Kesehatan Fisik

6 Gejala Kanker Getah Bening Ini Sering Diabaikan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 6 menit
6 Gejala Kanker Getah Bening Ini Sering Diabaikan

Kanker kelenjar getah bening termasuk penyakit yang cukup umum, mengingat banyak seniman tanah air yang meninggal akibat penyakit ganas ini. Sayangnya, sebagian besar penderita kanker baru menyadari ketika kanker getah bening sudah memasuki stadium lanjut. Akibatnya, proses penyembuhannya pun jadi lebih rumit dan harapan hidupnya pun tidak besar. Memangnya, seperti apa gejala kanker getah bening itu? 

Jenis-jenis kanker getah bening

Limfoma atau kanker getah bening adalah kanker yang berkembang dari jaringan limfoid (kelenjar getah bening) yang mencakup sistem limfatik dan kekebalan tubuh. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan sel-sel asli jaringan limfoid yang abnormal dan terjadi sangat cepat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

Selain karena pertumbuhan sel-sel kanker di kelenjar getah bening, jenis kanker yang satu ini juga bisa terjadi akibat penyebaran kanker dari organ lain. Bila tidak segera ditangani, proses penyembuhan kanker akan semakin sulit dan peluang kesembuhan pasien pun tidak sebesar jika dideteksi sejak dini.

Kanker kelenjar getah bening terbagi menjadi 2 jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Dibandingkan limfoma Hodgkin, kasus limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dengan jumlah penderita yang hampir 10 kali lebih banyak. 

Penderita limfoma non-Hodgkin rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Sedangkan kasus limfoma Hodgkin lebih sering dijumpai pada kelompok usia yang relatif muda antara 15-24 tahun atau yang berusia di atas 60 tahun.

Waspadai gejala kanker getah bening berikut

Secara umum, gejala kanker getah bening baik limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin cenderung mirip. Keduanya sama-sama menyebabkan bengkak di area kelenjar getah bening, berat badan turun, demam, hingga sering berkeringat di malam hari.

Akan tetapi, ada ciri khas tertentu yang membedakan keduanya. Gejala limfoma Hodgkin lebih sering timbul di tubuh bagian atas seperti leher, ketiak, atau dada. Berbeda dengan limfoma non-Hodgkin yang dapat timbul di kelenjar getah bening seluruh tubuh dan sebagian besar penderitanya baru terdiagnosa pada stadium lanjut.

Secara umum, berikut ciri-ciri dan gejala kanker getah bening yang perlu diketahui, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

1. Bengkak di daerah kelenjar getah bening

Gejala kanker getah bening umumnya ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Bisa di leher, ketiak, atau selangkangan.

Akan tetapi, sebetulnya ada banyak penyebab dari gejala yang disebut juga dengan limfadenopati ini. Pasalnya, kelenjar getah bening yang membengkak merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi, misalnya karena rheumatoid arthritis atau penggunaan beberapa obat seperti antibiotik.

Baca Juga: Cara Mengobati Kelenjar Getah Bening Bengkak di Leher

Cara membedakannya bisa dilakukan dengan menekan benjolan tersebut. Jika benjolan tidak terasa sakit saat ditekan atau terasa ada lebih dari satu benjolan atau bergerombol, kemungkinan besar itu merupakan gejala kanker getah bening.

Sayangnya, cara tersebut hanya bisa dilakukan untuk mendeteksi pembengkakan yang muncul di leher, ketiak, atau selangkangan. Limfadenopati yang terjadi di perut atau dada tentunya akan lebih sulit dideteksi, kecuali dengan bantuan alat pemindaian medis seperti CT scan atau X-ray.

Gejala pembengkakan di perut atau dada biasanya ditandai dengan sakit perut atau batuk-batuk. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami ciri-ciri tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

2. Kelelahan

Seseorang yang menderita kanker getah bening biasanya akan lebih mudah lelah, karena sistem imunnya menurun. Gejala ini biasanya ditandai dengan napas ngos-ngosan atau sulit bernapas. Bedanya, kelelahan akibat kanker akan terjadi sepanjang hari meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat.

3. Berat badan terus menurun tanpa sebab yang jelas

Berat badan yang terus menurun tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai sebagai ciri-ciri kanker getah bening. Pasalnya, sel-sel kanker akan terus memperbanyak diri dengan mengambil berbagai nutrisi yang sebetulnya dibutuhkan oleh sel-sel tubuh yang sehat.

Akibatnya, tubuh jadi kekurangan nutrisi penting sehingga kerja organ tubuh lainnya ikut terganggu. Pada akhirnya, tubuh akan terasa semakin lemas dan berat badan pun perlahan-lahan menurun.

Memang tidak semua masalah penurunan berat badan sudah pasti pertanda kanker. Namun, Anda wajib waspada jika berat badan turun lebih dari 5% dalam sebulan atau lebih dari 10% dalam 6 bulan. Segera periksakan diri ke dokter.

4. Demam

Tentunya, ada banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Meski begitu, pada penderita kanker getah bening, demam yang dialami biasanya tidak terlalu tinggi, yakni sekitar 37,5° C dan tidak pernah lebih dari 38° C.

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh infeksi sel-sel kanker yang terus menyerang tubuh. Dampaknya, tubuh merangsang pengaturan termostat di hipotalamus sehingga tubuh jadi demam.

