Ceftriaxone: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 410.655 orang

Apa itu obat Ceftriaxone

Ceftriaxone ditemukan pada awal tahun 1980 oleh Hoffmann-La Roche.

Ceftriaxone, dijual dengan nama dagang Rocephin, Ceftriaxone adalah antibiotik spektrum luas yang artinya golongan antibiotik yang dapat digunakan untuk berbagai macam penyakit yang berbeda.

Ceftriaxone adalah obat golongan Cephalosporine generasi ke 3 yang digunakan untuk mengobati organisme yang cenderung resisten terhadap banyak antibiotik lainnya. Karena banyaknya bakteri yang sudah tidak dapat diobati dengan antibiotik yang biasa, maka penggunaan Ceftriaxone bisa sangat bermanfaat. Ceftriaxone tidak bisa digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri Enterobacter. Sebelum menggunakan Ceftriaxone, penting untuk menentukan jenis bakteri yang menginfeksi tubuh Anda. Jika Anda tidak bisa melakukan pemeriksaan dengan alasan apapun dan infeksi yang terjadi pada diri Anda berpotensi menjadi infeksi sistemik (infeksi yang menyebar pada seluruh tubuh), terapi empiris dengan menggunakan Ceftriaxone dapat dimulai sebelum melakukan pemeriksaan untuk memeriksa jenis bakteri yang menginfeksi tersebut. Biasanya, Ceftriaxone digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi seperti:

- Infeksi saluran pernafasan bawah
- Otitis media bakterial akut (infeksi pada telinga bagian tengah akibat infeksi)
- Infeksi kulit dan struktur kulit
- Infeksi saluran kemih
- Gonore
- Penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
- Infeksi sistemik
- Infeksi intraabdominal (di dalam perut)
- Meningitis
- Dapat diberikan sebelum prosedur bedah untuk mencegah terjadinya infeksi
- Penyakit Lyme  

Untuk pengobatan gonore dengan tambahan obat Doksisiklin atau Azitromisin, Ceftriaxone direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (Center for Disease Control) .

Untuk pemberian pada wanita hamil, Ceftriaxone adalah obat golongan B, yang mana belum ditemukan dapat menyebabkan kelainan pada kehamilan, tetapi untuk lebih amannya wanita hamil tidak diberikan Ceftriaxone kecuali manfaatnya lebih besar dibandingkan dengan efek sampingnya.

Apa saja Kontraindikasi pada pemberian obat Ceftriaxone

Ceftriaxone tidak boleh digunakan jika memiliki riwayat alergi terhadap Ceftriaxone atau komponen lain yang terdapat di dalamnya. Meskipun ada reaktivitas silang yang tidak begitu berpengaruh antara penisilin dan Cephalosporin generasi ketiga, penggunaan Ceftriaxone pada pasien yang sensitif dengan penicillin harus dipantau dengan ketat. Apalagi jika orang tersebut pernah mengalami reaksi alergi penisilin berat sebelumnya.

Ceftriaxone tidak boleh digunakan pada neonatus hiperbilirubinemik (penyakit kuning), terutama mereka yang prematur karena Ceftriaxone dilaporkan berpotensi menyebabkan ensefalopati bilirubin (kelainan status mental akibat kadar bilirubin yang meningkat). Penggunaan bersamaan dengan larutan / produk yang mengandung kalsium intravena pada neonatus (bayi berusia ≤ 28 hari) tidak dapat dilakukan, bahkan jika diberikan melalui jalur infus yang berbeda karena kasus fatal yangdapat terjadi (walaupun sangat jarang) dari endapan kalsium-ceftriaxone di paru-paru dan ginjal neonatal.

Berapa dosis pemberian Ceftriaxone untuk orang dewasa dan anak-anak?

Informasi berikut bukanlah pengganti petunjuk dokter, melainkan hanya sekedar informasi untuk pengetahuan Anda saja. Jika Anda menderita suatu penyakit karena infeksi, cara yang paling benar adalah Anda pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi Anda secara keseluruhan. Berikut adalah petunjuk penggunaan Ceftriaxone.

Ceftriaxone tersedia dalam bentuk larutan injeksi dan injeksi bubuk. Dosis yang tersedia dalam bentuk larutan injeksi adalah 1 gram/50 ml) dan 2 gram/50 ml, sedangkan dosis yang tersedia dalam bentuk injeksi bubuk adalah 250 mg, 500 mg, 1 gram, 2 gram, 10 gram, dan 100 gram. Adapun dosis Ceftriaxone yang dianjurkan sebagai berikut:

Dewasa dan anak > 12 tahun : 1 - 2 gram satu kali sehari. dosis dapat dinaikkan sampai 4 gram satu kali sehari. Ceftriaxone dapat diberikan secara injeksi I.V. dan I.M.

Anak: 30 - 50 mg/kgBB/hari

Ceftriaxone tidak dianjurkan pada neonatus

Untuk pengobatan infeksi gonokokal tanpa komplikasi, dianjurkan dosis tunggal intramuskular 250 mg.

Untuk penggunaan pra operasi (pencegahan infeksi pada prosedur bedah), dianjurkan dosis tunggal 1 gram intravena 1/2 sampai 2 jam sebelum operasi.

Efek samping apa saja yang dapat ditemukan pada penggunaan Ceftriaxone?

- Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam; gatal-gatal; gatal; merah, bengkak, melepuh, atau kulit dengan atau tanpa demam; sesak di dada atau tenggorokan; kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara; suara serak yang tidak biasa; atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
- Tanda-tanda masalah pankreas (pankreatitis) seperti sakit perut yang sangat buruk disertai muntah-muntah
- Tanda-tanda batu empedu seperti rasa sakit mendadak di daerah perut kanan atas, area bahu kanan, atau antara tulang belikat; kulit atau mata kuning; atau demam dengan menggigil.
- Tanda-tanda masalah ginjal seperti tidak dapat buang air kecil, urin yang sedikit, pembengkakan
- Gangguan mental dan prilaku
- Gangguan saraf
- Gejala Anemia
- Munculnya diare berat

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit