Kesehatan Fisik

Feses Berwarna Hitam: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 28, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Feses Berwarna Hitam: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Feses berwarna hitam bisa dibilang normal jika disebabkan oleh beberapa hal, seperti makanan, obat, atau  suplemen seperti suplemen zat besi.
  • Feses hitam umumnya diikuti gejala berupa nyeri atau kram perut, perut bengkak atau kembung, perubahan kebiasaan BAB, hingga diare.
  • Makan blueberry, licorice hitam, suplemen zat besi, atau bismuth bisa menyebabkan perubahan warna feses menjadi kehitaman.
  • Beberapa penyakit juga bisa menjadi penyebab feses berwarna hitam, seperti tukak lambung, gastritis, varices esofagus, atau luka di selaput lendir tenggorokan dan lambung.
  • Diperlukan pemeriksaan feses untuk memastikan apakah memang ada darah di feses. Mungkin saja ada sangat sedikit darah tapi tidak disadari.
  • Dokter kami telah menjawab pertanyaan seputar penyebab feses hitam dan cara mengatasinya pada kolom Tanya Dokter di Honestdocs. Klik untuk info lebih lanjut.

Walaupun terkesan menjijikkan, memperhatikan warna feses ternyata bisa menjadi hal penting. Pasalnya, perubahan warna feses bisa menjadi salah satu indikator adanya masalah dalam tubuh. Salah satunya saat feses berwarna hitam, apakah ini normal? Kira-kira, apa penyebabnya?

Apa Itu Feses Berwarna Hitam?

Tinja atau feses berwarna hitam adalah kondisi dimana kotoran berubah warna menjadi sangat gelap atau berwarna hitam. Feses berwarna hitam ini mungkin saja merupakan sesuatu yang normal jika disebabkan oleh beberapa hal, seperti makanan, obat, atau suplemen seperti suplemen zat besi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Namun, kondisi juga menandakan bahwa ada sesuatu yang buruk pada kesehatan Anda. Misalnya akibat pendarahan saluran cerna yang berasal dari luka di lambung.

Perlu diketahui bahwa tidak semua darah yang terdapat pada feses bisa dilihat dengan mata telanjang. Darah yang begitu sedikit bisa saja terjadi dan Anda tidak menyadarinya.

Maka dari itu, jika seseorang mengalami kekurangan darah dan tidak tahu penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan feses. Jangan-jangan telah terjadi perdarahan tersembunyi (occult blood) pada organ pencernaan Anda.

Feses berwarna hitam bisa menjadi gejala adanya penyakit serius, seperti varises esofagus atau luka pada lambung (tukak lambung). Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami kondisi ini.

Feses Berwarna Hitam dan Gejala Penyertanya

Seseorang yang mengalami BAB warna hitam bisa juga mengalami gejala lainnya. Namun, hal ini tergantung dari penyakit, kelainan, atau kondisi yang menyebabkannya

Secara umum, berikut gejala-gejala yang mungkin menyertai feses berwarna hitam:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Baca Juga: Kenali Macam-macam Warna pada Fesesd dan Apa Artinya

Gejala Serius yang Mungkin Mengancam Nyawa Anda

Bagi siapa saja yang mengalami BAB dengan feses hitam, jangan anggap hal ini sebagai sesuatu yang normal atau ringan saja. Pasalnya, feses berwarna hitam juga dapat mengindikasikan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa. 

Berikut ini gejala-gejala serius yang mengharuskan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter dengan segera:

  • Kesadaran menurun, seperti pingsan atau tidak responsif.
  • Perubahan status mental atau perubahan perilaku mendadak, seperti kebingungan, delirium, kelesuan, halusinasi dan delusi.
  • Pusing.
  • Demam tinggi (lebih tinggi dari 38 derajat Celsius).
  • Berdebar-debar (palpitasi) atau detak jantung yang cepat (takikardia).
  • Masalah pernapasan, seperti sesak napas, sulit bernapas, bengek, atau tersedak.
  • Kaku pada perut.
  • Nyeri perut yang parah.
  • Diare berat (tak berkesudahan).
  • Muntah darah atau sesuatu berwarna hitam (menyerupai bubuk kopi).
  • Merasa selalu lemah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. 

Berbagai Penyebab BAB Berwarna Hitam

1. Faktor Makanan atau Suplemen

BAB warna hitam bisa disebabkan oleh pengaruh makanan, suplemen, obat-obatan, atau mineral yang baru saja dikonsumsi. Contohnya suplemen zat besi tunggal atau sebagai bagian dari multivitamin untuk mengobati anemia defisiensi besi, dapat menyebabkan feses berwarna hitam atau bahkan kehijauan.

Makanan yang berwarna biru tua, hitam, atau hijau juga bisa menyebabkan feses menjadi gelap kehitaman. Berikut beberapa makanan atau zat yang sering menyebabkan BAB warna hitam:

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1
  • Licorice hitam.
  • Blueberry.
  • Suplemen zat besi.
  • Bismuth (Pepto-bismol).

