Batu Kelenjar Air Liur - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 602.256 orang

Pernahkah kamu merasakan sakit ketika membuka mulut atau mengunyah makanan? Atau sering merasakan mulut sering kekeringan dan tidak nyaman? Berwaspadalah akan gejala batu kelenjar air liur. 

Walaupun terasa asing, saluran kelenjar air dapat tersumbat oleh pengkristalan mineral dan akhirnya menyebabkan air liur tidak bisa dikeluarkan. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam, salah satunya adalah infeksi dalam saluran. 

Bagaimana cara mengobatinya? Dan apa yang menyebabkan terjadinya batu dalam kelenjar air liur? Berikut penjelasannya!

Pengertian batu kelenjar air liur

Penyumbatan yang terjadi pada kelenjar air liur yang disebabkan adanya pengkristalan mineral disebut batu kelenjar air liur atau disebut sialothiasis

Batu tersebut dapat menyebabkan orang yang menderitanya merasakan sakit di mulut dan terasa sangat kering karena air liur tidak dapat dikeluarkan. 

Hal ini biasanya diderita oleh orang dewasa di atas umur 30 tahun dan bisa dibilang jarang terjadi. Sama halnya dengan proses pembentukan batu ginjal, 

batu ada kelenjar air ludah umumnya disebabkan oleh tinggi kalsium yang tidak dapat diserap oleh tubuh.

Gejala batu kelenjar air liur

Gejala yang ditimbulkan batu kelenjar air liur cukup bervariasi tergantung besarnya batu yang menyumbat. Gejala tersebut antara lain:

  • Ketika batu yang menyumbat masih kecil, biasanya penderita akan merasakan rasa nyeri saat membuka mulut atau mengunyah.
  • Penderita akan merasakan mulut terasa kering. Hal ini disebabkan air liur yang tidak bisa dikeluarkan. Akibatnya saat mengunyah makanan, mulut merasa tidak nyaman dan susah untuk menelan.
  • Jika batu sudah cukup besar, biasanya akan terjadi pembengkakan di sekitar kelenjar air liur. Penderita akan semakin sakit untuk membuka mulutnya, dan tidak jarang disertai nanah atau darah akibat rusaknya kelenjar air liur.
  • Jika tidak segera diobati, batu yang tersumbat dikarenakan infeksi ini akan berujung pada demam. Hal ini cukup darurat sehingga penderita sudah diharuskan mengonsumso antibiotic dan juga segera mengeluarkan batu yang menyumbat.

Selain beberapa gejala di atas, penderita terkadang tidak merasakan sampai akhirnya pada tahap pembengkakan. Sehingga penangannya pun harus cepat dilakukan oleh dokter untuk menghindari infeksi yang berlebihan.

Penyebab batu kelenjar air liur

Infeksi adalah salah satu faktor utama terjadinya pengkristalan mineral pada kelenjar. Sehingga ketika batu yang terbentuk masih sangat kecil, mulai terjadi penumpukan air liur yang tidak bisa dikeluarkan dan memperparah infeksi. 

Selain itu, biasanya kurang meminum air putih juga memicu terjadinya pengkristalan mineral ini. Beberapa sumber mengatakan, 

walaupun belum diketahui secara jelas bahwa obat-obatan yang menurunkan produksi air liur juga dapat menyebabkan hal ini.

Pengobatan batu kelenjar air liur

Bagi penderita yang mulai merasakan ketidaknyamanan di bagian mulutnya, bisa segera memeriksakan ke dokter. Diagnosa awal akan dilakukan dokter dengan menggunakan foto rontgen untuk mengetahui keberadaan batu tersebut. 

Jika memerlukan detail besar batu, maka CT Scan atau USG akan menjadi pilihan dalam diagnosis batu kelenjar air liur ini.

Pengobatan dapat dilakukan dua cara:

  • Manual: pengobatan ini dapat dilakukan jika sumbatan tidak terlalu besar dan masih bisa didorong oleh air liur. Pasien akan diminta meminum air yang banyak dan diharapkan bisa mendorong batu di dalam kelenjar. Selain itu, walaupun belum sepenuhnya menjanjikan mengonsumsi makanan yang asam seperti perasan jeruk lemon disebut-sebut dapat membantu mengeluarkan batu tersebut disertai pijatan lembut sekitar kelenjar air.
  • Operasi atau bedah: Pembedahan kelenjar liur dilakukan jika infeksi sudah terlalu parah dan tidak memungkinkan batu untuk dapat dikeluarkan secara manual. Batu yang menyumbat bisa dihancurkan menggunakan getaran dari gelombang suara yang dinamakan extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Jika batu sudah hancur maka tindakan manual bisa dilakukan. Cara lainnya adalah pengangkatan saluran kelenjar air liur yang terinfeksi. Pengangkatan ini bisa disebut lebih aman karena menghindari kemungkinan saluran kelenjar akan terinfeksi lagi. Setelah pembedahan, pasien akan diberikan antiobiotik selama masa pemulihan.

Pencegahan batu kelenjar air liur

Pencegahan bisa dilakukan dengan banyak mengonsumsi air putih. Sehingga menghindari resiko pengkistralan di dalam saluran kelenjar. 

Jika air putih sudah cukup, memperbanyak kegiatan mengunyah juga baik dilakukan untuk merangsang produksi air liur. Contohnya, 

memakan buah yang dipotong dibandingkan memilih jus buah yang hanya tinggal menelan saja. Atau memakan nasi atau karbo padat dibandingkan bubur atau makanan lembek.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit