Cara Membedakan Infeksi Jamur dan Bakteri Pada Vagina

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 23, 2019 Waktu baca: 2 menit
Cara Membedakan Infeksi Jamur dan Bakteri Pada Vagina

Vagina yang terserang infeksi tidak hanya menimbulkan rasa yang gatal saja. akan tetapi infeksi pada vagina juga bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan mengalami perubahan yang tidak seperti biasanya. 

Bakteri yang dapat menimbulkan infeksi pada bagian vagina yaitu berupa bakteri vaginosis. Secara umum, bakteri vaginosis akan bersarang ke semua vagina wanita, hanya saja, bakteri tersebut tumbuh dan berkembang ataupun tidak.

Iklan dari HonestDocs
Beli MICONAZOLE CR 2% 10G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Miconazole cr 2 10g 1

Apabila bakteri tersebut tumbuh dan berkembang pada area vagina Anda, maka hal ini bisa menimbulkan infeksi yang lebih parah. Infeksi yang dapat menyerang vagina dapat terjadi karena 2 hal, yaitu seperti infeksi jamur dan infeksi bakteri. 

Keduanya pun memiliki perbedaan yang dapat untuk Anda ketahui melalui gejala yang ditimbulkan diantara kedua infeksi tersebut.

Gejala Infeksi Miss V Karena Bakteri

Berikut ini infeksi vagina yang disebabkan karena infeksi bakteri, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Vagina mengalami keputihan yang tidak normal, hal ini bisa dilihat dari bau keputihan yang cenderung lebih amis dan tidak seperti biasanya.
  • Warna keputihan yang keluar dari vagina tidak hanya warna putih saja, akan tetapi juga muncul warna kekuningan, keabu-abuan dan kehijauan. Apabila vagina Anda mengalami keputihan semacam ini, maka hal ini menandakan bahwa infeksi bakteri sudah menyerang pada bagian vagina Anda.
  • Selain mengalami keputihan yang tidak normal, vagina juga mengalami rasa gatal yang sulit dikendalikan. Rasa gatal yang berlebihan dapat menimbulkan luka dan iritasi pada area kewanitaan.

Selain infeksi bakteri, vagina juga dapat terserang oleh infeksi jamur. Sedangkan untuk infeksi jamur ini pun disebabkan karena adanya jamur Candida albanis. 

Bakteri jamur ini hampir sama dengan jenis bakteri vaginosis. Meskipun vagina dalam kondisi yang normal, infeksi jamur dapat tumbuh di area vagina. Infeksi yang terjadi pada vagina disebabkan karena serangan jamur yang terlalu cepat.

Gejala Infeksi Miss V karena Jamur

Berikut ini gejala serangan infeksi jamur yang dapat menyerang vagina, diantaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Pada saat penderita buang air kecil, vagina akan merasakan perih.
  • Penderita juga akan mengalami keputihan yang berlebihan, maupun keputihan yang keluar dari vagina tidak menimbulkan bau sama sekali. Akan tetapi keputihan tersebut berbentuk mirip keju cottage.
  • Vagina mengalami rasa gatal yang mendorong penderita untuk menggaruk area yang gatal. Semakin Anda sering menggaruk rasa gatal, maka hal ini bisa menimbulkan iritasi pada bagian vagina.
  • Selain merasakan perih, pada saat buang air kecil penderita merasakan sensasi terbakar pada bagian vagina.
  • Pada saat melakukan hubungan seksual merasakan sakit.

Meskipun ada banyak faktor penyebab terjadinya serangan infeksi vagina, namun faktor paling utama yang paling sering menimbulkan serangan bakteri yaitu kurangnya kebersihan dalam menjaga vagina. 

Untuk menghindari serangan penyakit berupa infeksi vagina, maka Anda harus membiasakan kebersihan mulai dari sekarang.

Wanita yang tidak menjaga kebersihan pada area kewanitaan nya, maka berpeluang terhadap serangan penyakit. Terlebih lagi pada saat wanita dalam kondisi haid, maka peluang bakteri untuk masuk ke dalam vagina pun juga semakin besar. 

Untuk itu, selalu menjaga kebersihan dan kesehatan vagina sangat dianjurkan, baik ketika menstruasi atau pun pada saat Anda sedang tidak menstruasi.

Bakteri, virus maupun jamur lebih suka bersarang pada bagian vagina yang lembab. Sedangkan vagina yang lembab adalah vagina yang kurang terjaga kebersihannya. Selain menjaga kebersihannya, Anda pun juga perlu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Fluconazole Reviews & Ratings (Page 4). Drugs.com. (https://www.drugs.com/comments/fluconazole/?page=4)
Fungi: Hazards and health applications. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/158134.php)
Fungal Infections: Types, Symptoms, and Treatments. Healthline. (https://www.healthline.com/health/fungal-infection)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app