Merawat Jari Kaki yang Patah (Patah Tulang)

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Merawat Jari Kaki yang Patah (Patah Tulang)

Jari kaki kerap mengalami cidera patah tulang. Penyebabnya hal-hal yang umum, seperti kejatuhan benda berat atau mengalami benturan kuat dengan objek tertentu. Pada umumnya patah jari kaki membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu untuk pulih sempurna. Untuk kondisi lebih serius, butuh waktu yang lebih lama untuk sembuh. 

Gejala Jari Kaki yang Patah (Patah Tulang)

 Beberapa gejala yang mengindikasikan adanya patah tulang jari antara lain:

  • Munculnya rasa sakit, bengkak dan jari kaki yang berubah menjadi kemerahan.
  • Kulit di sekitar area yang cidera juga akan mengalami memar dan terkadang darah beku akan berkumpul tepat di bawah kuku jari kaki. 
  • Anda akan mengalami kesulitan berjalan dan memakai sepatu.
  • Jika patah tulang jari yang dialami tergolong serius, maka jari dapat mengalami perubahan bentuk dan sudut.

Jika berbagai kondisi di atas Anda alami, Anda perlu terus memantau kondisi jari kaki Anda. Jika rasa sakit yang dirasakan makin hebat dan tidak bisa diredakan dengan obat penghilang rasa sakit, berobatlah ke dokter untuk mendapatkan resep penghilang rasa sakit yang lebih kuat. Selain itu, jika pembengkakan disertai dengan perubahan warna jaringan menjadi kemerahan atau membiru yang tidak kunjung mereda, dan terdapat luka di sekitar jari kaki yang cidera, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk menghindari infeksi. 

Penanganan segera harus dilakukan jika jari kaki mulai terasa dingin dan mati rasa atau kesemutan, karena bisa jadi saraf Anda mengalami kerusakan. Jika kulit jari kaki Anda juga sudah berubah warna kebiruan hingaa keabu-abuan, dan jari kaki tertekuk ke arah yang salah, maka sudah saatnya dokter ikut turun tangan menangani kondisi Anda.

Cara efektif merawat jari kaki saat patah tulang

Berikut ini cara efektif untuk merawat jari kaki yang mengalami patah tulang di rumah hingga sembuh:

1. Untuk jari-jari kecil, letakkan kain kasa atau kapas di antara jari yang cidera dan jari lainnya yang tepat ada di sebelahnya. Rekatkan kedua jari bersama-sama dengan plester, dan jari yang sehat akan berperan sebagai penyangga bagi jari yang cidera

2. Gunakan sepatu dengan sol yang kaku atau sepatu bedah berpenyangga khusus untuk membantu pergerakan tubuh.

3. Letakkan kaki lebih tinggi dari permukaan tubuh selama mungkin, seperti dengan cara mengistirahatkan kaki di atas bantalan sofa untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

4. Bungkus es dalam kain dan kompreksan ke jari kaki yang cedera selama 15-20 menit setiap 1 hingga 2 jam sekali pada dua hari pertama.

5. Jangan terlalu banyak menggunakan kaki untuk aktivitas berjalan atau berdiri. Jangan membebani jari-jari kaki dan hindari aktivitas yang dapat memperberat retakan pada jari kaki. Aktivitas normal dapat kembali dilakukan begitu pembengkakan mereda dan sepatu biasa sudah dapat kembali Anda kenakan tanpa merasa sakit. 

6. Konsumsi obat penghilang rasa sakit tanpa resep seperti ibuprofen. Hindari pemberian aspirin pada anak yang berusia di bawah 16 tahun.

Jika patah tulang jari termasuk dalam kondisi serius, prosedur reduksi (pengembalian posisi tulang ke posisi semula) harus dilakukan oleh ahli bedah setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan X-ray dan penyuntikan bius lokal di area yang mengalami cidera. 

Hanya jika patah tulang sangat serius biasanya diperlukan pembedahan untuk memasang pen khusus yang berfungsi sebagai penyangga tulang yang patah selama proses penyembuhan dan penyambungan alami terjadi. Jika terjadi luka terbuka, luka harus dibersihkan secara rutin untuk menghindari infeksi dan tetanus. Karena itu, konsultasi pada dokter mutlak diperlukan pada patah jari kaki dengan luka terbuka.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Broken Toe: Symptoms, Recovery, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/broken-toe)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app