Paru Obstruktif Kronik - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 28, 2019 Update terakhir: Jan 18, 2020 Tinjau pada Jul 31, 2019 Waktu baca: 3 menit

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau sering disingkat PPOK adalah istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga pengidap akan mengalami kesulitan dalamgt;napas.

PPOK umumnya merupakan kombinasi dari dua penyakit pernapasan, yaitu Bronkitis Kronis dan Emfisema. Bronkitis adalah infeksi pada saluran udara menuju paru-paru Anda yang menyebabkan pembengkakan pada dinding bronkus dan produksi cairan di saluran udara paru-paru Anda berlebihan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Sedangkan Emfisema adalah kondisi rusaknya kantung-kantung udara pada paru-paru Anda yang terjadi secara bertahap. Kantung udara tersebut akan menggelembung dan mengempis seiring Anda menarik dan menghembuskan napas.

Kelenturan kantung udara akan menurun jika Anda mengidap Emfisema, akibatnya jumlah udara yang masuk akan menurun. Apa saja faktor risiko penyakit Paru Obstruktif Kronik?

Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

  • Polusi udara termasuk bahan bakar biomassa yang digunakan untuk memasak, atau polutan di tempat kerja, seperti debu dan bahan kimia, dapat juga menyebabkan semakin parahnya penyakit
  • Merokok adalah faktor risiko utama dalam mayoritas kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Ini menyebabkan kerusakan dan peradangan lapisan saluran udara paru-paru Anda
  • Anda yang kekurangan protein tertentu (Alpha-1 Antitrypsin), yang berperan untuk melindungi paru-paru, memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena Emfisema
  • Anda yang menderita infeksi respiratori reguler selama masa kanak-kanak, lebih cenderung terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  • Pajanan polusi udara,  misalnya asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan kimia
  • Usia. PPOK akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala penyakit umumnya muncul pada pengidap yang telah berusia 35 hingga 40 tahun
  • Faktor keturunan. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, Anda juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama
  • Penyakit asma 

Apa saja gejala dan tanda Penyakit Paru Obstruktif Kronik?

  • Lebam biru pada kulit akibat pasokan oksigen berkurang
  • Batuk kronis
  • Batuk berdahak dengan lendir kuning kehijauan
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Napas tersengal-sengal saat beristirahat dalam kasus yang parah
  • Napas mudah tersengal-sengal ketika melakukan aktivitas
  • Mengi
  • Sesak napas
  • Dada terasa kaku
  • Pembengkakan telapak kaki, pergelangan kaki, kaki
  • Kehilangan berat badan yang tidak disengaja
  • Bunyi seperti siulan di dada

Diagnosis Penyakit Paru Obstuktif Kronik

Sebagai langkah awal, dokter akan menanyakan rincian riwayat medis, gejala serta melakukan pemeriksaan fisik pada paru-paru secara komprehensif. Beberapa pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis, termasuk:

  • Tes darah. Jenis tes ini bertujuan untuk memastikan apakah pasien menderita penyakit lain yang memiliki gejala serupa dengan PPOK. Selain itu, tes darah juga bertujuan untuk mengevaluasi antitripsin alfa-1.
  • Tes fungsi paru (spirometri). 
  • Analisis gas darah arteri. Tes ini untuk melihat kandungan oksigen dan karbondioksida dalam darah.
  • Rontgen dada. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apabila terdapat ganguan pada paru-paru.
  • CT scan, yang dapat menunjukkan gambaran paru-paru secara lebih detail.
  • Elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram
  • Pengambilan sampel dahak.

Apa saja pengobatan pada Penyakit Paru Obstuktif Kronik?

Hingga saat ini, PPOK termasuk penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pengobatan bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit tersebut.

Meski demikian, Anda tidak perlu cemas, karena kombinasi pengobatan yang tepat akan memungkinkan Anda untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan meliputi:

Berhenti merokok atau menghindari asap rokok merupakan langkah utama untuk memastikan agar PPOK tidak bertambah parah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Menggunakan obat-obatan. Contohnya, inhaler (obat hirup) jenis pereda gejala atau inflamasi saluran pernapasan, tablet teofilin yang akan melebarkan saluran pernapasan, tablet mukolitik (pengencer dahak dan ingus), tablet antibiotik, serta tablet steroid.

Terapi untuk paru-paru, misalnya nebulisasi (mesin yang menyemprotkan uap cairan steril yang telah dicampur dengan obat-obatan pernapasan) dan terapi oksigen.

Dapat pula dilakukan program rehabilitasi paru-paru berupa latihan fisik yang biasanya akan dijalani selama kira-kira 1,5 bulan. Dalam program ini, pengidap akan diajari cara untuk mengendalikan gejala serta berbagai pengetahuan tentang PPOK.

Di samping penanganan secara medis, ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghambat bertambahnya kerusakan pada paru-paru. Beberapa di antaranya adalah dengan:

  • Menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter. Jangan berhenti tanpa berdiskusi dengan dokter meski kondisi Anda terasa membaik
  • Memeriksakan diri secara berkala ke dokter agar kondisi kesehatan Anda bisa dipantau
  • Menerapkan gaya hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga
  • Menghindari polusi udara, misalnya asap rokok serta asap kendaraan bermotor
  • Menjalani vaksinasi secara rutin, contohnya vaksin Flu dan vaksin Pneumokokus

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MedlinePlus, Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) (https://medlineplus.gov/ency/article/000091.htm).
Stacy Sampson, DO, Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) (https://www.healthline.com/health/copd), 4 November 2018.
NHS, Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) (https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/).

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app