Kolonoskopi: Indikasi, Persiapan, Prosedur, dan Perawatan

Prosedur kolonoskopi dianjurkan untuk seseorang yang berusia di atas 50 tahun. Tetapi bagi seseorang yang memiliki riwayat kanker usus besar, polip usus, penyakit kolitis ulseratif, dan Chron’s disease pada keluarga dapat dilakukan pemeriksaan pada usia yang lebih muda. Kanker usus dapat diperiksa setiap 10 tahun atau lebih awal tergantung pada faktor risiko dan hasil dari kolonoskopi.
Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Kolonoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan tujuan memeriksa kondisi usus besar dan rektum untuk mendeteksi gangguan yang terjadi pada usus besar dan rektum. Gangguan tersebut dapat berupa usus yang bengkak, iritasi, luka, polip atau kanker. 

Semakin cepat penyakit dideteksi, aka membantu dokter untuk memberikan penangan yang terbaik untuk Anda. Ketahu indikasi, persiapan, prosedur, dan perawatan mengenai kolonoskopi pada uraian di bawah ini.

Indikasi kolonoskopi

Prosedur kolonoskopi dianjurkan untuk seseorang yang berusia di atas 50 tahun. Tetapi bagi seseorang yang memiliki riwayat kanker usus besar, polip usus, penyakit kolitis ulseratif, dan Chron’s disease pada keluarga dapat dilakukan pemeriksaan pada usia yang lebih muda. 

Kanker usus dapat diperiksa setiap 10 tahun atau lebih awal tergantung pada faktor risiko dan hasil dari kolonoskopi. Kolonoskopi juga dapat mendeteksi, memotong polip usus, dan menghentikan pendarahan pada usus besar.

Sebelum melakukan prosedur kolonoskopi, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan Anda. Beritahu dokter jika Anda mempunyai riwayat penyakit jantung, paru-paru, diabetes, atau alergi obat tertentu. J

ika saat ini sedang mengkonsumsi obat pengencer darah atau suplemen zat besi, jangan lupa untuk memberi tahu pada dokter juga. Kolonoskopi tidak boleh dilakukan saat hamil, kecuali untuk menyelamatkan nyawa. 

Persiapan kolonoskopi

Selama pelaksanaan kolonoskopi, kondisi usus harus sudah bersih dari feses. Karena feses dapat mengganggu pandangan selama pelaksanaan kolonoskopi. Agar kolonoskopi dapat berjalan baik dan dinding usus dapat terlihat dengan jelas, biasanya dokter akan menyarankan beberapa hal berikut ini:

  • Mengkonsumsi obat pencahar untuk membersihkan usus dari feses.
  • Melakukan diet satu hari sebelum kolonoskopi dilakukan yakni dengan cara menghindari makanan padat dan hanya minum air putih. Dan berpuasa mulai tengah malam pada hari pelaksanaan kolonoskopi.

Saat seseorang akan melakukan kolonoskopi, ia harus ditemani atau diantar oleh keluarganya, karena setelah kolonoskopi dilakukan pasien masih dalam pengaruh anestesi.

Prosedur kolonoskopi

Kolonoskopi biasanya dilakukan sekitar 30-60 menit. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan alat kolonoskopi yaitu selang lentur berdiameter sekitar 1,5 cm dan dilengkapi dengan kamera. Berikut ini prosedur kolonoskopi yang perlu Anda ketahui:

  • Dokter akan memberikan anestesi atau obat bius pada pasien melalui pembuluh darah. Anestesi bertujuan untuk membuat pasien tenang atau mengantuk.
  • Dokter akan meminta pasien berbaring dengan posisi menghadap samping dan lutut diangkat ke dada.
  • Sebelum memasukkan kolonoskop, biasanya dokter akan memasukkan jari bersarung ke dalam rektum untuk memeriksanya terlebih dahulu.
  • Selanjutnya dokter akan memasukan kolonoskop melalui anus ke dalam rektum dan usus. Sebelum dimasukkan ke dalam anus, kolonoskop sudah dilumasi terlebih dulu. Selama prosedur ini mungkin pasien akan merasakan kram perut, tapi hal ini bisa diatasi dengan cara menarik nafas yang panjang.
  • Saat memasuki anus, kolonoskop akan didorong jauh ke dalam bagian awal usus besar (sekum). Kemudian dokter akan menyuntikkan udara ke dalam usus besar melalui kolonoskop supaya mempermudah memeriksa dinding usus besar.
  • Dokter mungkin akan mengambil sampel jaringan dari usus guna dianalisis lebih lanjut (biopsi).
  • Apabila ditemukan polip kecil, mungkin dokter akan mengangkatnya karena dikhawatirkan polip tersebut dapat menyebabkan kanker.

Perawatan kolonoskopi

Setelah prosedur kolonoskopi berhasil dilakukan, biasanya pasien harus dirawat sementara di rumah sakit hingga pengaruh anestesi berkurang dan pasien boleh pulang ketika kondisinya sudah pulih. 

Setelah menjalani prosedur kolonoskopi, pasien tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan yang melibatkan konsentrasi seperti menyetir dan lainnya. Umumnya pasien diperbolehkan melakukan aktivitas kembali setelah beristirahat penuh seharian. Pasien juga diperbolehkan makan dan minum seperti biasanya. 

Apabila dilakukan biopsi jaringan, biasanya pasien akan dibuatkan janji untuk periksa kembali lagi ke dokter tersebut guna mendiskusikan hasil kolonoskopi. Jika hasil kolonoskopi masih diragukan, dokter akan menyarankan melakukan pemeriksaan kolonoskopi ulang.

Gejala yang dapat ditimbulkan dari prosedur kolonoskopi ialah kram perut dan kembung. Tetapi apabila kolonoskopi diikuti dengan pengangkatan polip atau biopsi jaringan, pasien dapat mengalami pendarahan dari dubur selama 1-2 hari. Sebenarnya prosedur kolonoskopi ialah tindakan medis yang aman untuk dilakukan. 

Tetapi prosedur medis ini juga dapat menimbulkan komplikasi seperti nyeri perut hebat, reaksi alergi terhadap obat bius, dan dinding usus besar robek.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Fretting About Colonoscopy? New Prep Is Easier to Swallow. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/fretting-about-your-colonoscopy-new-prep-routine-is-easier-to-swallow/)
Colonoscopy Prep, Risks, Recovery, Results, Diet & Side Effects. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/colonoscopy/article.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app