Hati hati Bengkak Pada Leher, Cek Penyebab Sekarang Juga

Tidak semua bengkak leher adalah pertanda penyakit serius, namun Anda tetap harus berhati hati pada keadaan ini. Sebaiknya Anda mengetahui penyebab bengkak leher yang disebabkan oleh beberapa kondisi seperti berikut.
Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Masalah pembengkakan yang timbul di leher sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata. Walaupun tidak terasa sakit, namun tetap saja harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu permasalahan yang terjadi di kelenjar tiroid.

Pembengkakan leher dapat terjadi karena berbagai sebab. Secara umum, kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dan sembuh tanpa perawatan medis. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Namun, bukan berarti permasalahan ini sama sekali tidak dapat dianggap remeh karena dalam beberapa kasus, pembengkakan leher mungkin merupakan tanda penyakit serius.

Penyebab bengkak leher 

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya bengkak leher yang harus diwaspadai. Terkadang tidak hanya berupa benjolan yang keras namun juga berpindah pindah saat diperiksa dengan menggunakan tangan. 

Biasanya timbul di  permukaan leher namun pada beberapa kasus dapat timbul pada leher bagian dalam.

Tidak semua bengkak leher adalah pertanda penyakit serius, namun Anda tetap harus berhati hati pada keadaan ini. Sebaiknya Anda mengetahui penyebab bengkak leher yang disebabkan oleh beberapa kondisi seperti berikut.

Kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan

Bagian dari sistem kekebalan tubuh ini memiliki kandungan sel darah putih yang sangat berguna untuk melawan infenksi. Saat merespon beberapa infeksi dan penyakit, kelenjar ini dapat mengalami pembengkakan. 

Selain di leher kelenjar getah bening yang bisa mengalami pembengkakan dapat juga terjadi di ketiak dan beberapa bagian tubuh yang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Dalam beberapa kasus yang memiliki tingkat resiko yang rendah, seperti sakit tenggorokan dan flu, meningkatkan konsumsi air putih yang ditambah dengan konsumsi ibuprofen biasanya cukup efektif untuk mengatasi kelenjar getah bening yang terasa sakit akibat pembengkakan. 

Kalau pembengkakan yang terjadi akibat infeksi bakteri konsumsi antibiotik juga bisa direkomendasikan.

Jika pengobatan telah diberikan tetapi pembengkakan kelenjar getah bening tidak hilang setelah satu bulan, Anda harus segera melakukan konsultasik dengan dokter secepatnya. Dokter akan melakukan biopsi, tes darah ataupun CT Scan supaya bisa mendeteksi adanya penyakit serius yang mungkin Anda derita. 

Karena dalam kondisi tertentu pembengkakan pada leher karena kelenjar getah bening yang membengkak mungkin merupakan gejala rubella, campak, TBC, cytomegalovirus (CMV), sifilis, HIV, lupus, rheumatoid arthritis dan bahkan kanker.

Gondok

Gondok merupakan pembengkakan kelenjar tiroid, dimana kelenjar tiroid memiliki bentuk kupu-kupu yang letaknya berada di depan leher, tepat di depan trakea. Penderita gondok pada umumnya adalah wanita dengan usia diatas 40 tahun. Pengobatan akan didasarkan pada penyebab gondok.

Penyebab utama gondok atau pembesaran kelenjar tiroid meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Mumps

Mumps atau gondongan adalah infeksi yang cukup berbahaya, dimana penyebabnya adalah paramyxovirus. Gejala utamanya adalah leher yang mengalami pembengkakan akibat kelenjar ludah yang mengalami pembengkakan. 

Penularan gondong bisa melalui air liur seperti bersin, batuk atau aktifitas seksual yang terinfeksi virus paramyxovirus. Vaksin MMR adalah salah satu pencegahan gondongan atau mumps.

Difteri

Difteri adalah penyakit menular juga menjadi salah satu penyebab pembengkakan leher. Difteri disebabkan oleh selaput lendir pada tenggorokan dan hidung yang diserang bakteri. Setelah infeksi terjadi gejala pembengkakan pada leher, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, badan lemas keluar darah atau nanah dari hidung yang disertai dengan sesak nafas.

Abses yang terjadi di mulut

Abses gigi yang diakibatkan oleh infeksi bakteri dapat menyebabkan pembengkakan leher. Kondisi ini menyebabkan nanah karena terjadi pembengkakan antara gusi dan gigi bagian bawah. 

Jika kondisi ini kemudian menyebar hingga ke jaringan yang terdapat di bawah mulut akan menyebabkan pembengkakan yang dalam kondisi parah akan berwarna merah (angina Ludwig). Kondisi ini berdampak tidak baik karena dapat menyebabkan:

Kista

Pada awalnya kista ini tidak ganas tapi bisa menyebabkan rasa sakit karena berupa benjolan yang isinya adalah nanah, udara ataupun cairan. Leher memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terbentuknya kista, walaupun dapat tumbuh juga di area lain di tubuh. 

Jika tidak segera mengempis Anda harus secepatnya menghubungi dokter untuk dilakukan pengangkatan.

Pembengkakan leher pada umumnya memang tidak berbahaya, namun apabila Anda mengalami kondisi kondisi berikut ini maka Anda harus secepatnya ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis

  • Tidak mengalami pengempisan dalam jangka waktu hingga tiga minggu.
  • Benjolan mulai terasa keras dan saat ditekan tidak bergerak
  • Mulai kesusahkan menelan atau bernafas
  • Disertai dengan demam yang tinggi dan berkeringat waktu malam hingga 4 hari.

Anda akan mendapatkan penanganan medis tergantung pada penyebab pembengkakan Anda. Periksa dengan dokter Anda untuk mengantisipasi penyebab paling serius.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app