Secara bersamaan, proses tersebut jgua menyebabkan tubuh jadi kedinginan dan menggigil di sekujur tubuh. Itulah sebabnya, demam yang menjadi ciri-ciri kanker getah bening cenderung hilang timbul.

5. Berkeringat di malam hari

Jika Anda biasanya akan keringatan hanya saat udara panas saja, hal ini tidak berlaku untuk penderita kanker kelenjar getah bening. Penderita akan sering keringatan di malam hari meskipun udaranya cukup dingin.

Keringat yang keluar pun terlihat cukup ekstrem, hingga dapat membanjiri pakaian atau seprai yang dipakai. Keringat merupakan respon alami tubuh dalam menanggapi kenaikan suhu tubuh. Hal ini juga pertanda respon tubuh terhadap beberapa hormon dan protein abnormal yang diproduksi oleh sel limfoma.

6. Gatal

Gatal atau pruritus merupakan salah satu gejala kanker getah bening paling umum, terutama pada limfoma Hodgkin. Pasalnya, hampir sepertiga penderita limfoma Hodgkin mengalami gatal di tangan, kaki, bahkan juga bisa di sekujur tubuh. 

Gatal akibat kanker getah bening cenderung memburuk saat cuaca panas atau di malam hari menjelang tidur. Hal ini diduga dipengaruhi oleh zat kimia bernama sitokin yang bereaksi terhadap sel limfoma. Zat sitokin tersebut mengganggu saraf di kulit dan membuatnya gatal.

Jika memiliki gejala kanker getah bening, apa yang harus dilakukan?

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri kanker getah bening di atas, maka segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan menanyakan awal mula gejala muncul dan melakukan pemeriksaan fisik terutama pada kelenjar gerah bening.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang berupa biosi jaringan. Pemeriksaan ini dapat menentukan dengan pasti ada-tidaknya suatu kanker sekaligus menentukan jenisnya. Mengetahui jenis kanker getah bening sangat penting bagi dokter untuk membantu menentukan jenis pengobatan yang tepat.

Ciri-ciri kanker getah bening limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin ditandai dengan adanya sel Reed-Sternberg, yakni sel B matang yang bermutasi menjadi ganas, sangat besar, dan membawa lebih dari satu nukleus. Hampir 80% kasus limfoma Hodgkin terdapat pada kelenjar getah bening leher.

Jenis limfoma ini umumnya bersifat lokal yang hanya ada di mediastinum dan jarang menyebar ke sumsum tulang. Limfoma Hodgkin terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe nodular predominan limfosit dan tipe klasik yang erat kaitannya dengan virus Epstein-Barr, yakni virus yang menjadi penyebab penyakit mononucleosis.

Sedangkan ada 4 subtipe limfoma Hodgkin tipe klasik, yaitu:

  • Nodular sclerosis. Hampir 67% kasus limfoma Hodgkin yang terjadi termasuk subtime ini dan banyak dijumpai pada wanita muda. Pada nodular sclerosis, terdapat sejumlah kecil sel Reed-Stenberg dan campuran sel darah putih lainnya. Prognosisnya tergolong sedang.
  • Lymphocyte predominance, termasuk subtipe dari limfoma Hodgkin klasik yang paling jarang ditemui, hanya berkisar 3% kasus. Hanya terdapat sel Reed-Steinberg dalam jumlah yang sangat sedikit, namun terdapat banyak limfosit. Prognosisnya tergolong lambat.
  • Lymphocyte depletion. Meski jarang ditemui, subtipe ini tergolong ganas karena bersifat agresif. Ditemukan banyak sel Reed-Steinberg dengan sedikit limfosit.
  • Mixed cellularity. Menjadi subtipe limfoma Hodgkin yang paling sering dijumpai selain nodular sclerosis (sekitar 25%-30% kasus). Jumlah sel Reed-Steinberg seimbang dengan jumlah limfosit dan prognosisnya tergolong agak cepat.

Ciri-ciri kanker getah bening limfoma non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin adalah kondisi saat sel limfosit B dan sel limfosit T tergolong ganas sehingga membuat kelenjar limfa membesar. Limfoma non-Hodgkin dapat bersifat indolen (low grade) hingga progresif (high grade) dan sering menyebar ke sumsum tulang.

Ada dua tipe paling umum dari limfoma non-Hodgkin, yaitu limfoma folikular dan limfoma sel B difus yang menjadi penyebab dari sekitar sepertiga kasus limfoma.

Lebih lanjut, simak penjelasannya di sini: Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening

Kanker getah bening merupakan salah satu kanker yang peluang kesembuhannya tergolong tinggi, terutama pada limfoma Hodgkin. Namun, ini semua tetap bergantung pada stadiumnya.

Jadi, penting sekali untuk mengetahui ciri-ciri dan gejala kanker getah bening sedari awal. Semakin cepat dideteksi dan disadari, maka peluang kesembuhannya bisa lebih tinggi bahkan sampai 100%.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2018). What is Lymphoma?¬ (https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/lymphoma-cancer)
Davis, CP. Emedicinehealth (2017). Lymphoma.. After the Cure: Survival Rates for Lymphomas Are High, but Patients Need to Consider Long-Term Effects. (https://www.emedicinehealth.com/lymphoma/article_em.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app