Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Penyakit Difteri Dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: OCT 20, 2019 Tinjau pada OCT 20, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.578.502 orang

Definisi Difteri

Difteri adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri. Difteri paling sering menginfeksi hidung dan tenggorokan. Infeksi tenggorokan menyebabkan pseudomembran berwarna keabu-abuan sampai hitam dan pembengkakan amandel serta kelenjar getah bening sekitarnya dan jika parah dapat menutup saluran nafas sehingga dapat mengancam jiwa.

Penyebab Difteri

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Difteri ini dapat menular melalui droplet pernapasan (seperti ketika batuk atau bersin) dari orang yang terinfeksi apabila dhirup oleh orang sehat maka orang tersebut dapat tertular. 

Difteri ini juga dapat ditularkan melalui benda-benda yang terkontaminas iair liur penderita, seperti gelas atau sendok. Selain itu, difteri lebih berisiko terjadi pada orang yang pernah berpergian  ke wilayah yang sedang terjadi wabah difteri, memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah dan hidup di area dengan penduduk padat. 

Tanda & Gejala Difteri

Gejala Difteri biasanya muncul dua sampai lima hari setelah seseorang terpapar atau kontak dengan bakteri:

  • Kebiruan pada kulit
  • Keluar cairan dari hidung bisa berupa darah
  • Kesulitan bernafas
  • Panas dingin menggigil
  • Batuk menggonggong
  • Suara serak
  • Sakit menelan
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar (pembesaran kelenjar getah bening) di leher
  • Pseudomembran berupa lapisan tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel.

Pencegahan Difteri

Imunisasi atau vaksinasi dapat mencegah Difteri dan imunisasi ini tergolong imunisasi wajib yaitu DPT.

Diagnosis Difteri

Dokter dapat menduga pasien terkena difteri jika terdapat lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandelnya. 

Namun untuk memastikannya, dokter akan mengambil sampel lendir dari tenggorokan pasien (pemeriksaan usap atau swab tenggorok), untuk diteliti di laboratorium.

Pengobatan Difteri

Difteri merupakan penyakit yang serius. Dokter akan mengobatinya dengan segera dan agresif dengan obat-obatan sebagai berikut:

Antitoksin

Setelah dokter mengkonfirmasi diagnosis awal difteri, anak yang terinfeksi atau orang dewasa akan diberikan antitoksin. antitoksin difteri, disuntikkan ke pembuluh darah atau otot, akan menetralkan toksin difteri yang sudah menyebar dalam tubuh. Sebelum memberikan antitoksin, dokter mungkin melakukan tes alergi pada kulit (skin test) untuk memastikan bahwa orang yang terinfeksi tidak memiliki alergi terhadap antitoksin tersebut.

Antibiotik

Difteri juga diobati dengan antibiotik, seperti penisilin atau eritromisin. Antibiotik membantu membunuh bakteri di dalam tubuh sehingga menyembuhkan infeksi.

Anak-anak dan orang dewasa yang menderita difteri biasanya harus dirawat di rumah sakit. Mereka dapat diisolasi di unit perawatan intensif karena difteri dapat menyebar dengan mudah ke siapa pun yang tidak diimunisasi terhadap penyakit ini.


Referensi

Ben-Joseph, E. KidsHealth (2016). For Parents. Infection: Diphteria.

Blumberg, et al. (2018). The Preventable Tragedy of Diphteria in the 21st Century. International Journal of Infectious Diseases, 71(2018), pp. 122-3.

Centers for Disease Control and Prevention (2016). Guidelines for Vaccinating Pregnant Women.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit