesehatan pasien. 

Metode yang umum dilakukan adalah metode bedah, radioterapi, kemoterapi, atau mungkin gabungan dari ketiganya.

Pencegahan keputihan

Keputihan yang tidak normal tidak akan muncul bila Anda selalu menjaga kebersihan area intim. Cara yang dapat dilakukan diantaranya:

  • Selalu membersihkan vagina secara teratur dengan menggunakan air hangat dan sabun yang lembut, terutama setelah buang air kecil ataupun besar. 
  • Biasakan untuk mengeringkan organ intim dengan handuk dari depan ke belakang (dari vagina ke anus), bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah penularan bakteri dari anus.
  • Hindari menggunakan pakaian dalam yang ketat, gunakan bahan katun yang lembut.
  • Ganti pembalut Anda secara teratur, setidaknya 5 jam sekali.
  • Lakukan seks yang aman dan tidak beresiko. Gunakan pengaman dan hindari berganti-ganti pasangan.
  • Memeriksakan kesehatan vagina ke dokter secara rutin.

Perlu diingat, selalu perhatikan kondisi organ intim Anda. Apalagi jika timbul kondisi kondisi yang tidak umum seperti nyeri, serta muncul bercak dan cairan berbau. Satu lagi, jangan ragu dan malu untuk melakukan konsultasi dengan ahli kesehatan.

                    

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaginal discharge color guide: Causes and when to see a doctor. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322232.php)
Vaginal Discharge: Causes, Types, Diagnosis and Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app