Jadi, perhatikan makanan Anda maksimal dua hari sebelumnya. Jika feses Anda berwarna hitam setelah mengonsumsi makanan tersebut, maka tidak perlu khawatir. Warna feses akan normal kembali ketika Anda menghentikan konsumsinya.

Namun, jika tidak ada makanan yang menyebabkannya, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Darah (Melena)

Jika diketahui bukan makanan yang jadi penyebab feses berwarna hitam, maka bisa dicurigai bahwa darah lah yang menjadi penyebabnya. Kondisi ini disebut melena, yaitu perdarahan yang terajdi pada saluran cerna bagian atas.

Padahal, warna darah sebetulnya merah, namun mengapa jadi hitam saat bergabung dengan feses? Penjelasannya begini.

Saat darah melewati saluran cerna dan berinteraksi dengan enzim dalam proses pencernaan, maka darah berubah warna dari merah ke hitam. Hal inilah yang membuat darah lebih sulit terlihat karena warnanya telah berubah.

Sedangkan darah yang tetap berwarna merah pada tinja (disebut hematochezia) biasanya berasal dari saluran pencernaan yang letaknya lebih rendah, contohnya rektum atau kolon. Darah akan melewati proses pencernaan yang lebih sedikit, sehingga warna aslinya tidak berubah. 

Jika BAB warna hitam disertai gejala lain seperti merasa ingin pingsan atau benar-benar pingsan, pusing, sakit, muntah (terutama muntah yang disertai darah di dalamnya), segera hubungi dokter. Hal ini dikhawatirkan sudah terjadi perdarahan di saluran pencernaan.

Baca Juga: Buang Air Besar Berdarah: Apa yang Harus Anda Lakukan?

3. Penyakit

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan feses berwarna hitam, di antaranya:

Tukak Lambung

Adanya luka yang cukup dalam pada lapisan lambung yang apabila sampai berdarah bisa menyebabkan perubahan warna feses hitam. Walau ada mitos yang mengatakan tukak lambung biasanya disebabkan oleh stres atau makanan pedas (walaupun hal ini dapat memperparah tukak lambung yang sudah ada), sebenarnya tukak lambung disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Helicobacter pylori (H. Pylori).

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk menghilangkan infeksi ini. 

Radang Lambung (Gastritis)

Peradangan pada lambung bisa disebabkan oleh terlalu banyak alkohol atau makanan, seperti makan makanan pedas, merokok, terinfeksi bakteri, atau dengan penggunaan NSAID yang berkepanjangan. Gastritis juga dapat berkembang setelah operasi atau trauma, atau mungkin terkait dengan kondisi medis yang sudah ada.

Varices Esofagus

Varices esofagus adalah pelebaran pembuluh darah di dinding esofagus bagian bawah atau perut bagian atas. Bila pembuluh darah ini pecah, bisa menyebabkan pendarahan yang berakibat pada darah yang muncul di tinja atau muntah.

Varises esofagus merupakan komplikasi serius akibat hipertensi portal (tekanan darah tinggi) yang disebabkan oleh sirosis hati .

Mallory-Weiss Tear

Mallory-Weiss Tear adalah luka di selaput lendir yang ada di kerongkongan dan lambung. Jika luka ini berdarah, bisa mengakibatkan melena.

Kondisi ini sebetulnya cukup jarang terjadi (hanya terjadi pada 4 dari 100.000 orang). Bisa saja disebabkan oleh muntah yang terlalu keras, batuk, atau epilepsi.

Jika feses berwarna hitam hanya terjadi sesekali, misalnya setelah makan makanan yang berwarna gelap, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika feses berwarna hitam disertai gejala lain seperti muntah, diare, atau nyeri akut, segera periksakan diri Anda ke dokter atau rumah sakit.

Cara Mendiagnosis Darah dalam Feses?

Hanya dengan melihat warna feses hitam saja tidak akan cukup. Dokter perlu memastikan apakah memang benar ada darah di tinja atau hanya warna hitam saja.

Dokter akan melakukan pengambilan sampel feses guna memastikannya. Hal ini bisa dilakukan di klinik, rumah sakit, atau di rumah denga menggunakan alat khusus untuk mengumpulkan sampel tinja. Setelah itu, barulah sampel feses dibawa ke laboratorium untuk dievaluasi.

Baca Juga: Pemeriksaan Feses: Fungsi, Prosedur, dan Hal Penting Lainnya

Pengobatan BAB Warna Hitam

Setelah mendiagnosis feses berwarna hitam, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab dan lokasi pendarahan yang tepat. Mulai dari  esophagogastroduodenoscopy (EGD), rontgen, tes darah, kolonoskopi, tekstur tinja, dan studi barium.

Sedangkan apabila ternyata feses berwarna hitam hanya disebabkan oleh makanan atau suplemen, maka kondisi ini bisa diatasi dengan berhenti makan makanan tersebut. 

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app