5 Jenis Radang Ginjal yang Tak Boleh Disepelekan

Dipublish tanggal: Nov 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Jenis Radang Ginjal yang Tak Boleh Disepelekan

Ginjal memegang banyak peran penting dalam tubuh, utamanya untuk menyaring cairan, glukosa, dan elektrolit agar bisa diserap kembali ke dalam tubuh. Tidak hanya itu, ginjal juga memiliki fungsi untuk menyaring zat racun yang nantinya akan dikeluarkan bersama dengan urine. Namun jika mengalami radang ginjal, maka fungsi-fungsi tersebut bisa jadi kacau. 

Radang ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala spesifik, sehingga Anda perlu mengetahui jenis radang ginjal beserta tanda-tanda khasnya berikut ini. 

Jenis-jenis peradangan pada ginjal 

Dalam istilah medis, peradangan pada ginjal disebut dengan nefritis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gangguan autoimun atau infeksi.

Ada 2 jenis radang ginjal yang utama, yaitu glomerulonefritis dan nefritis interstisial. Namun, ada juga jenis radang ginjal lainnya yang perlu Anda waspadai.

Secara lengkap, berikut jenis-jenis radang ginjal yang tak boleh disepelekan, antara lain:

1. Glomerulonefritis 

Glomerulonefritis adalah peradangan yang menyerang bagian glomeruli, yakni pembuluh darah kecil yang terletak di ginjal. Fungsi glomeruli adalah menyerap cairan berlebih dan zat limbah dari metabolisme tubuh untuk dibuang bersama dengan urine. 

Pada umumnya, glomerulonefritis terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh yang masih sehat. Tidak jarang, penyakit ini baru diketahui setelah seseorang melakukan tes darah atau tes urine.

Gejala glomerulonefritis yang dapat muncul meliputi sesak napas, bengkak di beberapa bagian tubuh, dan juga nyeri perut. Hati-hati, glomerulonefritis yang tidak segera ditangani bisa menimbulkan gagal ginjal dan anemia. 

2. Nefritis interstisial 

Nefritis interstisial adalah peradangan yang menyerang jaringan dan penyaring ginjal. Jenis nefritis paling umum ini bisa terjadi secara mendadak atau jangka panjang.

Penyebab nefritis interstisial bermacam-macam, bisa karena reaksi alergi obat, gangguan autoimun, atau penggunaan obat-obatan biasa dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi nefritis interstisial ini bisa saja bersifat sementara atau permanen dan dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal kronis. 

Baca Selengkapnya: Perbedaan Gagal Ginjal Akut vs Gagal Ginjal Kronis

3. Pielonefritis 

Pielonefritis adalah jenis radang ginjal yang berasal dari infeksi saluran kencing. Infeksi ini akan menjalar dan naik ke bagian ginjal tubuh. 

4. Lupus nefritis 

Lupus nefritis adalah peradangan yang terjadi di ginjal karena adanya penyakit lupus. Seperti yang sudah diketahui, lupus merupakan sebuah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. 

Baca Juga: Ketahui Jenis Penyakit Lupus yang Bervariasi

5. Nefropati diabetik

Nefropati diabetik adalah sebuah penyakit yang menyerang ginjal sebagai bentuk komplikasi diabetes. Kerusakan ginjal yang terjadi karena diabetes ini juga bisa disebabkan oleh meningkatnya reaksi radang yang ada di ginjal. Kadar gula darah yang terlalu tinggi dan tidak bisa dikontrol juga bisa membua ginjal kehilangan fungsinya. 

Baca Juga: Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Kerusakan Urat Tendon

Cara mencegah radang ginjal (nefritis)

Setelah mengetahui jenis radang ginjal tersebut, Anda tentu perlu lebih waspada dan terus menjaga kesehatan ginjal. Anda tentu tidak ingin terkena salah satunya, bukan?

Tenang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah radang ginjal, yaitu:

  • Periksa ke dokter. Ini adalah hal yang bisa Anda lakukan apabila sudah mengalami infeksi bakteri di bagian tenggorokan dan juga kulit. 
  • Cek tekanan darah. Anda harus rutin mengontrol tekanan darah Anda agar tidak menyebabkan gangguan lain pada ginjal. 
  • Hindari narkoba menggunakan jarum dan suntik. Anda juga perlu menghindari seks bebas yang tidak aman agar tidak tertular penyakit hepatitis dan HIV. 
  • Kendalikan gula darah.
  • Berhenti merokok, karena bisa menghambat peredaran darah. 
  • Menjaga berat badan ideal, karena obesitas atau terlalu kurus juga tidak baik bagi tubuh. 

Kalau Anda merasa sudah mengalami gejala-gejala radang ginjal di atas, maka lebih baik segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat. Radang ginjal bahkan bisa menyerang Anda kapan saja walaupun tidak disertai dengan gejala-gejala di atas. 

Pastikan untuk selalu menjaga pola hidup sehat. Bukan hanya untuk mengurangi risiko radang ginjal, hal ini juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh. 


29 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tubulointerstitial Nephritis: Background, Pathophysiology, Etiology. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/243597-overview)
Pediatric Nephritis: Practice Essentials, Etiology, Epidemiology. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/982811-overview)
Salem Almaani, Alexa Meara, Brad H. Rovin. Update on Lupus Nephritis. CJASN May 2017, 12 (5) 825-835; DOI: 10.2215/CJN.05780616. Clinical Journal of American Society of Nephrology. (https://cjasn.asnjournals.org/content/12/5/825)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app