HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Inhalasi Asap: Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Dipublish tanggal: Mei 6, 2019 Update terakhir: Apr 14, 2020 Waktu baca: 3 menit

Inhalasi asap terjadi ketika Anda menghirup partikel dan gas asap yang berbahaya. Menghirup asap dapat menyebabkan inflamasi pada paru-paru dan jalur napas, menyebabkan bengkak dan menghalangi oksigen. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan akut dan kerusakan pernapasan.

Apa yang menyebabkan Inhalasi Asap

Material yang terbakar, zat kimia, dan gas yang dihasilkan dapat menyebabkan inhalasi asap karena asfiksia sederhana (kekurangan oksigen), iritasi zat kimia, asfiksia kimiawi, atau kombinasi keduanya. Contohnya antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Asfiksia sederhana

Ada dua cara asap dapat mengurangi oksigen yang Anda perlukan. Pembakaran memerlukan oksigen, sehingga Anda tidak memiliki oksigen untuk dihirup. Asap juga mengandung produk seperti karbon dioksida, yang menyebabkan pembatasan jumlah oksigen di udara.

Senyawa iritan

Pembakaran dapat menyebabkan zat kimia yang dapat melukai kulit dan membran lendir Anda. Zat kimia ini dapat merusak saluran pernapasan Anda, menyebabkan pembengkakan dan kerusakan jalur napas. Ammonia, sulfur dioksida, dan klorin adalah contoh iritan kimia pada asap.

Asfiksia kimia

Senyawa yang dihasilakn api yang dapat merusak sel pada tubuh Anda dengan mengganggu penyaluran dan penggunaan oksigen. Karbon monoksida, yang menjadi penyebab kematian pada inhalasi asap, adalah salah satu senyawa tersebut.

Cidera inhalasi dapat memperparah kondisi paru-paru dan jantung, seperti:

Risiko Anda mengalami kerusakan permanan akibat inhalasi asap akan tinggi jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas.

Gejala Inhalasi Asap

Pertolongan pertama pada Inhalasi Asap

Siapapun yang mengalami inhalasi asap membutuhkan pertolongan pertama yang segera. Hal-hal yang harus dilakukan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

  • Mengubungi ambulans
  • Memindahkan orang dari daerah yang penuh asap jika aman dan memindahkan ke daerah yang udaranya bersih
  • Mengecek peredaran darah, jalur napas dan pernapasan korban
  • Melakukan CPR jika perlu, sambil menunggu ambulans datang

Jika seseorang atau orang lain mengalami gejala inhalasi asap berikut, hubungi gawat darurat:

  • Keparauan
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Pusing

Inhalasi asap dapat memburuk dnegan cepat dan mempengaruhi bagian tubuh lain. Menghubungi gawat darurat dapat menurunkan risiko cidera atau kematian.

Diagonosis Inhalasi Asap

Di rumah sakit, dokter ingin mengetahui:

  • Sumber asap yang Anda hirup
  • Berapa lama Anda atau korban mengirup asap
  • Berapa banyak asap yang terdedahkan ke korban

Pemeriksaan dan prosedur yang direkomendasikan antara lain:

  • X-ray di dada
  • Tes darah
  • Arterial Blood Gas (ABG)
  • Pulse Oximetri
  • Bronkoskopi

Pengobatan Inhalasi Asap

Pengobatan inhalasi asap antara lain:

  • Oksigen (melalui masker, selang melaui hidung, melalui tenggorokan, bergantung pada tingkat keparahan)
  • Oksigenasi hiperbarik : umum digunakan untuk mengobati keracunan karbon moniksida. Anda akan dimasukkan ke ruangan bertekanan dan diberi oksigen dosis tinggi.

Obat

Beberapa obat dapat digunakan untuk mengobati gejala inhalasi asap. Bronkodilator dapat diberikan untuk merilekskan otot paru-paru dan memperlebar jalur napas. Antibiotik dapat diberikan untuk mencegah infeksi. Obat lain dapat diberikan untuk mengobati keracunan zat kimia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter

Jika Anda telah dirawat akibat inhalasi asap kemudian mengalami demam, segera periksakan diri ke dokter, karena mungkin Anda mengalami infeksi. Hubungi gawat darurat jika Anda mengalami hal berikut:

  • Batuk atau muntah darah
  • Nyeri dada
  • Denyut jantung yang tidak beraturan atau cepat
  • Kesulitan bernapas yang semakin meningkat
  • Nafas berdecit
  • Bibir atau kuku yang kebiruan

Pengobatan di rumah

Selain meminum obat yang diresepkan oleh dokter, Anda dapat melakukan pengobatan berikut di rumah:

  • Beristirahat yang banyak
  • Tidur dengan meninggikan kepala dengan bantal untuk membantu Anda bernapas dengan mudah
  • Menghindari merokok dan menghirup asap rokok
  • Menghindari hal-hal yang dapat mengiritasi paru-paru Anda seperti udara yang sangat dingin, panas, lembab atau kering
  • Melakukan olahraga nafas seperti yang diinstruksikan dokter, disebut juga bronchial hygiene therapy.

Penyembuhan inhalasi asap, efek jangka panjang dan harapannya

Tingkat kesembuhan akibat inhalasi asap berbeda untuk tiap orang bergantung pada tingkat keparahan cideranya. Selain itu, bergantung pada kesehatan paru-paru sebelum cidera. 

Akan membutuhkan waktu agar paru-paru dapat sembuh dan Anda mungkin akan terus mengalami nafas yang pendek dan mudah lelah untuk beberapa waktu.

Mencegah Inhalasi Asap

  • Memasang detektor asap di tiap bagian rumah, di luar tiap area kamar, dan setiap tingkat rumah Anda
  • Memasang detektor karbon dioksida di luar area kamar pada tiap tingkat rumah
  • Mengecek detektor karbon dioksida Anda tiap bulan dan mengganti baterai tiap tahun
  • Membuat jalur keluar jika terjadi kebakaran dan berlatih dengan keluarga dan orang-orang yang tinggal di rumah Anda
  • Jangan membiarkan rokok yang menyala, lilin, atau pemanas ruangan tanpa pengawasan dan matikan dan buang barang yang berhubungan dengan rokok segera.
  • Jangan meninggalkan dapur tanpa pengawasan saat memasak

Kesimpulan

Inhalasi asap memerlukan pengobatan yang segera meskipun tidak ada gejala yang terlihat. Pengobatan secepatnya dapat mencegah komplikasi yang lebih parah dan kematian.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app