Kenali Alergi Obat Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 551.133 orang

Begitu kamu membaca artikel satu ini, tentunya sudah tidak asing lagi bukan berbicara mengenai alergi. Lalu bagaimana dengan alergi obat ? Ya, alergi yang banyak diketahui selama ini ialah alergi kulit, alergi makanan dan semacamnya. 

Begitu kamu menderita sesuatu jenis alergi tentunya kamu akan mencari dokter atau obat obatan yang bisa membuat kamu cepat sembuh dan pulih dari alergimu sehingga reaksi reaksi yang ditimbulkan tubuh pun menjadi lebih cepat reda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Bayar di Alfamart!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Screen shot 2019 05 14 at 13.32.01

Lalu bagaimana keadaanya bila kamu ternyata malah terdeteksi mengidap alergi obat ? Ya, tentunya bingung bukan harus bagaimana. Nah untuk menambah informasi kamu mengenai alergi obat, yuk simak lebih lanjut mengenai alergi satu ini.

Apakah Alergi Obat ?

Alergi obat ialah reaksi tubuh seorang manusia ketika mengkonsumsi beberapa jenis obat obatan yang di dalamnya mungkin terkandung beberapa zat yang salah dikenali tubuh orang tersebut. 

Mengapa bisa dikatakan salah dikenali ? Karena seharusnya obat obatan yang dikonsumsi orang tersebut ialah bertujuan untuk menyembuhkan individu tersebut dari penyakit yang di deritanya, namun tubuh mereka salah mengenali obat tersebut sebagai zat baru yang ingin menyerang tubuh sehingga tubuh secara otomatis membuat perlindungan dengan memberikan reaksi seperti kulit yang akan terasa gatal, muncul ruam merah,rasa nyeri dan sebagainya yang menandakan bahwa tubuh orang tersebut menolak kehadiran obat obatan tertentu dalam dirinya.

Bila seseorang terkena alergi obat ini, maka orang tersebut harus mengetahui obat apa yang membuat reaksi alergi dalam tubuhnya muncul. Karena umumnya pasien yang menderita alergi obat dikarenakan tubuhnya bereaksi terhadap beberapa zat kimia tertentu dalam obat tersebut dan bukan alergi terhadap seluruh jenis obat obatan. 

Sehingga begitu pasien mengetahui obat mana yang memicu munculnya alergi dalam tubuhnya akan membuat dokter atau tim medis di kemudian hari lebih mudah dalam meresepkan obat kepada pasien tersebut karena tim dokter dan medis tidak akan meresepkan obat yang mengandung zat kimia yang akan memicu munculnya alergi dalam diri si pasien.

Alergi pada obat obatan pun dapat terjadi pada siapa saja, dimana tidak ada kandidat atau ciri ciri khusus. Semua berbalik terhadap keadaan tubuh masing masing individu dalam mengganggap zat zat kimia dalam obat obatan sebagai penyembuh atau teman, atau malah dianggap sebagai musuh yang ingin menyerah tubuh mu.

Iklan dari HonestDocs
Jadetabek Sekarang Bisa Dikirim Dengan Same Day!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Istock 1007840308

Jenis-Jenis Obat Yang Menyebabkan Alergi Obat

Memang setiap jenis dan ragam obat obatan yang mengandung zat kimia bisa menimbulkan alergi pada diri konsumen nya, namun ternyata terdapat beberapa jenis obat obatan yang lebih sering memicu alergi pada tubuh si pemakainya seperti obat obatan dibawah ini :

  • Obat antibiotik, umumnya jenis penicilin
  • Obat aspirin
  • Obat NSAIDS atau Nonsteroidal Anti Inflammatory Drugs
  • Obat penyakit autoimun seperti obat untuk rheumatoid arthritis, HIV, AIDS
  • Obat untuk Kemoterapi ( biasanya untuk pasien yang menderita penyakit kanker )
  • Obat salep atau krim corticostereoid
  • Obat bius

Gejala Alergi Obat

Sama layaknya dengan berbagai alergi lain yang terdapat dalam tubuh manusia, alergi pada obat obatan pun juga memunculkan berbagai reaksi bagi para penderitanya, adapun contoh dari berbagai reaksi yang muncul ialah : 

  • rasa gatal pada beberapa bagian tubuh
  • muncul bintik dan ruam kemerahan pada beberapa area tubuh, 
  • rasa nyeri yang kadang disertai bengkak
  • hidung yang beringus dan mata menjadi gatal dan berair, 
  • detak jantung yang berdegup kencang, 
  • pusing dan sakit kepala
  • kesulitan dalam bernafas serta berbagai jenis reaksi alergi lainnya. 

Reaksi tersebut biasanya muncul setelah memakan atau meminum obat kurang lebih 1 jam setelahnya. Namun bisa juga muncul setelah beberapa hari atau beberapa minggu setelah mengkonsumsi obat tesebut.

Diagnosis Alergi Obat

Untuk mendiagnosis alergi obat adalah dengan memeriksa kondisi kesehatan dan fisik penderita termasuk waktu kemunculan gejala, jenis obat yang digunakan, maupun tingkat keparahan serta perubahan pada gejala yang dialami. 

Beberapa tes penunjang akan dilakukan untuk membantu dokter memastikan diagnosis, antara lain:

  • Tes kulit (skin test). Obat-obatan yang dicurigai menyebabkan alergi akan diaplikasikan ke kulit dengan cara ditempelkan atau melalui tusukan jarum. Hasil positif memperlihatkan kulit memerah, gatal-gatal, atau muncul benjolan
  • Tes darah. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui kemungkinan adanya kondisi lain yang berpotensi memicu gejala yang dialami.

Pengobatan Alergi Obat

Untuk menghindari diri kamu dari alergi obat, maka kamu sebaiknya tidak mengkonsumsi obat obatan yang mengandung zat kimia yang akan memicu munculnya alergi dalam tubuhmu. 

Selain itu kamu bisa mengkonsultasikan keadaanmu ke dokter alergi kepercayaanmu. Umumnya dokter akan memberikan obat pereda alergi seperti obat Anthistasmin. Pemberian obat kortikosteroid juga dapat diberikan untuk mengatasi peradangan

Bagi yang pernah mengalami anafilaksis atau reaksi alergi obat yang berat, dokter biasanya akan meresepkan suntikan epinefrin.

Semoga informasi ini bisa berguna untuk kamu dalam menambah pengetahuanmu mengenai alergi obat. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit